
Banyak tempat yg saya jajaki terutama yg perkampungan. Hal yg unik saya jumpaiĀ adalah orang2 yang dengan cuek tanpa mengenakan alas kaki. Tidak hanya di pelosok desa, bahkan beberapa waktu yang lalu saya temui ibu2 yg ke pasar tanpa mengenakan alas kaki. Atau bahasa jawanya NYEKER.
Aktifitas Nyeker,sepertinya banyak hal yg positif.
Kenapa bisa begitu..???
Mau tehe..???
Boleh percaya boleh ga, bahwa pola hidup yang senderhana membuat umur kita relatif lebih lama di banding yg gaya hidup mewah. Misal,masyarakat yg hidup dilereng gunug merapi. Meraka jarang ada yg terkena sakit jangung, sakit stroke dan lain2. Hal yang sama juga saya temui di kampung naga beberapa hari yang lalu. Kebanyakan orang2 yg hidup di perkampungan tadi, jarang menggunakan alas kaki untuk aktifitas sehari2. Dan ternyata hal itu berbanding lurus dengan pola kesehatan mereka.
Perlu di ketahui,setiap kaki memiliki 26 batang tulang, 33 sendi dan aneka macam urat dan otot. Jadi bisa di bayangken, jika otot2 tadi di beri senam secara periodik dan secara alami.
Artinya,dengan NYEKER,membuat otot2 tadi bergerak dan secara ostosmastis akan me-mompa peredaran darah ke seluruh tubuh secara sempurna.


Menurut teori refleksologi, titik-titik refleks di telapak kaki berhubungan dengan seluruh organ tubuh, mulai dari kantung kencing, usus, lambung, hati, ginjal, limpa, pankreas, sampai jantung. Bagian atau titik yang jumlahnya tak kurang dari 70 ini tersusun membentuk suatu peta tubuh di kaki.
Oh,pantes saja orang2 yang ter-marjinalkan oleh kehidupan moderen, rela beraktifitas tanpa alas kaki. Dan ternyata rahasianya ada ditelapak kaki.
Mau sehat secara alamai..??? YA NYEKER..!!!
Salam
Pepeng
eScoret