Tak disangka hari itu tiba juga. Setelah 3 tahun berkecimpung dalam dunia perkuliahan teryata hanya dengan 1 hari saja perkuliahan yang selama itu di pertaruhkan. Diperjuangkan didepan para pemuka adat dan pemangku tahta wilayah elektronika instrumentasi yang notabene adalah para budak rangkaian analog dan programer bahan selama 3 tahun tidak berarti sama sekali. Hanya dalam 1 jam saja olah kanuragan yang di lakukan di kawah candradimuka begitu sia-sia. Betapa tidak dalam waktu 1 jam para pemuka adat menyerang dengan jurus-jurus yang tidak disangka-sangka. Bahkan selama 3 tahun serasa hanya 1 jam
Lebih tak disangka lagi sang guru (Mr. P) adalah pemberi serangan pertama yang bertubi-tubi tak henti-hentinya hingga sang pemangku tahta (mas irwan) lah yang mencegahnya. Belum luput dari jurus sang guru, pemangku tahta oleh sang guru di daulat mencoba jurus-jurusku selam 3 tahun. Jurus pertama yang dikeluarkan oleh pemangku tahta langsung menembus pertahanan dalam bab pembahasan data hasil. Begitu marahnya sang pemangku, betapa tidak jurus yang pernah diajarkannya pada awal pelatihan semester 2 tidak aku aplikasikan dalam pembahasan. 4 pertahanan data hasil langsung di oprek habis-habisan gara-gara salah pemasangan tanda koma :))
Belum cukup puas, sang pemangku menerobos jurus terakhir kesimpulan. Terdapat beberapa jurus kesimpulan yang kurang spesifik hingga dipertanyakan bahkan sempat jadi bahan lelucon saat pertarungan berlangsung. Apa yang aku takutkan sebagai anak didiknya selama 3 tahun ini tidak terbukti. Jurus-jurus perhitungan analog yang njlimet bahkan butuh kesabaran keras unutk melafalkannya teryata tidak terdengar suanya dari sang pemangku tahta. Bahagia dan senang menghinggapi saat pertarungan berlangsung teryata di wajah sang pemangku tahta yang biasanya serius tergambar senyum yang merobek ketegangan. Allhamdulillah.. hanya itu yang bisa kuucapkan dalam hati. Walaupun masih terus bertarung melawannya tapi ada kesempatan buatku untuk terus tenang dan menguasai kondisi saat itu.
….. (bersambung)

):