2186 items (1478 unread) in 65 feeds
Tadi siang saya baca blog Pak Armein tentang posisi bulan, Planet Venus dan Planet Jupiter yang malam ini berada pada posisi yang berdekatan dan saya berencana melihatnya malam ini. Tetapi ternyata saya lupa.
Beruntung beberapa teman memberitahukan melalui Plurk bahwa bulan sedang ‘tersenyum’ malam ini, bulan sabit dengan dua ‘bintang’ bersinar terang seperti smiley orang tersenyum.
Foto di atas hasil jepretan Momon menggunakan kamera henpon-nya. Sayang sekali beberapa teman saya di daratan lainnya gagal melihat bulan ini karena faktor cuaca dan salah posisi.

Sebagai pendatang di Jakarta, saya sering banget menemukan berbagai keanehan, kekatrokan, dan ke-snobis-an warga Jakarta. Namun saya ndak bisa menggambarkan keadaan itu dengan nyata dan mengungkap sisi kelucuannya.
Buku kumpulan kartun Benny & Mice yang pernah diterbitkan pada Kompas edisi Minggu ini bener-bener bisa mengungkap apa yang ingin saya ceritakan itu dengan nyata. Seolah-olah saya berada di dalam kotak itu dan terlibat langsung di dalamnya.
Kemarin saya membeli buku kumpulan kartun Benny & Mice yang terbaru, yang bertajuk Jakarta Atas Bawah.
Buku setebal 136 halaman yang terbagi atas 10 bagian ini benar-benar layak dibeli untuk melengkapi koleksi buku sebelumnya, Jakarta Luar Dalam, Talk About Hape, 100 ‘Tokoh’ Yang Mewarnai Jakarta, dan Lagak Jakarta.
Selain komik-komik tesebut, pada halaman akhir kita akan menemukan cerita bagaimana proses pembuatan kartun, yang berbentuk komik juga.
Walau mengangkat tema yang sama, soal perilaku orang Jakarta, terutama kelas menengah ke bawah, namun rasanya tak habis-habis. Beberapa di antaranya begitu lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari perilaku snobis di jalan hingga menyentil acara televisi. Kemunculan cameo artis-artis yang tidak asing bagi kita juga menambah meriah cerita yang ada.
Di halaman viii, tepat sebelum bagian pertama, kita temukan pula sebuah peringatan yang menyindir salah satu acara televisi yang menyontek persis cerita Benny & Mice. Bunyinya pun sedikit ngeselin namun jujur.
Peringatan: dilarang keras mengutip, mengadaptasi, meniru, mengalihwujudkan, mencontek ide-ide atau kisah-kisah dalam buku ini ke dalam bentuk sinetron low budget atau tayangan komedi situasi di televisi, yang belum tentu bagus penggarapannya dan belum tentu tinggi ratingnya tanpa seizin kartunis.
Adezig! Nampol banget gak, tuh? 
Memilih kartun favorit dari seluruh kartun di buku ini tentu sangat sulit, karena semuanya lucu, menarik, dan layak difavoritkan.
Belum lagi penggambaran ekspresi wajah dan tingkah laku para tokohnya yang sederhana namun mengena, menambah kekonyolan cerita.
Walau kertas yang digunakan sedikit buram, namun membuat buku ini terasa ringan.
Membaca lembar demi lembar, membuat kita larut dan tak terasa sudah mencapai halaman terakhir. Saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam untuk melahap semua kartun yang tersaji, sembari membunuh jenuh selama perjalanan Bogor-Jakarta yang macet tadi pagi.
Sebuah buku yang layak koleksi dan ceritanya tak lekang oleh jaman!
jengjeng matriphe! Viewed 15 times by 8 viewers
![]()
Sakura Kinomoto dengan dua kostumnya sekarang menghuni kamar saya, hasil beli di trotoar di daerah UGM seharga masing-masing 12 ribu. Murah, finishing gak begitu halus, tapi cincay-lah
Sekarang Sakura menemani rider-rider yang sudah nongkrong di sini sebelumnya. Eh ada Eru juga lho.
PCLoginNow is a tool to reset local accounts’ passwords on Windows system.
Sebelumnya, saya belum penah benar-benar sukses melakukan instalasi Windows Vista. Selalu ada masalah yang timbul yang menyebabkan proses instalasi atau hasil instalasi tidak berjalan dengan baik. Pertama kali saya melakukan instalasi Windows Vista dengan menggunakan DVD pinjaman dari rental dan hasilnya tidak bisa login dengan kemunculan kotak dialog yang menyatakan kalau Windows Vista yang saya instal sudah expired dan harus melakukan aktivasi.
Setelah beberapa lama menggunakan Hackintosh, muncul kerinduan untuk memegang dan mencoba-coba Windows lagi. Karena sejak menggunakan Hackintosh sebagai mesin sehari-hari, ilmu Windows saya semakin lama semakin luntur dimakan oleh waktu dan segala kemudahan yang ditawarkan oleh Hackintosh.
Karena sering dan masih menggunakan untuk beberapa keperluan, instalasi dan perawatan Windows XP menjadi hal yang tidak terlalu sulit. Namun untuk Windows Vista saya benar-benar belum menemukan chemistry yang membuat saya bisa klik dan kemudian mencapai kesuksesan.
Instalasi Windows Vista kedua saya bahkan lebih buruk dari yang pertama. Tanpa niatan sebelumnya, saya kemudian tertarik membeli DVD Windows Vista bajakan di SCC Simpang Lima lantai 5 yang berada di sebelah area hotspot gratis milik Telkom Speedy. Dan ketika sampai dirumah dan diinstal, DVD Windows Vista yang saya beli tersebut tidak dapat booting
Akhirnya, setelah mencari kesana dan kesini, disana dan disini, disono dan dimari, pada akhirnya saya mendapatkan duplikat Windows vista yang kemudian dapat dengan sukses menjalankan ritual yang belum pernah saya selesaikan sebelumnya, instal Windows Vista dan kemudian membuatnya teraktivasi dan dapat melakukan update secara online dari Microsoft.
Dari semua pemberitaan miring tentang Windows Vista, Windows Vista Ultimate Service Pack 1 yang saya instal memberikan hasil yang baik dan lancar selama penggunaan termasuk untuk mengetik postingan ini. Sayang kartu grafis yang saya gunakan hanya kartu grafis on-board yang membuat saya tidak dapat merasakan sensasi tampilan Aero a-la Windows Vista.
Berikut beberapa cuplikan dari layar yang saya ambil dengan tombol print-screen pada papan ketik.
Saatnya menjelajah dan menghubungkannya dengan Hackintosh saya ![]()
Dua bulan lalu. Ketika matahari sedang garang membakar Jakarta. Bau saluran Ciliwung menyengat. Hitam air dan buih entah apa gak menyurutkan niat sekelompok anak2 untuk menikmati riangnya bermain air. Sampai seorang pemuda yang sedikit terganggu dengan sedikit keceriaan diantara impitan riuh Ibu Kota memanggil Polisi Lalu Lintas. Dari senyum lebar pemuda itu, gw kira dia hanya mencoba menakut-nakuti anak2 itu dengan memanggil sosok Polisi. Pak Polisi yang tadinya sedang sibuk mengatur lalu lalang serta merta membunyikan priwitan yang kemudian disusul dengan suaranya yang menggelegar. Memperingatkan anak2 itu untuk segera keluar dari saluran Ciliwung.
