
Story of the Second Princess
SinopsisBerlatar sebuah negeri fiksional di Cina, Kou, Ni no Hime no Monogatari mengisahkan tidak hanya hubungan cinta antara Putri Kedua (Ni no Hime) dan abdinya, Sei Sui, tetapi juga transformasi sang putri dari gadis yang penakut dan lemah menjadi seseorang yang dapat memimpin pasukan perang menuju kemenangan.
Prestasi Putri Kedua yang telah menyelamatkan negerinya mengubah pikiran raja, yang kemudian menawarkan tahtanya padanya. Dengan satu syarat: menikahi pangeran dari negeri sebelah untuk menjalin tali persekutuan. Tahta yang dahulu diinginkan Sei Sui untuk digapai Putri Kedua justru akan memisahkannya dengan gadis yang ia cintai. Bagaimana nasib dari kisah cinta antara dua orang yang terpisah oleh pangkat, dan takdirnya sendiri?
PlotBetapa kecewanya Sei Sui, anak dari perdana menteri negeri Kou, ketika ayahnya memberitahunya bahwa dia telah dijadikan abdi dari Putri Kedua sang raja. Dengan ambisinya yang tinggi untuk menjadi perdana menteri, dia jauh lebih memilih untuk mengabdi pada Putri Pertama, yang digosipkan akan menjadi pewaris tahta raja yang sakit-sakitan.
Kekecewaannya bertambah begitu melihat bahwa Putri Kedua adalah seseorang yang benar-benar berkepribadian lemah, hingga ke taraf dimana pelayannya sendiri dapat membentaknya. Namun, karena suatu insiden yang melibatkan kedua putri yang lain (Pertama dan Ketiga), Sei Sui pun bersumpah untuk menjadikan tuannya, Putri Kedua, pewaris tahta.
Selama bertahun-tahun, Putri Kedua belajar giat dengan didikan Sei Sui. Dengan perlahan keberaniannya tumbuh, dan ajaran Sei Sui diserapnya dengan cepat. Menginjak umur 16, dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita, walau masih dipandang sebelah mata oleh rakyat maupun ayahnya sendiri. Mendadak negeri sebelah, negeri Dou, memutuskan untuk menyerang Kou. Dalam situasi genting ini, Putri Kedua ditugaskan untuk memimpin pasukan tengah, yang paling beresiko diserang oleh musuh. Wajar jika Sei Sui pun meragukan keselamatan putri yang telah dia bimbing selama delapan tahun lebih. Namun di luar dugaan, pada saat inilah sang putri bersinar.
Cerita dan KarakterTerdapat dua karakter utama, Putri Kedua, dan abdinya, Sei Sui. Memang karakter sentralnya adalah Putri Kedua (lihat saja judulnya, haha), tetapi sebagian besar manga ini diceritakan dari sudut pandang Sei Sui. Satu-satunya karakter lain yang dapat jatah dialog yang lumayan adalah sahabat Sei Sui bernama Gekibou, namun dia hanya muncul once-in-a-while.
Pada awal cerita, Sei Sui yang berumur 10 tahun adalah seorang bocah yang keras kepala, dan ambisius akan kekuasaan. Harga dirinya yang tinggi membuatnya enggan untuk mengabdi pada Putri Kedua yang berreputasi buruk, namun juga membuatnya bersumpah untuk membawa Putri Kedua ke tahta kerajaan.
Dan Putri Kedua (berumur 8 tahun), walau lemah lembut dan baik hati, terlalu pemalu dan tidak berpendirian untuk dihormati orang. Dia dianggap rendah oleh rakyatnya, maupun keluarganya sendiri. Putri Pertama pun menyindir adiknya yang satu ini sebagai orang ‘tidak berguna’.
Tidak, fokus dari cerita ini bukan cinta yang membara antara dua orang ini (atau apa lah), tetapi perkembangan dalam Putri Kedua maupun Sei Sui. Sei Sui yang terlalu ambisius pun belajar bahwa pangkat bukan segalanya, dan mulai berjuang demi orang lain. Putri Kedua pun belajar untuk berani, dan mempercayai dirinya sendiri.
Build-up menuju klimaks cerita dimulai dari pertemuan pertama Sei Sui dengan Putri Kedua, dan masa yang mereka lalui ditampilkan dengan bertahap-tahap (dari saat Putri Kedua berumur 8, lalu 12, dan 16). Key event yang menampilkan perubahan dalam diri Putri Kedua adalah perang antara negeri Kou dengan negeri tetangga, Dou. Namun prestasi yang diraih sang putri dalam perang itu justru memiliki konsekuensi sendiri pada akhirnya (yang dapat dibaca sendiri daripada dibocorkan oleh saya
).
Ya, alasan sebenarnya saya membeli manga ini juga hanya karena saya suka gaya gambarnya hanya dari melihat sampulnya. Namun saat saya membuka bukunya saya juga tidak kecewa, karena gambarnya memang sebagus sampulnya. (Sayangnya, kualitas gambar ini tidak dipertahankan dalam dua cerita bonus setelahnya, tapi itu OOT ya). Ya, saya suka gambarnya yang tidak terlalu realistis namun juga tidak menggunakan mata yang mengambil tempat lebih dari setengah wajah~
Gambarnya konsisten (yang saya maksud dengan konsisten ya wajah seorang karakter tidak berubah-ubah tiap panel dan bisa langsung dikenal
), dan yang saya suka itu tebal-tipis yang nampak pada lineartnya yang juga mengalir dengan ‘halus’. Selain itu, background seperti natural landscape maupun bangunan juga digambar dengan baik.
Baju juga nampaknya digambar dengan teliti. Dan bervariasi! (Paling tidak dalam warna. Ah, indahnya komik shoujo), dan salah satu ciri khas komik shoujo, toning, digunakan dengan sempurna! Tidak terlalu sedikit, tetapi tidak terlalu over juga, pas. Dan itu menambahkan keindahan dalam artworknya. Dan sebagian besar karakternya memang cantik/tampan, tapi namanya juga komik shoujo. 
Sudah ada (oleh Elex)! Makanya beli, hahaha… Terjemahannya agak berbeda dengan mangascannya, tetapi saya rasa sudah cukup baik kok. Cuma saya tidak mengerti mengapa banyak nama karakter yang tidak dicantumkan padahal di mangascannya ada.
InformasiJudul: Ni no Hime no Monogatari, Story of the Second Princess
Pengarang: Izumi Kaneyoshi
Seri: one-shot
Genre: Historical, Drama, Romance, Shoujo
Rating: PG-13 (13 tahun ke atas)
08/10
Download + Read OnlineAerandria (kolaborasi dengan Esthétique) — Download
Manga Fox — Online
Review by Infinite Inficio.
(6 unread)
