Di antara kantuk saya menunggu seorang sahabat dari Jakarta di Stasiun Tugu Yogyakarta minggu lalu, tiba-tiba HP saya berbunyi mengabarkan sebuah pesan masuk.
Aha.. ternyata lelaki itu masih resah dengan keberuntungan yang didapatnya. Sudah beberapa hari dia menggigau tentang segala gundah karena seorang wanita yang mencintainya sepenuh hati, wanita yang selalu ada disampingnya. Kadang saya tidak habis pikir, kenapa dengan keberuntungan seperti itu pun, kerisauan bisa menghampiri hatinya?
Karena lelaki satu ini adalah sahabat terbaik yang selalu menerima cerita gombal saya di kala risau juga, saya pun menemaninya ber-SMS pagi itu.
“Ketawa ga ketawa, tem. Gw dari semalam ga bisa tidur. Kepikiran kata-kata abang gw. Go alone until 30 something, habis itu lu baru mikirin bini..”
Cuma senyum. Lalu saya menuliskan balasan,
“Kalo kata tmn gw, jalan hidup kacau krn wanita mulu, brarti ga boleh jadi co baek2..just have fun with them,..so, mending kumpul duit dl, br trs jadi co brengsex..ha3x..mau? Showmustgoon!
“
Dan 2 menit kemudian, ketika MU mencetak gol, balasan sms datang.
“Kalo ‘cuma’ jd co brengsek, gw yakin dengan kondisi sekarang pun, kalo lu mau kasarnya, lu ato gw yakin dah bisa nidurin banyak wanita..”
Dan dengan PD saya membalas,
“Bagaimanapun, baek ato brengsek sekalipun, cewe tetep butuh modal…bukan skdar gombal..”
Lalu balasan lainnya - setelah TV menyiarkan tunda Barcelona,
“hahaha…mending lu ke jkt aja dul, biar bs ngobrol banyak kita. Gw mo subuh dulu..Lu msh rajin solat, tem? Gw msh..tp jarang ngobrol ma Dia..”
Anjrit! Malah menanyakan urusan sholat segala ini bocah. Tidak saya jawab. Karena Barca sedang seru-serunya. Dan sms lanjutan datang.
“Tapi bukannya some man born to save the world? (njrit, ngomong apa gw yak)”
Hahaha..gantian dia yang mengingatkan saya. Sepertinya dia sadar sekali kalau temannya ini juga sedang resah oleh urusan wanita. Saya cuma tersenyum, dan menjawab se-sotoy-sotoy-nya umat.
“Some man…brarti gw boleh milih…you’re the man to save the woman. and me as a man to save the world…ha3x..well okey, i’ll take my part being 30..
“
Petugas kereta mulai memberitahukan bahwa kereta Senja Utama dari Jakarta telah tiba. Saya pun siap-siap bergerak untuk mencari teman saya. Dan 2 sms masuk seperti wangsit di subuh dingin itu.
“yg trpikir org2 kyk gw, dan mngkn jg lu, bisa sebegitunya “down” cuma krn wanita..kehabisan energi mikir mereka. Membuat lupa peran utk menjadi ‘kalifah’… ”
“Semua rencana2 besar gw tiba2 brubah. Menjadi bgmn gw bisa dapet duit buat persiapan bangun keluarga bersama dia. Bukannya itu salah, manusia sekali malah..”
Ah, kau benar sekali, sobat. Terkadang kita lupa kalau kita cuma manusia. Dan wajar untuk bersikap manusiawi. Untuk apa mendramatisir hidup, jika memang kodrat kita hanya menjadi manusia?
….
Dari kejauhan, lambaian tangan wanita manis itu terlihat di balik keramaian penumpang yang turun. Saya membalas dengan senyum.
Related Posts
- Objektif
Dulu sekali, pernah ada istilah beken "Shot The Message, Not The Messenger". Bagaimana ngeshot message yang benar? Atau minimal coba-coba menilai secara objektif? Atau lebih ekstrim lagi - Belajar cuci otak??
Mungkin menonton film "Ayat Ayat Cinta" (AAC) bisa menjadi...
- Roomster.net, Found Your Great Apartment and Best RoommateRoomster.net, an unique roommate and apartment matching service that connects members using personality traits, interests, keyword searches, and social attitude. Now the new feature included the integration of Google maps into its search results. All listings on the map...
- Bulan Desember Plus Kondom-lahh…
Desember telah tiba... Dan lagu berganti, setelah "November Rain" tak geber sebulan penuh di PC ini.
Desember, kalau melihat jadwal Ultah, blog ini juga bakal Ultah pertengahan Desember ini. Gerakan Aceh Merdeka - GAM juga ultah di 4 Desember - bersamaan dengan Mbak ...