Si pemuda tertawa2 senang melihat anak2 kecil itu berserabutan cepat2 keluar dari “kolam renang” tersebut. Secepatnya mereka memakai pakaian yang mereka tanggalkan di tepian saluran. Tetapi malang, si pemuda tidak hanya berhenti di situ saja. Dengan sigap, dia mengambil salah satu pakaian kumal itu dan mencoba menyembunyikannya di balik jaket yang dia kenakan.
Satu anak meringkuk di pinggir saluran, menggigil kedinginan di bawah terik matahari, di tengah hiruk pikuk Jakarta, dalam keadaan bugil. Teraniaya dan tak berdaya. Malu dan bingung harus menjelaskan kepada Bapak-Ibu kalau harus pulang tanpa pakaian.
Sepertinya ada yang salah sama penggalan kejadian yang terlalu sedih untuk terjadi.
Gw harus ngasih pekerjaan rumah buat Tata Kota Ibu Kota tercinta untuk membuat Ibu Kota ini lebih ramah dengan penghuninya. Jika anak2 sudah main gundu di trotoar, main bola di tengah jalan, dan menggunakan saluran buangan limbah sebagai kolam bermain, pasti ada yang salah sama perencanaan tata kota.
Gak seharusnya pula manusia sebagai manusia dewasa yang berakal sehat menyembunyikan pakaian anak2 yang mengakibatkan anak tersebut harus bugil sebagai suatu gurauan. Menurut gw (yang ngasal ini) hal itu bakal bikin dampak buruk bagi pengalaman masa kecil si anak. Gw kira ini sebagai salah satu contoh masyarakat yang sudah sakit.
Pak Polisi mungkin berniat baik dengan melarang anak2 itu bermain di saluran air. Karena bermain di saluran yang dalam, kotor, berwarna hitam, dan berbau busuk tentu saja membahayakan keselamatan anak2. Tetapi citra yang ditunjukkan Pak Polisi dengan segala atributnya plus priwitan dan suara menggelegar tentu saja membuat anak2 ketakutan. Apakah gak ada cara lain yang lebih arif untuk lebih mendekatkan polisi dengan penghuni suatu kota sehingga terjadi satu simbiosis mutualisme?
Percaya ga ?Klo Jumlah tenaga kerja wanita (TKW) yang pulang dari Arab Saudi yang setibanya di Bandara Soekarno–Hatta ADA dalam kondisi hamil atau sudah melahirkan. Angka yg tercatat bisa mencapai sekitar 20 orang setiap bulan. Kehamilan tersebut disebabkan tindak perkosaan atau karena ada hubungan suka sama suka selama tinggal di Arab Saudi. [red-web sinar harapan.co.id].
Padahal mereka2 itu adalah penyumbang devisa bagi indonesia paling besar setelah hasil alam indonesia..!!!
Selain,bahasa,ketrampilan..apakah mereka2 TKW yg akan di kirim ke luar negri HARUS pake celana dalam besi ?
Mau tehe..???
Sebetulnya ada banyak faktor yg mempengaruhi orang hingga akhirnya hamil. Bisa di perkosa atau bisa juga karena ada rasa suka sama suka.[red-timbal balik].
Biasanya kasus ini terjadi oleh TKW yg ada di arab saudi. Posisi yg lemahlah membuat TKW jadi sasaran empuk bagi pemburu nafsu bejad.!
Saya bukan ahli dalam teorimakro atau semacamnya. Ini saya bahas tentang “point”celana dalam saja.
Desain Variatif : Coba lihat saja produk2 celana dalam yg tersebar di dunai maya,hampir semua menawarkan desain yg ciamik dan enak di lihat.
Nah,klo bisa celana besi ini mempunyai desain yg variatif,walopun terlapisi oleh besi tapi desain ga boleh kalah dengan celana dalam biasa. Saya sempet heran dengan model celana besi tahun (1429 - 1484) yg diperkenalkan oleh Novelis Italia, Antonio Cornazzano. Desian sungguh kasar dan wagu..!!!


Kenyamanan: Buat para TKW yg punya kegiatan lumayan mobilitas, kelak harusnya celana dalam yg terbuat dari besi mempunyai “nilai kenyamanan” yg bagus. Tidak mudah lecet terkena gesekan kulit, tidak mudah terkena iritasi atau bisa berbahan menyerap keringat. Intinya,meskipun berbahan dari logam,harusnya celana dalam berbahan besi bisa membuat nyaman pemakai itu sendiri. Mungkin bisa dilapisi kain sutra atau kain tenun lainnya.
Keamanan : Ketika etika nyaman,desain terpenuhi, tahap selanjutnya adalah nilai dari “keamanan” dari pemakai itu sendiri. Jadi,bisa di bayangkan jika ada majikan yg hendak memperkosa…ketika udah lepas semua baju dan celana. Maka akan susah nembus benteng petahanan terakhir.
Kalo jaman dulu celana dalam di kunci dengan gembok, harusnya 2009 kelak membuka celana dalam sudah dengan paswort selaknya email atau ATM.
Harga : Dibandingkan oleh Jumlah kehamilan yg tidak diinginakan [red-KTD],harusnya celana dalam dari besi ini “HARUS” murah. Sebab,semakin murah celana dalam itu. Semakin banyak juga serep/cadangan celana dalam yg di miliki. Meskipun sekarang rupiah bener2 lagi terpuruk oleh nilai tukar dolar, alangkah baiknya bahan2 yg untuk membuat celana dalam di ambil dari besi tua atau rongsokan..tapi bener2 yg higenis..!! ini juga bisa menekan nilai harga celana dalam itu sendiri [red-klo bisa malah di subsidi pemerintah]
Maap,ini hanya impian konyol saya. Kalo hal ini bisa terjadi,alangkah banyaknya TKW yg terselamatkan oleh kebinalan majikan-nya..!!!
Hal ini juga bisa menekan angka kehamilan tidak diinginkan!!!
Gimana menurut anda,aku yakin punya solusi lain..??
Salam
Pepeng
eScoret
Sudah lama sebenernya pengen ngenalin keluarga besar DECO FRANCE. dibawah bendera PERANCIS, dan bertempat di suatu tempat di desa Badengan, kota JEPARA. kita bersama sama mengais rejeki demi sesuap nasi.
Tersenyum ceria disela sela pekerjaan yang mengunung dan countainer yang sudah menunggu didepan gudang. tak perduli panas yang menyengat tapi senyum tetap terkembang demi sebuah kebersamaan.
Ayo coba tebak mana yang paling cantik n ganteng...? ayo tebak...!!!!
Opera telah resmi meluncurkan Opera Mini 4.2 untuk handphone yang support java dan juga untuk perangkat Android beberapa hari yang lalu.
