Sebuah film lawas. Aktor lawas, dan kerjasama lawas. Mulai dari Harrison Ford, disutradarai Steven Spielberg, diproduseri George Lucas, dan music scoring oleh John Williams, original package dari beberapa tahun yang lalu.
Awalnya saat mendengar akan dibuat lagi Indiana Jones 4 saya pikir tidak akan mungkin dibintangi kembali oleh si empunya, secara Ford bertambah tua. Bagaimana mungkin the old man melakukan petualangan dan melawan tentara Rusia dengan baku hantam. Tapi dugaan saya ternyata salah. Dia masih bisa melakukannya sama seperti dulu dan tidak termakan usia. Ini pasti karena dia punya istri yang masih segar muda seumur Ally Mcbeal
Cerita berawal dari ditangkapnya Indy dan Mac oleh KGB Rusia pimpinan Col. Irina Spalko (saya tak akan berkomentar kenapa lagi-lagi Russian harus dilibatkan sebagai the bad guy oleh film-film US). Permintaannya adalah agar Dr.Jones menunjukkan jalan ke sebuah kekuatan yang luar biasa. Sebelumnya sahabatnya, Dr. Ox dan Marion telah ditangkap terlebih dulu, tapi karena Ox menjadi gila, mereka pikir hanya Jones yang dapat mengerti Ox dan menunjukkan jalannya. Dengan anak muda bernama Mutt, Indy memulai petualangannya, mencari Ox dan Marion.
Ternyata semuanya berhubungan dengan tengkorak kristal yang dipercaya mempunyai kekuatan mahabesar yang dapat mengendalikan pikiran orang. Dari Nevada, New York, hingga Peru, mereka telusuri yang berakhir pada legenda El Dorado. Siapa saja yang berhasil mengembalikan tengkorak tersebut ke El Dorado maka akan mendapatkan kekuatan yang sangat dahsyat.
Seperti apakah tengkorak tersebut? Kekuatan apa yang bisa membuat Ox menjadi gila? Apa dibalik legenda El dorado? Dan Siapakah anak muda bernama Mutt itu?
Monggo ditonton sendiri …
Buat saya, film ini menghibur. Hampir sama dengan Indiana Jones versi awal, kuil, sarang laba-laba, tengkorak, hutan rimba, harta karun, kelas arkeologi, masih takut dengan ular dan topi tentu saja.
Memang ada beberapa scene yang terlihat terlalu studio. Ayolah, dengan Lucas studio seharusnya tidak lagi terlihat efek studionya. Dan ada pula plot-plot yang membuat saya geleng-geleng kepala, terutama ending ceritanya, i felt like a boy with lollipop on my hands
Tapi sekali lagi, saya tentu tidak akan melewatkan film lawas ini begitu saja. Ada beberapa adegan seru yang baru saya temui. Seperti memfungsikan ular sebagai tali, lemari es dari bahan timbal yang tahan dengan bom nuklir, dan pengetahuan bahwa gigitan kalajengking yang besar kalah mematikannya dari gigitan kalajengking ukuran kecil.
Film ini worth it sebagai tontonan yang ringan. Film bergenre fantasi petualangan beberapa scene nya memang ada yang hiperbola, tapi disitu serunya. Belum lagi ditambah scoring Indiana Jones asli John Williams, benar-benar diperuntukkan untuk nostalgia setelah jeda 19 tahun dari film Indiana Jones and the Last Crusade.
Seperti papa yang saya ajak nonton. Walau dengan susah payah berjalan, tapi dilakukan demi nonton film favoritnya. Dan beliau puas bernostalgia rupanya 