2158 items (1450 unread) in 65 feeds
Berurusan dengan sesuatu yang baru biasanya melahirkan dua hal yaitu kegembiraan dan kesedihan. Kegembiraan karena pada umunya sifat kita adalah selalu ingin mengetahui sesuatu yang baru sedangkan kesedihan umunya berhubungan dengan bagaimana sesuatu yang baru tersebut kadang tidak sesuai dengan harapan atau terlalu sulit untuk dipahami.
Menggunakan Hackintosh selama beberapa waktu membuat saya merasakan dua hal tersebut diatas. Satu sisi ada kegembiraan dan kesenangan atas sesuatu yang baru yang dapat saya eksplorasi dan adanya kegiatan mengutak-atik dan disisi lain yang sampai sekarang belum saya temui
Kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai printer. Saya termasuk orang yang jarang sekali memakai printer dalam bekerja dan karenanya saya sedikit sekali mengetahui tentang seluk beluk printer dalam artian perangkat keras, sedangkan untuk menginstalasi lebih sering menggunakan ilmu “titen” next > next > next ala Windows.
Printer saya juga tergolong printer yang sudah masuk dalam kategori “museumable” atau layak untuk dimuseumkan. Canon BJC2100SP yang menjadi andalan sudah menemani saya sedemikian lama dengan jumlah refil isi ulang tinta yang sudah tidak terhitung lagi banyaknya dan beberapa kali bahkan terpaksa ganti cartridge.
Dulu, printer ini bisa menyemprotkan tinta pada lembaran kertas dengan baik sampai “kocrot-kocrot”, namun beberapa hari ini, nafasnya sudah tersengal-sengal dan semprotanya menjadi “kicrit-kicrit” yang menyebabkan hasil akhir yang diharapkan menjadi tidak sesuai dengan harapan.

Demi mendapatkan hasil yang baik, saya kemudian mendapatkan “lungsuran” printer Canon Pixma IP1700 bekas yang lumayan baik, dan kemudian ritual instalasi printer saya lakukan lagi. Pada Windows yang menjadi induk semang printer, instalasi tidak pernah lebih mudah daripada next > next > next. Yang menjadi masalah adalah ketika harus menginstal sharing printer Canon Pixma IP1700 ini pada Hackintosh dan menggunakannya dalam jaringan.
Belajar dari BJC2100SP, driver Canon untuk Mac terbukti tidak bisa dipakai untuk printer yang terhubung melalui jaringan. Namun pada BJC2100SP, hal ini dapat diakali dengan menggunakan driver dari Gutenprint.
Untuk Pixma IP1700, ternyata tidak didukung oleh Gutenprint yang mengharuskan saya mengaduk-aduk Google untuk mencari solusi yang dapat menjembatani Hackintosh dan Pixma IP1700 di sistem Windows. Dan ternyata jawabanya adalah piranti lunak berbayar yang bernama PrintFab yang dibuat oleh perusahaan Jerman bernama Zedonet.
Jika Hackintosh yang saya pakai adalah bajakan, maka akan memalukan jika kemudian saya menggunakan program PrintFab ini dengan membayar
Maka Google kemudian sekali lagi saya aduk-aduk dengan harapan menemukan kunci keramat yang dapat membuka kotak 30 hari.

Dan sekarang, Canon Pixma IP1700 terpasang dengan nyaman di Hackintosh dan bekerja dengan baik untuk mencetak melalui printer yang terpasang pada sistem operasi Windows yang terhubung melalui jaringan.
Mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan atau siklus jika orang yang pada awalnya berada pada posisi / jabatan bawah kemudian mendadak naek pada posisi / jabatan yang lebih tinggi dengan berbagai macam otoritas, sehingga terjadi perubahan sikap yang kurang berkenan bagi orang2 disekitarnya. Dan aku saat ini berada di sekitar mereka yang telah berubah sikapnya itu …. untuk melakukan klik2 mouse yang ga lebih dari 5 menit saja mereka2 itu sudah tidak mau padahal para bos2 di kantor pusat sana juga menerima data yang sama tapi ga ada komplen apapun. Ada satu hal yang cukup membuatku jengkel yaitu mengaku-aku dia sendiri yang membuat data ini itu tapi pada kenyataannya tidak dan mengaku sudah menyuruh si A mengerjakannya padahal nggak benar ….. mempersulit yang seharusnya bisa dipermudah.