Fitur-fitur utama dari Opera Mini ini adalah kompresi data yang lebih baik (sehingga lebih menghemat biaya GPRS), skin (ada beberapa skin untuk membuat tampilannya lebih personal), antarmuka berbahasa Indonesia dan sinkronisasi notes dengan browser Opera.
Info rada telat, harusnya saya tulis beberapa hari yang lalu, tapi langsung download saja biar gak penasaran he.he.
Meskipun Opera University Tour di Indonesia telah selesai (dan untuk chapter Jogja saya datang bareng Pengki), namun postingan kali ini masih berkaitan dengan hal tersebut. Apalagi kalau bukan tentang foto-foto dan link-link materi presentasi
Anda juga bisa mendapatkan HTML demo yang digunakan oleh Bruce ketika melakukan presentasi, tetapi untuk pemakain tag video harus menggunakan Opera build khusus.
Happy Thanksgiving to all of you who celebrate it ![]()
Buy me something on Black Friday would you ![]()
Seperti yang saya tulis DISINI, kemarin malam telah diadakan OSUG-ID Meeting 2008.11, bertempat di kantor Sun Microsystems Indonesia. Acara ini di ikuti kurang lebih 40 orang dari berbagai jenis profesi. Yang menarik, nampak dua wanita dari UNAS [Universitas Nasional 1949] yang tertarik untuk datang, nah terbukti bahwa FOSS [Free Open Source Software] khusus-nya opensolaris menarik juga buat kaum wanita
.
Acara dimulai kurang lebih pukul 18.30 WIB, dimana mas Sonny Hastomo memulai presentasi-nya dengan Cool Stack. Cool Stack adalah koleksi dari aplikasi opensource yang di optimasi jalan di atas Solaris/OpenSolaris. Dengan menggunakan Cool Stack ini, kita bisa mengoptimalkan performance mesin kita semaksimal mungkin, sehingga service yang jalan diatasnya menjadi lebih cepat. Dalam presentasi-nya, beliau juga mendemokan proses installasi SugarCRM yang dijalankan diatas Cool Stack.
Setelah selesai membahas tentang Cool Stack, presentasi dilanjutkan dengan SMF [Service Management Facility], dimana beliau menjelaskan kelebihan SMF dibandingkan dengan RC Script yang biasa kita jumpai di sistem operasi Linux/*Nix. Beliau juga mendemokan bagaimana mengkonfigurasikan GlassFish service, menggunakan framework SMF ini.
Setelah selesai membahas tentang SMF, mas Junus memberikan presentasi tentang proyek translasi opensolaris ke Bahasa Indonesia. Sekedar informasi, untuk translasi proses installasi saat ini sudah selesai dikerjakan [sudah akan bisa dinikmati di release opensolaris 2008.11], tapi untuk proyek translasi opensolaris-nya sendiri baru sekitar 2%. Nah, jadi bagi rekan-rekan yang tertarik untuk membantu proses penterjemahan ini, silahkan untuk bergabung.
Setelah seluruh presentasi selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi, makan malam dan pembagian goodies. Acara meeting kali ini-pun berakhir kurang lebih pukul 21.30 WIB. Ya, acara yang menarik, dan semoga saja apa yang telah kami berikan, bisa bermanfaat bagi rekan-rekan semua.
O, iya bagi rekan-rekan yang tidak bisa datang dalam acara tersebut, silahkan download materi presentasi-nya dari URL INI. Untuk foto dokumentasi bisa dilihat DISINI, untuk video, karena keterbatasan waktu, maaf sampai saat ini belum sempat untuk mempublikasikan-nya. Mungkin itu saja dulu, sampai bertemu di OSUG-ID Meeting berikutnya.
Paling tidak seperti inilah yang terjadi di maskapai penerbangan Virgin yang sekarang menyediakan koneksi gratis bagi penumpang pesawatnya.

Penasaran dengan halaman web yang dibuka oleh Brian Lam (yang berbaju ijo) dari Gizmodo itu? Inilah halaman web yang dia buka
Btw pas Pesta Blogger kemarin ada free WiFi dan ratusan laptop juga kah?
Sekitar tahun 1960-1970 an, Malaysia banyak sekali mengimpor guru-guru dari Indonesia. Mereka menganggap mutu pendidikannya jauh dibawah Indonesia sehingga perlu belajar banyak dari kita.
Salah seorang guru saya pernah berangkat mengajar para encik-encik Malaysia itu. Namanya Suryadi, sekarang almarhum Suryadi. Kami biasa memanggilnya Pak Sur. Ceritanya, saat disana dia ditanya mengenai besar gajinya oleh salah seorang guru Malaysia bimbingannya itu.
Saat itu Pak Sur tahu bahwa para guru Malaysia digaji jauh lebih besar dari gajinya. Agar tak malu, Pak Sur menjawab dengan melebihkan gajinya yang saat itu hanya Rp 10 ribu*. “Gaji saya seratus ribu perbulan*,” bualnya bangga.
Tanggapan para rekan sekaligus muridnya itu ternyata membuatnya terkejut. Mereka menatap Pak Sur iba. “Aduh, sedikit sekali gaji Anda pak, kami disini dibayar beberapa kali lipat lebih banyak,” ujar kawan-kawannya itu. Dan Pak Sur hanya bisa senyum-senyum sepet.
Cerita ini beliau ceritakan di depan kelas, suatu hari di tahun 1996. Waktu itu saya baru kelas satu SMP. Tahun itu juga tahun terakhir Pak Sur mengajar sebelum pensiun. Sampai pensiun, gajinya belum juga naik sebesar gaji para guru Malaysia itu.
Untuk menambah pemasukan, dia berjualan warung kejujuran di sepanjang sekolah. Dia percaya pada kami. Warung itu meja beroda yang bisa dipindahkan kesana kemari, siapapun yang akan membeli tinggal mengambil barang dan meletakkan uang. Serupa warung kejujuran yang sekarang ada di KPK atau Kejati.
Kembali soal gaji guru. Sampai sekarangpun, tahun 2008, masih banyak guru-guru serupa Bu Mus di Laskar Pelangi yang harus menghidupi diri dengan pengusahaan lain. Namun mereka tetap menjadi guru, agar kamu bisa merentangkan tangan, dan meraih dunia.
Selamat Hari Guru, para guru Indonesia!
Selamat Hari Guru, papaku tercinta!
*nilai tepatnya saya lupa, tapi kira-kira 10 kali lipat.
Saya cukup kaget pagi tadi melihat RSS reader di browser Opera saya demi mendapati Arya meng-update blog-nya. Ternyata tentang guru jaman dia SMA, saat itu saya baru sadar bahwa hari ini adalah peringatan hari guru. Sebuah gelar yang cukup sakral menurut saya, karena tidak semua orang mampu menjadi guru.
Kemudian saya dapati juga tulisan Zen sang penyembah pepohonan dan tulisan Pito yang juga membahas sosok guru yang melekat dalam kepala dan hati mereka. Semuanya sungguh menarik, bagaimana sosok guru bisa menginspirasi dan merubah hidup seseorang. Karena untuk itulah gelar ‘guru’ layak mereka sandang. Tentu saja guru-guru tersebut tidak pernah sekalipun ingin dianggap hebat, tapi karena mereka memang hebat.
