Tak disangka pada sing bolong ada yang orang nyasar sms, ” had, kowe ngangur ora? nek ra eneng gawean tlpn aku cepet, kowe wis lulus durung to?”
Prasaanku langsung hancur berkeping2
tak disangka yang sms didit. Kirain ada yang penting teryata hanya bisa bikin pening, dimasukan dalam perkumpulan birokrasi yang berbelit2 yang pernah dirasaiin, mau tau apa?
Birokraknya UGM teryata. Diajukan menjadi salah satu panitia pameran yang dikerjakan oleh bagian kerja sama internasional, ada enaknya banyak nggaknya
Kalo masalah koneksi internetnya, wuh…. wus wus wus….
Tapi kalo dapet masalah dengan yang namanya ngajuin laporan, ampun deh, sama birokrasinya di elins kalah bo… gimana nggak? asal mau ngeluarin proposal harus melalui yang namanya presentasi. Gak tanggung presentasinya harus detil dan berani di bantai sama orang2 birokratnya UGM. Gak hanya itu kadang kala kalo nggak terima, revisipun diminta. Gak cuma itu teryata… model presentasinya mirip pendadaran kata sang patner sih dari HI gitu.
Jadi bingung, jadi panitia kok kayak orang pendadaran, padaha nanya anak2 yang habis pendadaran sih katanya plong, tapi teryata hapis presentasi, tantangan berikutnya menunggu. ya kayak habis wisuda belum dapet kerjaan gitu he… 