Perhelatan akbar Pesta Blogger 2008 yang mengumpulkan para bloger (hampir) dari seluruh penjuru Indonesia kemarin boleh dibilang cukup sukses.
Saya beruntung bisa menghadiri perhelatan akbar tersebut, dengan motivasi yang tak lain dan tak bukan adalah kopdar, kumpul-kumpul, guyon goblok, dan gojek kere bersama teman-teman sesama bloger.
Selain datang telat karena faktor transportasi, saya juga kurang begitu suka mengikuti acara sambutan-sambutan yang biasanya menjadi acara “inti” dari acara-acara formal yang ada di Indonesia.
Begitu melakukan registrasi, saya yang datang bareng Dita dan temen-temen dari Blogor langsung menuju ke tribun atas untuk menambah kerusuhan yang sebelumnya sudah ditimbulkan oleh teman-teman gabungan dari CahAndong, Loenpia, BHI, dan TPC yang dipimpin oleh bagindaku bukan bagindamu atau baginda mereka.
Saya memang cuma ingin berkumpul dengan teman-teman yang lama tak bersua. Sejak di Jakarta, frekuensi kumpul-kumpul untuk gojek kere dan guyon goblok bersama teman-teman bloger memang jauh berkurang. Tentu karena faktor kesempatan dan waktu, yang ndak saya temui pas masih di Jogja.
Kami seolah tak memedulikan acara yang berlangsung di atas panggung. Buat kami, bisa berkumpul bersama teman-teman sudah cukup. Namanya juga pesta, jadi ya intinya berkumpul dan bersenang-senang, bukan?
Hingga tibalah acara pengumuman penghargaan kepada komunitas bloger yang dianggap mengusung semangat “blogging for society” seperti yang menjadi tagline Pesta Blogger 2008. Predikat “Most Promising Blogger Community” diterima oleh Bali Blogger Community, sedangkan “Blogging for Society Award” tak disangka jatuh ke CahAndong!

Senang bercampur haru langsung menyeruak. Saya dan Momon sang ketua kelas ditunjuk oleh temen-temen untuk maju dan mewakili CahAndong menerima hadiah berupa uang pembinaan 10 juta rupiah dari Oxfam, piagam, seperangkat komputer dari HP.
Namun CahAndong saya rasa ndak layak berbangga diri dan sombong, setidaknya setelah saya membaca profil Anging Mammiri pada CD yang disertakan di dalam goodie bag. Kegiatan temen-temen komunitas blog lainnya saya yakin ndak kalah bagus atau bahkan lebih keren dari kegiatan CA yang isinya kebanyakan senang-senang dan makan-makan ini.
Publikasi, adalah unsur penting yang dapat saya simpulkan. Viral publication yang dilakukan oleh bloger, merupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh besar. Terus terang, saya jarang membaca postingan mengenai kegiatan temen-temen dari komunitas lain, sehingga gaung kegiatan mereka ndak nyampe.
Sekecil apa pun kegiatannya, baik sosial atau bernilai ekonomis, jangan segan-segan mempublikasikannya di blog. Perkuat juga lini komunikasi lintas komunitas, karena kegiatan yang berbasis komunitas akan mampu hidup bila didukung oleh komunitas juga. Sebagai contoh, Gerakan 1000 Buku yang digagas temen-temen BHI yang awalnya cuman rasan-rasan dari pelataran Plaza Indonesia bisa sebesar itu karena dipublikasikan oleh beragam komunitas bloger.
Kekompakan, kepercayaan, dan rasa saling memiliki menjadi unsur yang juga penting. Jujur, selama kegiatan CahAndong, kami ndak pusing nyari sponsor untuk pendanaan. Dengan swadaya, swadana, saya yakin inilah kunci keberhasilan suatu komunitas. Kalo ada yang nyeponsori ya, alhamdulillah. Semangat memiliki di komunitas akan terbentuk dari kontribusi yang diberikan kepada komunitas itu.
Semoga ini bisa menjadi masukan bagi komunitas-komunitas lain di Indonesia sehingga dapat tumbuh pesat dan berkembang.
Terima kasih temen-temen CahAndong! Terima kasih teman-teman dari komunitas bloger lainnya! Terima kasih Pesta Blogger! Terima kasih atas semua dukungannya!
Setelah makan siang yang diselingi oleh interview dari beberapa media, saya dan Dita mengisi acara break out session yang mengusung tema “Ngeblog untuk Pemula”. Awalnya saya kurang pede untuk diminta mengisi acara berskala nasional tersebut, apalagi bila dibandingkan dengan para pengisi acara lain yang lebih ahli di bidangnya, namun saya berpikir karena saya juga bloger pemula, maka saya cuma ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman sesama bloger pemula.