Meskipun kata guru itu bisa merujuk ke manusia atau binatang atau benda apapun, namun ada sesosok guru yang cukup melekat di kepala dan benak saya. Guru Bahasa Inggris ketika saya kelas 1 SMU, namanya Pak Santoso Pamungkas, biasa dipanggil Pak San. Dalam mengajar beliau tidak hanya mengajari grammar tetapi cenderung budaya dan kultur, sehingga pemahaman Bahasa Inggris lebih terasa.
Selain itu beliau juga terkenal karena mempunyai kelebihan spiritual. Saya paling senang mendengar cerita beliau soal hal-hal spiritual yang beliau alami, sangat menarik. Dan yang paling penting, dia mengajari bagaimana memperlakukan ladies in a proper way. Keren!
Oke Pak San, semoga saat ini Anda nggak di surga atau neraka melainkan di tengah-tengahnya, sukur-sukur sedang leyeh-leyeh di samping Tuhan, seperti yang pernah Anda katakan ketika bercerita tentang kehidupan setelah mati yang Anda harapkan.
Hari Jum’at [21 November 2008] yang lalu, kantor Sun Microsystems Indonesia kedatangan rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang berjumlah total kurang lebih 100 orang. Mereka datang ke kantor kami dalam rangka kuliah lapangan. Dengan alasan keterbatasan ruang yang dimiliki, rombongan terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 50 mahasiswa.
Rombongan pertama masuk kurang lebih pukul 14.00 WIB, dalam sesi pertama ini, mereka mendapatkan tambahan ilmu tentang berbagai perangkat keras-nya Sun Microsystems yang dibawakan oleh mas Aris Maulana [IT Architect Manager - Sun Microsystems Indonesia]. Mas Aris membawakan sesi ini kurang lebih selama 1 jam. Dalam sesi tersebut, terlihat mahasiswa sangat antusias, karena mereka sebelumnya belum tahu tentang hardware yang dipakai oleh perusahaan enterprise, misalnya saja: Telco, Bank, Pertambangan, dsb.
Setelah mas Aris selesai memberikan presentasi, acara dilanjutkan dengan presentasi tentang sistem operasi OpenSolaris, yang dibawakan oleh mas Adhari C Mahendra [Strategic Program Manager - Sun Microsystems Indonesia] yang juga merupakan salah satu leader di komunitas OSUG-ID [Open Solaris User Group Indonesia]. Mas Adhari memberikan overview tentang sistem operasi OpenSolaris ini, dan juga filtur-filtur yang menarik di dalam-nya. Dari diskusi yang terjadi, terlihat mereka sangat antusias dengan sistem operasi open source yang baru mereka kenal tersebut. Yang menarik, sebelumnya mereka menganggap bahwa open source itu hanyalah linux.
Setelah dua sesi diatas, rombongan pertama meninggalkan ruangan, dan kemudian rombongan kedua masuk. Untuk “kloter” kedua ini, mas Sonny Hastomo [IT Architect Sun Microsystems Indonesia] memberikan presentasi tentang Java. Beliau memberikan beberapa update terbaru tentang teknologi Java, dan juga mendemokan betapa mudah-nya membuat applikasi mobile yang mengkonsumsi web service. Dari diskusi yang terjadi, banyak mahasiswa yang baru tahu, ternyata begitu mudah-nya membuat aplikasi mobile dengan bahasa pemrograman Java menggunakan IDE Netbeans.
Setelah mas Sonny selesai memberikan presentasi, maka saya mendapatkan giliran terakhir untuk berbagi tentang OSUM [Open Source University Meetup]. Saya juga berbagi tentang bagaimana penting-nya sebuah komunitas untuk mengembangkan diri, bagaimana belajar di luar kampus dan penting-nya mahasiswa menjalin network dengan lingkungan di luar kampus-nya. Saya kenalkan juga kepada mereka komunitas JUGI, OSUG-ID, NetBeans Indonesia, dsb. Presentasi saya berakhir kurang lebih pukul 19.00 WIB. Setelah presentasi selesai, berakhirlah pula acara pada hari itu.
Nah, demikianlah cerita kunjungan setengah hari Universitas Muhammadiyah Purwokerto ke kantor kami, terima kasih bagi para Dosen pembimbing dan para Mahasiswa yang telah meluangkan waktunya, untuk berkunjung. Bagi rekan-rekan mahasiswa lain yang juga tertarik untuk kuliah lapangan di kantor Sun Microsystems Indonesia, silahkan hubungi saya.
Album Foto: Kunjungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto @ Picasa
Berurusan dengan sesuatu yang baru biasanya melahirkan dua hal yaitu kegembiraan dan kesedihan. Kegembiraan karena pada umunya sifat kita adalah selalu ingin mengetahui sesuatu yang baru sedangkan kesedihan umunya berhubungan dengan bagaimana sesuatu yang baru tersebut kadang tidak sesuai dengan harapan atau terlalu sulit untuk dipahami.
Menggunakan Hackintosh selama beberapa waktu membuat saya merasakan dua hal tersebut diatas. Satu sisi ada kegembiraan dan kesenangan atas sesuatu yang baru yang dapat saya eksplorasi dan adanya kegiatan mengutak-atik dan disisi lain yang sampai sekarang belum saya temui
Kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai printer. Saya termasuk orang yang jarang sekali memakai printer dalam bekerja dan karenanya saya sedikit sekali mengetahui tentang seluk beluk printer dalam artian perangkat keras, sedangkan untuk menginstalasi lebih sering menggunakan ilmu “titen” next > next > next ala Windows.
Printer saya juga tergolong printer yang sudah masuk dalam kategori “museumable” atau layak untuk dimuseumkan. Canon BJC2100SP yang menjadi andalan sudah menemani saya sedemikian lama dengan jumlah refil isi ulang tinta yang sudah tidak terhitung lagi banyaknya dan beberapa kali bahkan terpaksa ganti cartridge.
Dulu, printer ini bisa menyemprotkan tinta pada lembaran kertas dengan baik sampai “kocrot-kocrot”, namun beberapa hari ini, nafasnya sudah tersengal-sengal dan semprotanya menjadi “kicrit-kicrit” yang menyebabkan hasil akhir yang diharapkan menjadi tidak sesuai dengan harapan.

Demi mendapatkan hasil yang baik, saya kemudian mendapatkan “lungsuran” printer Canon Pixma IP1700 bekas yang lumayan baik, dan kemudian ritual instalasi printer saya lakukan lagi. Pada Windows yang menjadi induk semang printer, instalasi tidak pernah lebih mudah daripada next > next > next. Yang menjadi masalah adalah ketika harus menginstal sharing printer Canon Pixma IP1700 ini pada Hackintosh dan menggunakannya dalam jaringan.
Belajar dari BJC2100SP, driver Canon untuk Mac terbukti tidak bisa dipakai untuk printer yang terhubung melalui jaringan. Namun pada BJC2100SP, hal ini dapat diakali dengan menggunakan driver dari Gutenprint.
