
Setelah habis jumatan, saya melanjutkan acara lunch bareng temen2 di kantor. Baru kemudian sms dari adik saya dian, meminta untuk di jemput. Tujuan pun beralih ke STIM YKPN. Nunggu 10 menit trus antar balik. Suasana pulang pun cuaca sudah mendung pekat, tapi ndak ada kepikiran sama sekali bakal ada bencana.
Adik saya sampai di rumah, saya pun langsung melaju ke kantor, sempat melewati pos parkir (alm.) dan masuk n duduk. Ga sampe 5 menit, hujan deras. “Yah hujan..”, gitu aj dalam benak saya. Namun tiba2 ada teriakan dari arah perpus, kl hujan ne ndak normal. Saya dan beberapa temen yang kebetulan 1 ruangan pun turut serta melihat dari kaca perpustakaan.
Angin itu “mosak-masik” pohon2 di depan kantor, para pedagang kaki lima diseputar kantor pun turut berteduh. Kejadian ne tidak sampai 5 menit, atap plafon lantai 2 mulai berjatuhan, teman2 yang berada di lantai 2 pun mulai turun ke lantai 1. Walaupun masih ada yang tinggal juga di lantai 2, tepatnya di bawah meja :).
Pohon2 mulai berjatuhan, salah satunya menimpa pos parkir dan tempat parkir, tower juga rubuh. Suara gemuruh angin kecang juga turut menegangkan suasana.
Kejadiannya begitu cepat, teriakan dari ibu2 turut mewarnai moment ini. Kepanikan ibu2 ini juga semakin bertambah ketika tidak bisa menghubungi anak dan suami-nya. Tidak lupa andre dan winda merekam moment ini dalam kamera mereka, dalam bentuk video singkat. Dan mas fathir juga menjadi saksi peristiwa ini, karena di moment ini dia tepat berada dalam perjalanan pulang setelah mengantar stwn, yuda, ryan_oke, aji dan tiga rekan KPLI Magelang untuk berangkat ke Bali menghadiri ILC 2008.
Ngomong2 soal ILC 2008, damn.. ga sempet email persentasi buat KPLI Meeting.. untung yuda membawa draft-nya. Sorry yud..
Sejauh ini korban tidak ada, cm komputer yang harus migrasi karena kebanjiran, termasuk server data dan film :(.
kita tunggu cerita, foto dan video dari mereka. Summon andre dan winda.
Foto-foto dari moment ini yang diambil sesempetnya bisa dilihat di Flickr.
Sementara liat Video hasil rekaman momon