Seperti janji yg telah sy kemukakan pada postingan yg lalu bahwa sy akan posting tentang Winamp VUmeter dan stereo VUmeter, maka kali ini sy akan posting yg Winamp VUmeter dulu, biar bs dicoba pada komputer butut yg masih menyediakan port LPT.
Sebelum mulai pembicaraan mengenai VUmeter, ada baiknya kita lihat apa itu VUmeter di sini. Bahasa gampangnya VUmeter itu adalah lampu LED yg berdisko sesuai dengan keadaan sinyal masukannya. Dalam hal ini, sinyal masukan berasal dari alunan musik pada Winamp.
Bahan2nya pun mudah didapat, sangat murah nggak sampai 10rb, yaitu :
- 8 standar LED (sy pake tipe 5mm : 2 LED hijau, 2 LED kuning, 2 LED orange, dan 2 LED merah)
- 8 resistor untuk membatasi arus yg masuk ke tiap LED, saya pukul rata pake 150 ohm 1/4W smuanya.
- soket laki port LPT (bhs gaulnya DB25 male connector).
- kabel secukupnya.
Dari bahan mentahan di atas, kemudian dirakit ke PCB dan disolder sesuai dengan gambar rangkaian di bawah ini :

Angka2 di atas disesuaikan dg angka2 konektor DB25.
Sehingga jika sudah dirangkai ke PCB, maka hasilnya seperti di bawah ini :

tampak bawah

tampak atas
“Selalu cek lagi hasil rangkaian kita minimal 2 kali jika akan dilakukan pemasangan ke komputer, karena kesalahan rangkaian bisa saja menyebabkan port LPT akan rusak!”
Selanjutnya, jika kita memakai OS berbasis kernel NT (Windows NT, 2000, atao XP) maka kita membutuhkan program tambahan yang bernama Userport. Dg UserPort, kita bisa mengontrol perangkat keras (misal parallel port), yang normalnya di-disable oleh NT kecuali untuk fungsi sistem. Kita harus menginstallnya dan kemudian menjalankannya dan menambahkan alamat “0×378-0×378″ pada kolom kiri, selanjutnya klik saja tombol “add”. Setelah itu, barulah klik “start” dan “update”. Jika ternyata kita temui pesan “Driver already started!”, klik saja “update”.

Kemudian donlot plug-in untuk winamp vis_leds.dll, dikopikan ke folder plugin winamp (defaultnya c:/Program files/winamp/plugin/). Lalu restart Winamp, dan kita cek “Winamp Preferences” melalui “Options > Preferences” dan sorot pada “Plug-ins > Visualization”. Jika plugin vis_leds.dll sudah terinstall benar, seharusnya terdapat tulisan “LEDs flashing machine [vis_leds.dll]” seperti gambar di bawah ini :

Selanjutnya kita bisa memilih 1 diantara 3 modul yg bisa menentukan model disco-nya LED, yaitu “Music ilustrator”, “Pitch separator”, atau “Boom indicator”. Kl sy suka yg “Boom indicator”. Jika kita tekan tombol “Configure”, maka akan muncul pop-up menu seperti di bawah ini :

Untuk menuntup menu di atas, klik saja “OK”. Kemudian untuk mengeksekusi agar LED bisa memulai disco berdasar sinyal dari musik Winamp, klik saja “Start”.
Hasil buatan saya, saya pasangkan ke komputer milik bapak saya, dimasukkan ke tempat floppy disk di casing-nya seperti di bawah ini :
Kalau disco LED yg dipasang di komputer saya, juga dipasangkan ke tempat floppy disk di casing. Hanya perbedaannya, yg dipasang di komputer saya adalah stereo VUmeter yang mengambil sinyal dari sound-out. Karena komputer saya memiliki 2 buah sound-out (yaitu rear-sound-out dan front-sound-out), maka disco LED stereo VUmeter saya pasangkan di front-sound-out, sedangkan rear-sound-out tetap seperti biasa digunakan untuk mengeluarkan suara ke speaker. Menggunakan 20 LED (10 LED untuk sinyal sound-out kiri, dan 10 LED untuk sinyal sound-out kanan), dan satu keunggulan lainnya adalah “software-less” karena mempergunakan IC sebagai drivernya. Ini sy kasih bocoran fotonya :

Ingin lihat cara pembuatannya? Do It Yourself edisi selanjutnya akan mengupas “Software-less Stereo VUmeter” ini, dan yg pasti jg disertai versi video hasilnya ktika berdisco.
Do It Yourself bung..!
———-
NB: “Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan akibat kesalahan pemasangan rangkaian.”