Untuk Pixma IP1700, ternyata tidak didukung oleh Gutenprint yang mengharuskan saya mengaduk-aduk Google untuk mencari solusi yang dapat menjembatani Hackintosh dan Pixma IP1700 di sistem Windows. Dan ternyata jawabanya adalah piranti lunak berbayar yang bernama PrintFab yang dibuat oleh perusahaan Jerman bernama Zedonet.
Jika Hackintosh yang saya pakai adalah bajakan, maka akan memalukan jika kemudian saya menggunakan program PrintFab ini dengan membayar
Maka Google kemudian sekali lagi saya aduk-aduk dengan harapan menemukan kunci keramat yang dapat membuka kotak 30 hari.

Dan sekarang, Canon Pixma IP1700 terpasang dengan nyaman di Hackintosh dan bekerja dengan baik untuk mencetak melalui printer yang terpasang pada sistem operasi Windows yang terhubung melalui jaringan.
Mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan atau siklus jika orang yang pada awalnya berada pada posisi / jabatan bawah kemudian mendadak naek pada posisi / jabatan yang lebih tinggi dengan berbagai macam otoritas, sehingga terjadi perubahan sikap yang kurang berkenan bagi orang2 disekitarnya. Dan aku saat ini berada di sekitar mereka yang telah berubah sikapnya itu …. untuk melakukan klik2 mouse yang ga lebih dari 5 menit saja mereka2 itu sudah tidak mau padahal para bos2 di kantor pusat sana juga menerima data yang sama tapi ga ada komplen apapun. Ada satu hal yang cukup membuatku jengkel yaitu mengaku-aku dia sendiri yang membuat data ini itu tapi pada kenyataannya tidak dan mengaku sudah menyuruh si A mengerjakannya padahal nggak benar ….. mempersulit yang seharusnya bisa dipermudah.

Perhelatan akbar Pesta Blogger 2008 yang mengumpulkan para bloger (hampir) dari seluruh penjuru Indonesia kemarin boleh dibilang cukup sukses.
Saya beruntung bisa menghadiri perhelatan akbar tersebut, dengan motivasi yang tak lain dan tak bukan adalah kopdar, kumpul-kumpul, guyon goblok, dan gojek kere bersama teman-teman sesama bloger.
Selain datang telat karena faktor transportasi, saya juga kurang begitu suka mengikuti acara sambutan-sambutan yang biasanya menjadi acara “inti” dari acara-acara formal yang ada di Indonesia.
Begitu melakukan registrasi, saya yang datang bareng Dita dan temen-temen dari Blogor langsung menuju ke tribun atas untuk menambah kerusuhan yang sebelumnya sudah ditimbulkan oleh teman-teman gabungan dari CahAndong, Loenpia, BHI, dan TPC yang dipimpin oleh bagindaku bukan bagindamu atau baginda mereka.
Saya memang cuma ingin berkumpul dengan teman-teman yang lama tak bersua. Sejak di Jakarta, frekuensi kumpul-kumpul untuk gojek kere dan guyon goblok bersama teman-teman bloger memang jauh berkurang. Tentu karena faktor kesempatan dan waktu, yang ndak saya temui pas masih di Jogja.
Kami seolah tak memedulikan acara yang berlangsung di atas panggung. Buat kami, bisa berkumpul bersama teman-teman sudah cukup. Namanya juga pesta, jadi ya intinya berkumpul dan bersenang-senang, bukan?
Hingga tibalah acara pengumuman penghargaan kepada komunitas bloger yang dianggap mengusung semangat “blogging for society” seperti yang menjadi tagline Pesta Blogger 2008. Predikat “Most Promising Blogger Community” diterima oleh Bali Blogger Community, sedangkan “Blogging for Society Award” tak disangka jatuh ke CahAndong!

Senang bercampur haru langsung menyeruak. Saya dan Momon sang ketua kelas ditunjuk oleh temen-temen untuk maju dan mewakili CahAndong menerima hadiah berupa uang pembinaan 10 juta rupiah dari Oxfam, piagam, seperangkat komputer dari HP.
Namun CahAndong saya rasa ndak layak berbangga diri dan sombong, setidaknya setelah saya membaca profil Anging Mammiri pada CD yang disertakan di dalam goodie bag. Kegiatan temen-temen komunitas blog lainnya saya yakin ndak kalah bagus atau bahkan lebih keren dari kegiatan CA yang isinya kebanyakan senang-senang dan makan-makan ini.
Publikasi, adalah unsur penting yang dapat saya simpulkan. Viral publication yang dilakukan oleh bloger, merupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh besar. Terus terang, saya jarang membaca postingan mengenai kegiatan temen-temen dari komunitas lain, sehingga gaung kegiatan mereka ndak nyampe.
Sekecil apa pun kegiatannya, baik sosial atau bernilai ekonomis, jangan segan-segan mempublikasikannya di blog. Perkuat juga lini komunikasi lintas komunitas, karena kegiatan yang berbasis komunitas akan mampu hidup bila didukung oleh komunitas juga. Sebagai contoh, Gerakan 1000 Buku yang digagas temen-temen BHI yang awalnya cuman rasan-rasan dari pelataran Plaza Indonesia bisa sebesar itu karena dipublikasikan oleh beragam komunitas bloger.
Kekompakan, kepercayaan, dan rasa saling memiliki menjadi unsur yang juga penting. Jujur, selama kegiatan CahAndong, kami ndak pusing nyari sponsor untuk pendanaan. Dengan swadaya, swadana, saya yakin inilah kunci keberhasilan suatu komunitas. Kalo ada yang nyeponsori ya, alhamdulillah. Semangat memiliki di komunitas akan terbentuk dari kontribusi yang diberikan kepada komunitas itu.
Semoga ini bisa menjadi masukan bagi komunitas-komunitas lain di Indonesia sehingga dapat tumbuh pesat dan berkembang.
Terima kasih temen-temen CahAndong! Terima kasih teman-teman dari komunitas bloger lainnya! Terima kasih Pesta Blogger! Terima kasih atas semua dukungannya!
Setelah makan siang yang diselingi oleh interview dari beberapa media, saya dan Dita mengisi acara break out session yang mengusung tema “Ngeblog untuk Pemula”. Awalnya saya kurang pede untuk diminta mengisi acara berskala nasional tersebut, apalagi bila dibandingkan dengan para pengisi acara lain yang lebih ahli di bidangnya, namun saya berpikir karena saya juga bloger pemula, maka saya cuma ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman sesama bloger pemula.

Teman-teman yang ikut serta dalam diskusi kami sangat menyenangkan. Beberapa bloger tampak antusias dan khidmat mengikuti materi yang kami bawakan tersebut. Beberapa peserta bahkan meminta materi slide yang kami tampilkan. Nah, untuk materi, silakan diunduh di sini. Acara ini juga diselingi bagi-bagi goodie bag dan sebuah hadiah berupa handphone dari sponsor.
Di sesi ini, kami mencoba berbagi pengalaman mengenai bagaimana merawat suatu blog agar tetap tumbuh. Mulai dari sisi bloger itu sendiri, yaitu bagaimana menggali ide, memilih platform blog, hingga tips dan trik untuk membuat blog tetap hidup. Selain itu, kami juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana bergaul di blogosfer hingga membangun komunitas.
