Mendung masih bergayut di langit Gamping. Aku sedang menghitung hari-hari baruku ke depan bersama si kecil dan suamiku. Banyak, terlalu banyak bahkan, asa dan angan yang kutitipkan pada rinai hujan yang lalu tersapu ke tanah atau sesekali bisikan lrih yang menelusup menelisik jemariyang terpangku diatas kain hijau bersulamkan gambar masjid madinah. Ahh, inilah har-hariku. Tiada dapat kuhindari pun kutolak jua. Telah lahir buah hati maka bersamanya hadirpula sederet tanggung jawab. Lihatlah, setiap pagi suamiku pergi menuju tempatnya bekerja meski kutahu sangat masihlah ingin dia berbaring barang beberapa saat lagi. Aku, yang dahulu sangat hobi bangun siang,kini tak ayal sirna sudah. Hariku sudah dimulai meski ayam jago milik tetangga belum lagi berkokok. Subhanallah, begitu besar hikmah yang setiap saat hadir dalam biduk rumah tanggaku.
Karenanya, kuharap, tak ada yang mencibir perjalananku mengayuh biduk bersama suamiku. Kalaulah ada prahara, biarkan kami mencerna,karena ini memang perahu kami,kecil memang tapi tetap milik kami, sah.
Hujan sepertinya akan mulai turun. Aku harus segera berkemas, mengangkati cucan yang belum kering betul lalu kembali mendekap si kecil, menemaninya berceloteh dan membacakan isi dunia ini padanya
hhihihihi… isi dunia, ada-ada saja. Lihatlah,menatap matanya yang masih bersinar polos seakan tak ada dusta yang mampu tercipta. Semalam, si kecil sempat menangis keras, tak jua reda meski kupeluk erat.Rupanya, diamengert ibunya sedang kesal padanya
heheheh.. sebentar sajakok, sesudah disodori nenen maka dia pun terlelap 
Ibu. Mudah saja mungkin bagi yang memang memilki ibu dan tinggal bersama ibunya sebelum menjad Ibu. Bagiku, tidak gampang meski bukan tidak mungkn juga. Aku, yang sedari umur 5 tahun sudah tidak merasakan kehadiran seorang ibu,tidak tahu rasanya bergayut manja di dada dandipelukan seorang ibu..kini harus bisa melakoni dan menjalani peranku sebaga seorang .. IBU. Duhai, besar harapku pada sang pemilk segala memberkan diriku bekalan sabar yang tada bertepi hadir dalam relung hatku..untuk kini, esok hingga selammanya..karena.. kini, esok bahkan selamanya, aku adalah seorang IBU.










Masalahnya, hasil usg pertama dengan haidku beda jarak sampai 3 mingguan gitu deh. So.. *sambil lirik ticker yang ada 2 model* perbedaan itu baru kerasa efeknya pas kehamilan tua ini
tapi durasinya naudzubillah panjangnya.. walhasil.. kalo udah gitu tinggal diriku yang ngamuk2merintih tiada henti
asti karena udah ga tau lagi mau ngapain aku yang ga jelas gitu