Tulisan ini saya buat untuk seseorang yang ternyata bohong sudah menjadi bagian hidupnya dan berkhianat seperti urat nadinya..
Berbohong sepertinya sudah menjadi bagian pribadi sebagian diri kita. Kalau ditanya kenapa harus berbohong ada saja saja alasannya. ada yang menyebutkan demi kebaikan, demi kenyamanan dan demi keamanan. tapi mana ada sih berbohong itu demi kebaikan,kenyamanan dan keamanan tersebut. kebaikan siapa? kenyamanan siapa?ketentraman yang mana? dan keamanan yang mana??
seribu macam alasan itu hanya selalu menguntungkan pelaku berbohong itu sendiri. katanya sih agar yang dibohongi itu tidak bertambah sakit? Beuh…bulSHIT banget!!
namun dibalik apapun alasan para penganut mazhab berbohong ini,sebenarnya apa sih definisi kebohongan itu?
Sissela Bok mendefinisikan kebohongan adalah mengkomunikasikan pesan yang dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain,untuk membuat orang lain itu percaya apa yang kita sendiri tidak percayai.
Kebohongan tidak saja missinformasi tetapi juga meliputi segala pernyataan atau perbuatan yang direkayasa untuk menyesatkan,mengecoh atau membingungkan. Yang lebih celaka lagi,bagi pelaku berbohong ini kebenaran adalah kebohongan yang terus menerus diulang dan diceritakan ribuan kali. Orang yang berbuat bohong selalu menciptakan ribuan skenario,bila skenario satu gagal, diciptakanlah skenario baru. Begitu seterusnya.
Tidak perlu jauh-jauh untuk mencaricontoh kebohongan. Kebetulan saya sendiri sudah berkali-kali menjadi korbannya. Dan bodohnya saya tidak menyadarinya. “orang ini” sangat pandai untuk menutupi jejak perbuatan bohongnya. “Remah-remah roti” yang tanpa sengaja dia tinggalkan dan membuat saya curiga begitu lihainya dia hapus. Bahkan semua kecurigaan saya dengan argumen yang sudah saya yakini pun bisa dia sangkal dengan banyak cara dan alasan.
contoh sederhana:
saat saya mengetahui “orang ini” dekat dengan seorang gadis sebut saja namanya “YULIA”, insting saya mengatakan ada yang tidak wajar dari kedekatan tersebut. ketika saya menanyakannya “orang ini” berkilah bahwa YULIA adalah
saudaranya. Adik dari sepupu kakak iparnya, dan kedekatan mereka yang berlebihan itu hanyalah karena masih terhitung kerabat tanpa ada embel-embel lain.
namun,semua kebenaran saya dapati tepat sehari setelah saya mengikuti PESTA BLOGGER I Di Mega Blitz Jakarta. dan ternyata selama ini isnting saya benar.YULIA yang dia akui sebagai “saudara” ternyata adalah kekasihnya yang lain.Bahkan kedua orang tua mereka telah bertemu untuk “sesuatu” yang lebih.
dan saat saya menanyakan KENAPA dia membohongi saya selama 2 tahun, kenapa melanggar komitmen yang telah ada selama 4 tahun perjalanan panjang hubungan…jawabannya sungguh diluar dugaan.entah benar atau “orang ini” menciptakan lagi naskah baru..sungguh saya tidak tahu..
“kakaknya YULIA sangat baik, saat saya sedang kesusahan secara finansial keluarga dialah yang membantu dan bla..bla..bla…”
alasan yang membuat saya terkejut/shock. Bagaimana mungkin “orang ini” yang lebih dari 6tahun aku kenal telah berubah
pandangannya?padahal selama ini dia selalu mempunyai prinsip bahwa cinta tidak bisa dibeli dengan uang dan balas budi!!
tentu saja bukan kali ini dia berbohong. sudah berulang kali dia berbohong dan secara tidak langsung menyakiti hati. 3 kali ketahuan selingkuh dengan cewek2 yang saya kenal,belum lagi perselingkuhan dia yang tidak saya ketahui. tetapi, kebohongan yang dia lakukan kali ini adalah kebohongan yang terbesar,terparah dan unbelievieble.
