-
-
2:27
»
Arya Perdhana
Saat duduk di bangku SMU, saya pernah punya seorang guru yang cukup revolusioner. Dia guru yang jauh dari kata konvensional; baik dari cara mengajar dan bergaul dengan murid-muridnya.
Namanya adalah Tri Joko H (duh, saya lupa ini huruf H singkatan apa :D). Biasa dipanggil Pak TJ. Dia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dia adalah orang yang membuat [...]
-
-
19:37
»
Arya Perdhana
Ketika menonton Casino Royale, saya takjub dengan interpretasi Daniel Craig tentang tokoh agen rahasia paling terkenal di dunia, James Bond.
Bond yang lekat dengan citra pria flamboyan –dan itu didukung dengan pemilihan aktor yang memang juga flamboyan seperti Sean Connery atau Pierce Brosnan– sukses diacak-acak oleh Craig. Lewat akting Craig, Bond jadi sosok agen rahasia yang [...]
-
-
3:39
»
Arya Perdhana
Sebetulnya, saya malas mengirim SMS ucapan Idul Fitri yang isinya templet. Tapi saya pikir nggak apa-apa juga lah. Hitung-hitung memanfaatkan pulsa yang numpuk nggak terpakai.
SMS yang saya kirim isinya begini kira-kira:
“Hore, besok/hari ini* sudah bisa makan siang-siang lagi, bisa pamer-pamer lagi, bisa foya-foya lagi, bisa bikin dosa-dosa lagi. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.”
Yang [...]
-
-
19:54
»
Arya Perdhana
Apa arti sebuah benda kenangan bagi Anda?
Beda orang, pasti akan berbeda pula jawaban yang muncul. Seorang teman pernah kehilangan ponselnya. Bukan soal harga ponsel yang menjadi penyebab dirinya menjadi sedikit bersedih. Menurutnya, ponsel itu memiliki kenangan karena melalui ponsel itu ia merayu seorang perempuan yang akhirnya menjadi pacarnya.
Saya juga pernah tinggal di sebuah rumah kos, [...]
-
-
8:58
»
Arya Perdhana
Tidak banyak orang yang mengenal Pungkas Tri Baruno. Itu sebelum hari Selasa, 8 Juli kemarin. Hari itu, Pungkas tewas saat mendaki gunung Gunung McKinley di Alaska, Amerika Serikat.
Usianya masih muda. Ia baru berumur dua dekade saat harus kehilangan nyawanya di punggung gunung bertinggi 6.194 meter di atas permukaan laut itu.
Saat membaca berita kematian Pungkas, ingatan [...]
-
-
20:19
»
Arya Perdhana
Ada yang membetot perhatian saya ketika saya berkunjung ke Jogja pekan ini, yaitu bermunculannya toko-toko berlambang huruf K yang dikelilingi lingkaran di beberapa tempat di kota yang menyenangkan ini. Toko, eh minimarket, ini berjualan non-stop alias buka 24 jam.
Dulu, toko-toko berbasis waralaba seperti ini cuma ada satu atau dua buah saja. Sekarang, contohnya di Jalan [...]
-
-
21:37
»
Arya Perdhana
“Kecintaan seseorang terhadap negerinya tidak selalu mendapatkan balasan,” ucap Michael Brin suatu ketika pada tahun 1979.
Ungkapan itu saya baca dari sebuah buku berjudul ‘Kisah Sukses Google’ yang ada di samping saya. Kutipan dari Brin itu saya baca beberapa minggu lalu.
Saya tak tahu bagaimana cara Brin mengucapkan kalimat itu, juga emosi dan perasaannya saat itu. Di [...]
-
-
12:24
»
Arya Perdhana
Ketika saya harus meninggalkan Yogyakarta pekan lalu, saya merasa bahwa langkah saya biasa-biasa saja. Enteng tidak, berat pun saya kira bukan. Ya, saya pada akhirnya harus pergi dari kota yang sudah saya tinggali semenjak empat setengah tahun lalu.
Pada akhirnya, saya sudah terdampar di sini, di sebuah kota yang pengap bernama Jakarta.
Jakarta modern adalah sebuah kota [...]
-
-
23:58
»
Arya Perdhana
Demi pageviews yang Maha Esa
-
-
23:30
»
Arya Perdhana
Di sebuah siang yang ramai di Rawalpindi, sebuah tragedi terjadi. Seorang pemuda tanggung membawa senapan dan memuntahkan pelurunya ke dada dan leher Benazir Bhutto. Benazir pun terhuyung dan akhirnya tersungkur. Perempuan itu pun tewas. Ia baru 54 tahun.
Toh serangan tidak berhenti di situ. Sang pelaku memicu bahan peledak yang ditempelkan di sekujur tubuhnya. Setidaknya, 23 [...]