Di suatu siang, di sebuah ruang kelas suatu universitas. Sebut saja Universitas Bulaksumur (UB). Di ruang tersebut sedang diselenggarakan aktifitas belajar mengajar dan sebut saja mata kuliah yang diselenggarakan adalah Pengantar Indahnya Indonesia (PII). Setelah matakuliah berjalan sekitar 10 menit, tiba-tiba ada seorang mahasiswa semester paling tua (berdasar ukuran semester normal) memasuki ruang perkuliahan dengan wajah cerah tanpa perasaan bersalah. Dengan tanpa sedikitpun rasa jumawa menodai hatinya walaupun sudah menyandang predikat senior di mata mahasiswa peserta kuliah yang lain, ia pun bersiap mengambil tempat duduk. (more…)