Ok..balik lagi ke pembicaraan awal…
yang namanya kebohongan memang hanya dapat dipertahankan dengan kebohongan lagi. karena hanya itu satu-satunya jalan supaya tidak diketahui telah berbohong. ada tiga sebab kenapa orang-orang suka banget berbohong. dan jika satu sebab ini ada pada diri kita,sudah dapat dipastikan bahwa kita pasti akan gemar berbohong.
- Kebiasaan
jika ada anak dibesarkan dalam keluarga yang suka berbohong, dia akan tumbuh sebagai pembohong nantinya. ada satu peristiwa yang
membuat saya termenung dan menyadari bahwa ternyata justru orang dewasa dan orang tua tanpa sadar menanamkan bibit-bibit kebohongan kepada anak-anaknya.
sekitar 3bulan yang lalu,saat saya sedang berjalan-jalan di salah satu mall yang ada di yogya,saya melihat seorang ibu sedang menenangkan anaknya yang menangis dengan bujukan kalau berhenti menangis akan dibelikan es krim. dan tak berapa lama sang anakpun berhenti dari tangisnya.namun apa yang terjadi, saat sang anak melihat ada counter es krim dan menagih minta dibelikan,sang ibu bukannya membelikan namun justru terus saja berlalu.
- Kerakusan
kerakusan dan ketamakan kita terhadap apa saja,baik jabatan,uang, ataupun kenikmatan duniawi lainnya,akan membuat kita sadar atau tidak sadar menjadi pembohong kelas berat.
Note : sampai sekarang saya masih bertanya-tanya dan belum juga mendapatkan jawaban yang pas. sebab dari “orang ini” berbohong. karena kebiasaankah atau karena kerakusannya mencapai tujuan
hidup?
yang mana yang lebih mendominasi diantara dua alasan diatas,hanya Tuhan dan “orang ini” yang tahu.
-Kedengkian
kadang kedengkian yang dibarengi permusuhan kepada golongan lain mendorong orang untuk menjatuhkan orang lain dengan kebohongan.
Note:
entah alasan kedengkian atau sebab lain “orang ini”juga selalu mengatakan kepada perempuan yang menjadi sephianya,sayalah yang menghancurkan hubungan yang telah terbina selama 4tahun. jujur saya tidak mengerti?
bertahun-tahun saya mencoba untuk setia, untuk mempertahankan hubungan dengan segala cara,menampik tawaran dari banyak lelaki, memaafkan semua perselingkuhannya,menutup telinga rapat-rapat atas banyak suara suara sumbang/miring dari orang2 disekitar (bahkan dari teman dekat dia sendiri),kehilangan banyak sahabat.
Kebohongan,bagaimanapun keras usaha kita untuk menutupinya lambat laun orang akan menyadari dan mencium aroma dusta dari lidah kita. Perlahan namun pasti kebohongan tersebut
akan terdeteksi. dan pada saat itu terjadi,kita akan terkejut betapa sempitnya dunia ini ketika semua orang mengetahui kebohongan yang kita lakukan.
sekarang,yang bisa kita lakukan adalah berhenti dan bertobat atau mencari mangsa baru yang belum tahu jati diri kita.
beruntung jika memilih untuk berhenti dan bertobat dan berlaku jujur. karena kejujuran akan membawa kita kepada kebaikan,kebahagiaan. dan konsistensi (isiqomah). namun celakalah jika memilih mencari mangsa baru.
Ps : Kebohongan tidak akan Menang selama Kejujuran masih berdiri TEGAK!!
(2 unread)
. Sadar bahwa manusia pasti akan mati kembali
.
*

