Kemarin saya pergi ke Guinness World Series of Pool di Mal Taman Anggrek. Pemain-pemain bilyar kelas internasional berlaga 10 ball dengan pertandingan (dan pemain internasional nan cakep) yang memanjakan mata.
Saya jadi ingat bertahun-tahun lalu saat saya baru masuk kuliah, saya dan teman-teman kepingin sekali belajar main bilyar. Sepertinya akan keren sekali kalau kami bisa main bilyar.
Tapi bagaimana caranya? Untuk minta diajari teman yang jago bermain bilyar, kami gengsi. Pasti malu, karena pegang stick pun kami belum pernah. Lagipula, harga sewa meja bilyar perjam tergolong mahal untuk mahasiswa kos macam kami.
Salah seorang kawan punya ide. Waktu itu di dekat kos ada tempat bermain bilyar yang sepi, lalu memberikan promo bermain gratis bagi para gadis setiap hari tertentu. Ladies free, ceritanya memajang bunga untuk mengundang kumbang.
Maka datanglah kami berempat pada hari itu. Gratis. Di tempat yang sepi.
Masalahnya sekarang, siapa yang mengajari? Kami minta diajari oleh mas-mas petugas bilyarnya. Super riwil mulai dari cara pegang stick sampai aturan main.
Jadilah empat gadis main bilyar dengan gaya aneh, bola sering meloncat keluar meja. Satu game bisa selesai dalam waktu berjam-jam karena bola tak masuk-masuk.
Apakah kami jadi ahli? Tentu saja tidak. Tapi kami mendapat pelajaran, bahwa ilmu ada dimana-mana dan bisa didapat cuma-cuma asal ada kemauan.
Dan ilmu main bilyar juga bisa didapat dari nonton langsung permainan para atlet WSOP lho. Final hari ini, gratis. So come and see them.
NB: Foto Irsal Nasution, pebilyar Indonesia yang masuk empat besar. courtesy Guinness.