Selesai acara break out session, saya melihat mbak Perucha Hutagaol, sang Trinity, penulis buku The Naked Traveler yang saya kagumi. Setelah mengejar dengan kesetanan, akhirnya saya bisa mendapatkan tanda tangannya di buku dan berfoto bersamanya! Suatu kehormatan!
Hoho, moga-moga saya bisa berkeliling dunia seperti beliau. Amiieenn!!!

Acara bagi-bagi doorprize dari sponsor menjadi acara yang ditunggu oleh para peserta, yang diselingi dengan penampilan Mayla Faiza menggesek biola, akhirnya tiba. Saya sendiri ndak berharap banyak untuk mendapatkan doorprize yang memang bikin ngiler itu. Buat saya dan teman-teman, “menang ora menang, sing penting foto!”. Mendapat doorprize atau tidak, yang penting berfoto (dan berkumpul)!!

Selamat kepada panitia. Selamat kepada semua bloger!
Saya juga mohon maaf kepada temen-temen yang ketemu saya namun ndak saya sapa, bahkan ada yang saya sampai lupa namanya. Mohon maaf banget! Maklum, karena rame banget dan banyak banget, saya jadi bingung dan ribet. Yang pasti saya senang banget bertemu dan berjabat tangan dengan kalian!
Sampai jumpa lagi di Pesta Blogger 2009!
Gambar Blogging for Society Award diambil dari Flickr Tony Wahid dan gambar break out session diambil dari YeBeeS.
jengjeng matriphe! Viewed 2905 times by 1132 viewers
Kata sifat atau kata kerja?
Mungkin bisa dua-duanya. Menjadi kata sifat jikalau tidak ada obyek yang mengikutinya. Disebut kata kerja jika ada obyek yang menyertainya.
Dapat dipastikan aku bakalan terbunuh pelan-pelan jika rasa penasaran mulai memburu. Dari hal yang memang amat penting untuk dipikirkan sampai hal sepele cenderung bodoh. Seperti, “Kenapa Jakarta lebih sering tidak ramah?”. Atau pertanyaan bodoh bin tolol, “Kenapa saya musti begini, begitu, begono, bla..bla..” Ah keparat! Bahkan sekarang ini saya tidak tau siapa itu yang saya panggil keparat. Aneh kan? Memang penasaran itu aneh.
Ada yang bilang penasaran bisa dihilangkan atau dilupakan. Oke dihilangkan. Coba alternatif pertama. Kadang berhasil kadang gagal, lebih sedikit berhasilnya. Caranya? Dari hasil pengalaman baik yang gagal maupun yang berhasil dapatlah saya membuat kesimpulan, bahwasanya dengan “mencoba” dapat mengusir rasa penasaran secara baik-baik. Bagaimana kalo obyek yang membuat penasaran itu merupakan sesuatu yang dibungkus stigma negatif? Musti dicobakan jua? Teori pertama gagal.
Lupakan saja. Sudah saya bilang. Saya ini orangnya mudah penasaran. Bahkan hampir tidak ada yang menyangkal kalo saya ini cenderung ingin tau semua. Bukan urusanmu. Biarin. Itu yang bisa dan biasa saya jawab. Cuek? Siapa bilang cuek. Saya ini orangnya penasaran, bukan cuek.
Saat orang lain sibuk dengan hal penting, saya juga sibuk dengan “hal penting”, membunuh si itu yang disebut penasaran, Itu yang saya juga bingung kata sifat atau kata kerja, atau kata benda, karena yang bisa dibunuh cuman benda. Atau kata sifat sekalian kata kerja? Sudahlah.
Aktifitas sadis yang semua orang benci -termasuk saya- adalah bunuh-membunuh. Tapi kalo tak membunuh kita yang dibunuh? Killed or to be killed bukan cuman semboyan orang bisnis, itu tadi buktinya. Orang yang bertarung dengan pertanyaannya sendiri juga pake slogan yang sama, bunuh penasaran itu atau kamu yang akan dibunuhnya.
Setauku, saya ini orangnya mudah bersahabat pula tak sungkan mudah bersengketa. Termasuk ketika jumpa penasaran. Musti dibilang bersahabat. Apalagi kalau ada yang melihat saya jalan bareng sama dia. Sama penasaran. Saya gandeng erat-erat itu si penasaran. Sewaktu tersesat, diantara kami berdua, penasaranlah yang lebih sering menunjukkan jalan. Bukan saya menduakan Tuhan. Tapi memang Tuhan baik. Buktinya dia punya makhluk bernama penasaran yang selalu memberi semangat, memberi contoh, bahkan tak sungkan tanpa diminta mendorong untuk terus maju. Bisa dibilang mentor ku sejati.
Tuhan juga tak pernah lupa -tentu saja- mengirim penasaran untuk menggodaku. Yang ini lebih sering berakhir dengan pertikaian. Karena tentu saja aku kalah, kan dia mentorku. Dia yang selalu menang untuk permainan bernama kehidupan. Hidup seperti petak umpet manakala daku bermain-main dengan kesabaran. Musti tau kapan mengejar, kapan kembali ke kandang, musti banyak mencari, atau kamu kalah.
Bagaimana kini kabarnya hubungan kami? Masih. Masih sama seperti yang saya ceritakan diatas. Setia dalam persahabaran dan pertikaian. Saya juga penasaran kenapa saya musti cerita, musti begini. Aneh kan? Sekali lagi, penasaran memang aneh.
Komunitas Blogger Jogjakarta Cahandong memenangkan penghargaan Blogging for Society Awards di Pesta Blogger 2008. Menurut sang chairman -yang mengaku tidak ikut memilih karena belio juga anggota CA- Cahandong dipilih karena telah melakukan banyak kegiatan dalam setahun yang berdampak luas kepada masyarakat dengan menggunakan media blog.
Salah satunya adalah proyek nirlaba terbaru Cahandong, wajah jogja. “Semangat melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa dibayar adalah sebuah hal yang luar biasa,” kata Ndoro pada sesi bincang-bincang bersama CA di tengah pesta.
Sebagai salah satu anggota tentu saja saya merasa bangga kepada CA. Tapi sebagai pribadi, saya justru merasa tertohok. *jlebb* Sebagai blogger, apa yang sudah saya kontribusikan kepada society? Setidaknya kepada pembaca?
Ah sepertinya saya masih harus banyak berbenah. Untuk memberi, bukannya menuntut.
terimakasih pada Pitra atas fotonya!
Jam tangan saya sudah menunjukan 12 lebih sepuluh menit,padahl saya ada janjian dengan rekan2 saya untuk nongton pilm disalah satu bioskop di semarang pukul 12.30.
Huaaa..??jarang sekali saya punya kekuatan untuk bela-belain nongton pilm. Dimana diluar kost saya sudah turun hujan. Tiga atau empat kali dalam beberapa menit,petir sudah meraung2 dan menyambar.
Ada feeling yg membuat saya males keluar kost,apalagi sekarang di kost sudah terhubung kabel internet..huaaaaaaaa..begitu saya “setianya” dengan dunia internet hingga saya punya kemalesan untuk keluar kost.