Teman-teman yang ikut serta dalam diskusi kami sangat menyenangkan. Beberapa bloger tampak antusias dan khidmat mengikuti materi yang kami bawakan tersebut. Beberapa peserta bahkan meminta materi slide yang kami tampilkan. Nah, untuk materi, silakan diunduh di sini. Acara ini juga diselingi bagi-bagi goodie bag dan sebuah hadiah berupa handphone dari sponsor.
Di sesi ini, kami mencoba berbagi pengalaman mengenai bagaimana merawat suatu blog agar tetap tumbuh. Mulai dari sisi bloger itu sendiri, yaitu bagaimana menggali ide, memilih platform blog, hingga tips dan trik untuk membuat blog tetap hidup. Selain itu, kami juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana bergaul di blogosfer hingga membangun komunitas.
Selesai acara break out session, saya melihat mbak Perucha Hutagaol, sang Trinity, penulis buku The Naked Traveler yang saya kagumi. Setelah mengejar dengan kesetanan, akhirnya saya bisa mendapatkan tanda tangannya di buku dan berfoto bersamanya! Suatu kehormatan!
Hoho, moga-moga saya bisa berkeliling dunia seperti beliau. Amiieenn!!!

Acara bagi-bagi doorprize dari sponsor menjadi acara yang ditunggu oleh para peserta, yang diselingi dengan penampilan Mayla Faiza menggesek biola, akhirnya tiba. Saya sendiri ndak berharap banyak untuk mendapatkan doorprize yang memang bikin ngiler itu. Buat saya dan teman-teman, “menang ora menang, sing penting foto!”. Mendapat doorprize atau tidak, yang penting berfoto (dan berkumpul)!!

