

Sayah capek. Ngantuk. Lemes. Siap terkapar di kasur.
Tiba-tiba di TVOne kok ya ada debat tentang kasus heboh minggu ini. Kontroversi Infotainment VS Luna Maya.
Jiwa KELOMPENCAPIR*) sayah terpanggil. Buka macbook lagi, hidupin TweetDeck, siap laporan.
Anggota debat dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok wartawan yang tersinggung dengan Luna Maya (notabene tampaknya dari kalangan Infotainment). Lawannya tentu adalah kelompok wartawan yang tidak tersinggung (yang tampaknya datang dari kalangan non infotainment.
Dan ini kopi paste dari hasil ngoceh di twitter.
Pak Bambang (Kubu Tidak Tersinggung) : “PBB sudah menghimbau agar pasal kriminal terhadap pencemaran nama baik untuk dihapus..”
Pak Bambang (Kubu Tidak Tersinggung) : “Kriminalisasi trhdp hak berpendapat itu menandakan msh terbelakangnya demokrasi suatu negara..”
Pak Bambang dari Kubu Tidak Tersinggung ini lebih lanjut ngomong, kalo wartawan yang seharusnya paling berkaitan dengan hak kebebasan bersuara, harusnya ndak memakai pasal kriminalisasi pencemaran nama baik. Dan dia mengingatkan, bahwa sebagai wartawan kan ya udah biasa menghadapi caci maki dan hinaan. Lalu kenapa yang satu ini jadi masalah bahkan sampe diperkarakan dengan pasal kriminal pula?
Tadi, ada satu org di kubu tersinggung ngomong : “BOHONG KALO ORANG TUA KALIAN GAK SUKA NONTON INFOTAINMENT..!!” 
Wahaha.. Debat memanas. Seorang Ibu berbaju batik dengan semangat tinggi dan nada menghentak berusaha membela kehormatan label “INFOTAINMENT ADALAH WARTAWAN”.
Kubu Tersinggung : “Yang mendukung Luna Maya itu berapa sih? Di facebook cuma ada 70ribu. Padahal pemakai facebook itu jutaan loh. Berarti sisanya gak dukung Luna Maya kan?”
Yang satu ini sungguh membikin geli dan langsung otomatis ketawa dengernya.. Ya sodara-sodara pikir sendirilah sebabnya..
Kubu Tersinggung : “Wartawan yang kameranya menyenggol sudah minta maaf ke Luna Maya. Kok tiba-tiba Luna marah-marah di twitter..”
Kubu Tersinggung : “Waktu wartawan ndeketin Luna Maya, dia itu gak pegang anak. Tapi terus dia ambil tuh anak digendong. Udah biasalah kita liat artis yang pengen berusaha bikin citra sensasi biar dikira gini dan gitu..”
Um. Sayah sendiri sebenernya masih bingung kronologis kejadiannya gimana..
Ada yang bisa membantu?
Kubu Tersinggung : “Luna Maya beda dengan Prita Mulyasari…. blabla.. Mestinya Luna Maya sadar kalo popularitasnya bisa membunuh banyak orang”
Kubu Tersinggung : “Dialog ini sbnrnya jalan, kl Luna Maya mau duduk ngobrol dgn kami, wartawan infotainment. Tp dia menolak ketemu..”
Kubu Tersinggung : “Luna punya hak marah. Tapi pemilihan kata-katanya itu..”
Kubu Tersinggung : “Desi Ratnasari lekat dengan citra ‘NO COMMENT’ selama 10 tahun. Gimana kalo Luna Maya jadi lekat dengan kata PELACUR?
Umm.. Tika Bisono sempet ngomong di depan reporter kalo Luna Maya masih perlu dididik lagi emosinya.. Mungkin kalo mbak Bisono ituh ketemu sayah, dia bakal menyarankan kalo sayah perlu ikut pelatihan dan ambil mata kuliah ‘CARA NYASAR YANG BAIK DAN BENAR’.

Kubu Tidak Tersinggung : “Infotainment apakah berbadan hukum? Ada ijin usahanya gak? Kalo ada ijin, benarkah itu badan penerbitan pers?”
Kubu Tidak Tersinggung : “Wartawan itu tidak boleh outsourcing. Nah, kadang2 infotainment itu meng-outsource wartawan..”
Kubu Tidak Tersinggung : “Apakah PWI punya kode etik jurnalistik? Kalo misal punya, gimana kalo ada anggota PWI yang melanggar kode etik?”
RT @FaDompas: Hans Miller (Wk Ketua dep Infotainmen PWI): “PWI pasti memberikan sanksi kepada anggotanya yang terbukti melanggar kode etik.”
Wakakakak.. Kok debatnya jadi melebarluas begini ya
Jadi saling menuding keabsahan gelar wartawan.. 
Kubu Tidak Tersinggung : “Luna Maya itu mau ketemu kalian, kalo kalian mau mencabut tuntutan. Ini ada smsnya..”
Kubu Tersinggung : “Eh? Kpn dia ngmg gitu? Terakhir td saya liat di SCTV jam 6 masih blom mau ketemu..”
TETTOOOTTTT…!! Mengucapkan nama TV lain.. Kurangi 10 poin..!! 
——————————————————————-
*) KELOMPENCAPIR :
Kelompok Pencela dan Pencibir.
Nama ini pertama kali tercetus pada saat debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, oleh Sir Mbilung Ndobos. Kelompok tanpa bentuk ini juga biasanya muncul sewaktu-waktu secara sporadis bila ada sesuatu yang nikmat serta berpotensi untuk dituding-tuding. Pelaku KELOMPENCAPIR diduga memiliki kelainan mental dan kekurangan kasih sayang.