
Selama di Guilin, China, saya makan di sebuah warung mie halal yang dipunyai oleh seorang muslim. Dari raut mukanya, orang China muslim ini kayaknya berasal dari China daerah mongol.
Di warung yang saya tidak tau namanya (karena pake tulisan China dan pelayan dan pemilik warung tak bisa berbahasa Inggris, sehingga dalam komunikasi kami selalu menggunakan bahasa tubuh), kami makan tiap hari sehingga pelayan-pelayan sampai hafal.
Untuk menu mie, setelah memesan, mereka akan membuatkan mie-nya terlebih dahulu, yaitu mengambil segepok adonan tepung, kemudian menggulung-gulung dan menarik-nariknya menjadi mie, kemudian merebusnya. Walhasil, jadilah mie yang empuk, kenyal, namun sangat mengenyangkan. Kami bahkan sampai meminta agar porsi mie dikurangi. Rasa masakanannya pun enak dan murah. Seporsi cuma sekitar 6-10 Yuan yang bila dirupiahkan sekitar 7-13 ribu seporsi.
Warung ini terletak persis di sebelah Bank of China yang terletak di persimpangan tepat di jalan Zhongshan Nanlu.
Ah, saya jadi kangen dengan warung mie ini.