Mau tehe..????
Hengpon saya berteriak,ada nada telpon dan juga SMS,ini pertanda rekan saya sudah di tempat bioskop yg sudah di sepakati sebelumnya.
Hujan makin deras,awan gelap juga makin menyebar hingga saya punya pikiran,klo hujan ini rata menguyur kota semarang ini.
Detik tidak lantas bisa di ajak berdiskusi,lambat tapi pasti waktu berputar terus. Motor saya geber menerjang mobil2 yg ada di jalan. Siang itu saya emang sengaja tidak mengenakan jas hujan,logika saya berkata:,”ah,mungkin yg hujan hanya 3-6 kilometer dari lokasi kost saya”..[red-percaya logika].
Teras,atau tempat2 yg bisa berteduh sudah banyak di isi para pengendara motor yg takut akan hujan. Ada beberapa mereka yg pake baju batik atau baju pegawai toko.
Jelas,alesan meraka pasti berteduh sambil menunggu hujan,seraya berharap baju mereka tidak terlalu basah.
Saya cenderung “ndablek” [red-bandel],sebab di pikiran saya,hujan hanya diturunkan pada wilayah tertentu,bukan seluruh kota semarang.
Berhubung air hujan sudah membasahi celana,hingga celana dalam maka saya ambil jas hujan yg ada ditas saya.
Cari tempat berteduh sementara sambil mengenakan jas hujan.!!! Yah,berharap celana dalam saya tidak basah,hingga pas nongton di bioskop tidak kedinginan. [red-itunya..u knowlah].
Jas hujan sudah nempel di badan saya,motor tetep saya geberrrr…sesekali saya lihat dihalte2 banyak orang yg berteduh dan anehnya ada bbrp mereka yg menggunakan jas hujan juga.
Emang hujan saat itu lagi puncak2nya. Dan aneh, kurang lebih 7 kilo dari tempat bioskop yg sebagai center point kita bertemu. Tidak sama sekali ada hujan..!!!!
Aspal bener2 kering dan bahkan muncul juga matahari siang itu..sungguh aneh.
Orang2 yg pengendara bersebrangan dengan saya,[red-beda arah].mereka menatap dengan mata aneh,Mungkin mereka berkata” Ga hujan kok pake jas hujan”..!!
Dalam hati saya misuh..” HANCUKKK..!!! daerah atas hujan CUK.”..!!!”
Sesampenya di parkiran,tukang parkir berkata “wah,wilayah atas hujan ya mas..??” dan aku menjawab “iya mbak,wilayah atas hujan deres banget”,sambil mengulurkan uang buat bayar parkir.

Moral cerita :
Jika anda terkena masalah,Problem,atau apapun itu yg mempengaruhi pikiran anda.Percayalah dengan apa yg ada di jidat anda..percaya apa yg di LOGIKA anda.
Hujan atau masalah emang akan selalu dan selau timbul, tapi jangan pernah berhenti atau menunggu masalah itu selesai hanya duduk berdiam diri..!!! Lakukan Action..!!! atau selalu ber-rotasi.
Dan percaya,hujan hanya turun pada wilayah tertentu…masalah itu hanya pada titik tertentu,jika anda bertidak lebih cepat,saya yakin masalah akan cepet teratasi.
“Deje el mundo cambiarle y usted puede cambiar el mundo”
Biarkanlah dunia akan MENGUBAHMU,maka hal sebaliknya.. kau akan bisa MENGUBAH dunia sesukamu..!!!
Salam
Pepeng
eScoret
nb : terinspirasi dr film the argentine
Apdet,buat betina cerdas…kejarlah sesuatu yg layak kau kejar..!!! TAK DUKUNG..!!!
Suatu sore di dalam bajaj pada perjalanan pulang dari hari kerja kantoran yang melelahkan. Bajaj yang gw tumpangin bersama seorang teman tengah ber-zigzag ria di tengah kemacetan Taman Patung Pak Tani ketika supir bajaj memberikan pertanyaan yang membuat pikiran kami berpikir ulang mengenai “kebanggaan terhadap nilai luhur ketimuran” yang sering diagung2kan masyarakat bangsa ini.
Pak Bajaj : Mas, mas tau gak gedung yang ada Satpamnya itu gedung apa?
Matahari : Gedung yang mana, Pak? Gedung yang menghadap ke Gambir itu Kedutaan Besar Vatikan.
Pak Bajaj : Bukan itu, Mas. Yang itu tuh (nunjuk ke gedung di sebelah Disnakertrans). Yang dijaga Satpam.
Matahari : Ooo, orang bilang sih itu Gudang Arsip Kedutaan Besar Amerika. Emang knapa, Pak?
Pak Bajaj : (konsentrasinya tetap kearah jalanan walopun kliatan jelas dia agak gusar) Satpamnya belagu. Masak saya mogok di sana disuruh cepet nyingkir. Suruh maju-maju terus. Akhirnya malah disuruh ngeluarin KTP.
Matahari : Terus, Pak?
Pak Bajaj : Ya saya bilang saya gak ada KTP. Emang sapa dia suruh2 ngliatin KTP? Gak liat apa saya lagi kesusahan mogok.
Matahari : Mogoknya tadi, Pak?
Pak Bajaj : Iya, waktu itu saya nganterin penumpang ke Atrium Senen. Pas saya bilang saya gak ada KTP, Satpamnya bilang ‘Dasar lu pribumi gembel’.
Matahari : Dia bilang gitu, Pak? (mlongo dengan ekspresi ‘what the f**k did you say?’ yang sempurna)
Pak Bajaj : Iya, emang gak liat kalo dia juga pribumi? Hampir aja dia saya pukul pake besi starter yang ada di bajaj. Emang kalo sudah kebanyakan dikasi makan sama orang asing jadi kaya gitu ya, Mas?
Matahari : ….
Yang mana yang pribumi?
Dalam darah gw mengalir darah Bapak yang berasal dari Banyumas dan Ibu dari Kendal. Brarti gw memang gak isa dibantahkan dikelompokkan pribumi Jawa. Tetapi ngeliat leluhur Ibu yang ada di Pesisir Jawa Bagian Utara kok gw gak yakin kalo tidak ada dari mereka yang berasal dari Tanah Sabrang Lor. Atau malah kalo liat dari kuatnya pengaruh Islam di Kendal, gw jadi agak ragu kalo dibilang gak ada dari leluhur gw yang datang dari daratan Tiongkok.
Gw yakin pulak bahwa gak sedikit yang ngalamin kerancuan serupa. Katanya Batak tetapi ibunya orang Semarang dan lahir di Semarang tetapi gede di Bali. Katanya Padang tetapi lahir dan gede di Bandung, lebih lancar bilang “peuyeum” daripada ngomong “ayam pop”, malah lebih apal jalan ke Ciumbuleuit daripada ke Limapuluh Koto. Trus, bagaimana dengan mereka yang punya Bapak orang Jerman plus Ibu Jogja tetapi lahir di Washington DC?
Sekali lagi, pribumi itu yang mana?
Amerika saja punya Presiden blasteran keturunan Kenya yang pernah tinggal di Indonesia. Ya, negara mulia yang tempat arsip kedutaannya dijaga oleh Satpam itu sekarang punya Presiden berkulit hitam. Padahal penduduk asli (native) Amerika adalah bangsa kulit merah. Sekarang masih zaman ya ngomong “pribumi”?
Atau mungkin bener kata Adi Andojo Soetjipto, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kehilangan harga diri (Kompas/13 November 2008)? Apakah penderitaan dijajah bangsa lain, pahitnya dikhianati para pemimpin bangsa, himpitan ekonomi, dan kenyataan bahwa warisan penjajahan ternyata masih dilestarikan oleh bangsa sendiri adalah hal2 yang menyebabkan bangsa ini kehilangan harga dirinya? Bagaimana mungkin sebuah bangsa lebih permisif terhadap bangsa lain tetapi represif terhadap rekan sebangsa dan setanah airnya? (polos mode: on!)
Kalo tuh Satpam udah terdoktrinasi atau udah dicuci otaknya sama yang ngasih duid perbulan buat ngejagain gerbang Selamatangkep beserta jalan masuknya, itu jadi masalah yang lain. Kalo ngerasa gak punya utang sama Negara ini walopun masih isa bebas bernafas, lepas berkentut, tiap malem kalo gak kena jaga malam masih isa ng*nt*t di dalam kamar rumah hasil kreditan KPR di Perumnas, pergi tugas jaga dari rumah lewat jalan mulus naik motor kreditan yang diisi pake bensin subsidi, makan minum masak pake minyak tanah subsidi, nyolok tivi isi sinetron pake listrik murah meriah, anak2nya masih isa sekolah di SD Inpres dengan fasilitas sekadarnya tetapi tentunya juga subsidi, dan guru2nya walopun dibayar murah tetapi statusnya PNS itu sih jadi masalah yang beda lagi.
Masalahnya bukan cuma “kehilangan harga diri kebangsaan” tetapi udah jadi masalah gak tau diuntung. Karena yang subsidi2 tadi gak lain dan gak bukan diambil dari pajak kristalisasi perasan keringet kuli2 yang dikatain “pribumi gembel” tadi.
Hiduplah Indonesia Raya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.

Hiyaaaa, bisa update blog ini. Jadi begini, sebulan ini saya praktis hidup bersama koper saya itu. Ada Dili, Kupang, Jogyakarta, Brisbane, Townsville, Great Barrier Reef, Singapura dan tentu saja Bali. Ada banyak cerita sebenarnya yang menurut seorang kawan semestinya ditulis. Tetapi toh pada akhirnya tidak ada yang ditulis. Tidak tentang cerita orang-orang Lamalera dan Boti, tidak tentang cerita pemandangan bawah laut The Great Barrier Reef yang masih kalah indah dibandingkan dengan Taman Nasional Wakatobi, juga tidak tentang mengayuh sepeda dari pasar Cebongan ke Warak. Semua cerita tadi akhirnya hanya diceritakan secara lisan saja kepada orang-orang yang tertimpa kemalangan karena duduk di depan saya dan harus mendengarkan saya ngoceh.
Mungkin karena saya lelah (kok ndak pernah lelah ngoceh ya?), atau memang sedang malas saja menulis. Semua itu akhirnya hanya tersimpan di ingatan saya yang sudah dari dulu memang lemah dan terserak di ingatan beberapa orang saja. Karena saya berkeyakinan selalu ada hal baik dari semua kejadian, perkara sepele dan ndak penting semacam jarang update blog begini juga ada berkahnya. Saya jadi punya bahan obrolan jika bertemu dengan kawan. “Ada cerita apa, blogmu sepi cerita”. Lantas, mengapa ini perlu?
Dua hari lagi akan ada kumpul-kumpul besar para blogger di Jakarta. Konon katanya laris manis, ada banyak yang akan datang nanti. Saya berencana untuk datang walaupun tampaknya akan terlambat. Kepada sang manusia kursi hajatan ini saya sudah berkabar, “dengan sangat menyesal, tampaknya saya tidak akan bisa mengikuti acara pidato-pidato”. Dia tidak berkeberatan, karena toh saya bukan salah satu orang yang akan memberikan pidato. Saya hanya ingin bertemu dengan banyak kawan yang sudah lama tidak saya jumpai, dan lantas bertukar cerita. Jika waktu yang tersedia di perhelatan besar itu belum cukup, masih ada warung seorang kawan yang ingin saya sambangi. Betapa sedapnya bertukar cerita sembari menyeruput wedang yang kata sang juragan warung akan diberikan gratis untuk saya. Sampeyan mau ikut? Saya ada banyak cerita.
Lantas itu foto koala di atas apa hubungannya dengan tulisan ini? … Ndak ada hubungannya.

Sejak jam 15.00 WIB tadi halaman web My Opera Community tidak bisa diakses karena sedang dilakukan perubahan besar-besaran. Selain tampilan, kabarnya ada beberapa fitur tambahan. Salah satunya adalah penambahan kapasitas penyimpanan file dari 300 mb ke 1 gb.
Saya berharap salah satu fitur baru di My Opera nantinya adalah kemudahan meninggalkan komentar bagi non anggota. Saat ini non anggota My Opera hanya bisa meninggalkan nama pada komentarnya, tanpa URL blog.
Kabarnya pembenahan ini memakan waktu 4 jam, semoga tidak ada halangan teknis yang berat yang bisa membuat downtime menjadi lebih lama.
Gw denger dari orasi dan gw baca dari tulisan tuan-tuan serta nyonya-nyonya yang intelek nan berpikiran luas. Dari mereka yang mencoba menbangkitkan sejumput rasa kebanggaan atas bangsa ini maupun yang hanya berbual berharap mendapat tempat di Senayan.
“
Bahwa negeri ini sebetulnya tidak kekurangan energi sama sekali. Indonesia memiliki banyak sumber-sumber energi yang beragam jenisnya. Mulai dari minyak, gas, batu bara, panas bumi (geothermal), sampai nuklir. Belum lagi energi terbarukan lainnya seperti angin, air, matahari, biofuel, dan biogas.
Semuanya tersebar merata di hampir seluruh wilayah Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Tak sejengkal pun tanah di bumi Nusantara ini yang tidak mengandung karunia Tuhan. Semuanya dapat menghasilkan sesuatu bagi kebutuhan dan perkembangan manusia Indonesia. Bahkan bagi kebutuhan umat di dunia! Tongkat ditancapkan tumbuh pohon. Bukan lautan hanya kolam susu.
”
Gw yang apatis ini hanya bisa menggantungkan tanda tanya dalam kepala. Kira2 mereka semua itu menggunakan data yang berasal dari Biro Pusat Statistik ataukah dari Buku Dongeng Pengantar Tidur Anak, ya? Mungkin ide bagus jika menambahkan “dan akhirnya semua orang berbahagia selamanya” pada bagian akhir (mungkin) orasi keilmuan atau (sepertinya) essai ilmiah tersebut.
Kata orang pintar, data dapat mencerdaskan bangsa.