Selamat kepada panitia. Selamat kepada semua bloger!
Saya juga mohon maaf kepada temen-temen yang ketemu saya namun ndak saya sapa, bahkan ada yang saya sampai lupa namanya. Mohon maaf banget! Maklum, karena rame banget dan banyak banget, saya jadi bingung dan ribet. Yang pasti saya senang banget bertemu dan berjabat tangan dengan kalian!
Sampai jumpa lagi di Pesta Blogger 2009!
Gambar Blogging for Society Award diambil dari Flickr Tony Wahid dan gambar break out session diambil dari YeBeeS.
jengjeng matriphe! Viewed 238 times by 88 viewers
Kata sifat atau kata kerja?
Mungkin bisa dua-duanya. Menjadi kata sifat jikalau tidak ada obyek yang mengikutinya. Disebut kata kerja jika ada obyek yang menyertainya.
Dapat dipastikan aku bakalan terbunuh pelan-pelan jika rasa penasaran mulai memburu. Dari hal yang memang amat penting untuk dipikirkan sampai hal sepele cenderung bodoh. Seperti, “Kenapa Jakarta lebih sering tidak ramah?”. Atau pertanyaan bodoh bin tolol, “Kenapa saya musti begini, begitu, begono, bla..bla..” Ah keparat! Bahkan sekarang ini saya tidak tau siapa itu yang saya panggil keparat. Aneh kan? Memang penasaran itu aneh.
Ada yang bilang penasaran bisa dihilangkan atau dilupakan. Oke dihilangkan. Coba alternatif pertama. Kadang berhasil kadang gagal, lebih sedikit berhasilnya. Caranya? Dari hasil pengalaman baik yang gagal maupun yang berhasil dapatlah saya membuat kesimpulan, bahwasanya dengan “mencoba” dapat mengusir rasa penasaran secara baik-baik. Bagaimana kalo obyek yang membuat penasaran itu merupakan sesuatu yang dibungkus stigma negatif? Musti dicobakan jua? Teori pertama gagal.
Lupakan saja. Sudah saya bilang. Saya ini orangnya mudah penasaran. Bahkan hampir tidak ada yang menyangkal kalo saya ini cenderung ingin tau semua. Bukan urusanmu. Biarin. Itu yang bisa dan biasa saya jawab. Cuek? Siapa bilang cuek. Saya ini orangnya penasaran, bukan cuek.
Saat orang lain sibuk dengan hal penting, saya juga sibuk dengan “hal penting”, membunuh si itu yang disebut penasaran, Itu yang saya juga bingung kata sifat atau kata kerja, atau kata benda, karena yang bisa dibunuh cuman benda. Atau kata sifat sekalian kata kerja? Sudahlah.
Aktifitas sadis yang semua orang benci -termasuk saya- adalah bunuh-membunuh. Tapi kalo tak membunuh kita yang dibunuh? Killed or to be killed bukan cuman semboyan orang bisnis, itu tadi buktinya. Orang yang bertarung dengan pertanyaannya sendiri juga pake slogan yang sama, bunuh penasaran itu atau kamu yang akan dibunuhnya.
Setauku, saya ini orangnya mudah bersahabat pula tak sungkan mudah bersengketa. Termasuk ketika jumpa penasaran. Musti dibilang bersahabat. Apalagi kalau ada yang melihat saya jalan bareng sama dia. Sama penasaran. Saya gandeng erat-erat itu si penasaran. Sewaktu tersesat, diantara kami berdua, penasaranlah yang lebih sering menunjukkan jalan. Bukan saya menduakan Tuhan. Tapi memang Tuhan baik. Buktinya dia punya makhluk bernama penasaran yang selalu memberi semangat, memberi contoh, bahkan tak sungkan tanpa diminta mendorong untuk terus maju. Bisa dibilang mentor ku sejati.
Tuhan juga tak pernah lupa -tentu saja- mengirim penasaran untuk menggodaku. Yang ini lebih sering berakhir dengan pertikaian. Karena tentu saja aku kalah, kan dia mentorku. Dia yang selalu menang untuk permainan bernama kehidupan. Hidup seperti petak umpet manakala daku bermain-main dengan kesabaran. Musti tau kapan mengejar, kapan kembali ke kandang, musti banyak mencari, atau kamu kalah.
Bagaimana kini kabarnya hubungan kami? Masih. Masih sama seperti yang saya ceritakan diatas. Setia dalam persahabaran dan pertikaian. Saya juga penasaran kenapa saya musti cerita, musti begini. Aneh kan? Sekali lagi, penasaran memang aneh.
Komunitas Blogger Jogjakarta Cahandong memenangkan penghargaan Blogging for Society Awards di Pesta Blogger 2008. Menurut sang chairman -yang mengaku tidak ikut memilih karena belio juga anggota CA- Cahandong dipilih karena telah melakukan banyak kegiatan dalam setahun yang berdampak luas kepada masyarakat dengan menggunakan media blog.
Salah satunya adalah proyek nirlaba terbaru Cahandong, wajah jogja. “Semangat melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa dibayar adalah sebuah hal yang luar biasa,” kata Ndoro pada sesi bincang-bincang bersama CA di tengah pesta.
Sebagai salah satu anggota tentu saja saya merasa bangga kepada CA. Tapi sebagai pribadi, saya justru merasa tertohok. *jlebb* Sebagai blogger, apa yang sudah saya kontribusikan kepada society? Setidaknya kepada pembaca?
Ah sepertinya saya masih harus banyak berbenah. Untuk memberi, bukannya menuntut.
terimakasih pada Pitra atas fotonya!
Jam tangan saya sudah menunjukan 12 lebih sepuluh menit,padahl saya ada janjian dengan rekan2 saya untuk nongton pilm disalah satu bioskop di semarang pukul 12.30.
Huaaa..??jarang sekali saya punya kekuatan untuk bela-belain nongton pilm. Dimana diluar kost saya sudah turun hujan. Tiga atau empat kali dalam beberapa menit,petir sudah meraung2 dan menyambar.
Ada feeling yg membuat saya males keluar kost,apalagi sekarang di kost sudah terhubung kabel internet..huaaaaaaaa..begitu saya “setianya” dengan dunia internet hingga saya punya kemalesan untuk keluar kost.
Mau tehe..????
Hengpon saya berteriak,ada nada telpon dan juga SMS,ini pertanda rekan saya sudah di tempat bioskop yg sudah di sepakati sebelumnya.
Hujan makin deras,awan gelap juga makin menyebar hingga saya punya pikiran,klo hujan ini rata menguyur kota semarang ini.
Detik tidak lantas bisa di ajak berdiskusi,lambat tapi pasti waktu berputar terus. Motor saya geber menerjang mobil2 yg ada di jalan. Siang itu saya emang sengaja tidak mengenakan jas hujan,logika saya berkata:,”ah,mungkin yg hujan hanya 3-6 kilometer dari lokasi kost saya”..[red-percaya logika].
Teras,atau tempat2 yg bisa berteduh sudah banyak di isi para pengendara motor yg takut akan hujan. Ada beberapa mereka yg pake baju batik atau baju pegawai toko.
Jelas,alesan meraka pasti berteduh sambil menunggu hujan,seraya berharap baju mereka tidak terlalu basah.
Saya cenderung “ndablek” [red-bandel],sebab di pikiran saya,hujan hanya diturunkan pada wilayah tertentu,bukan seluruh kota semarang.
Berhubung air hujan sudah membasahi celana,hingga celana dalam maka saya ambil jas hujan yg ada ditas saya.
Cari tempat berteduh sementara sambil mengenakan jas hujan.!!! Yah,berharap celana dalam saya tidak basah,hingga pas nongton di bioskop tidak kedinginan. [red-itunya..u knowlah].
Jas hujan sudah nempel di badan saya,motor tetep saya geberrrr…sesekali saya lihat dihalte2 banyak orang yg berteduh dan anehnya ada bbrp mereka yg menggunakan jas hujan juga.
Emang hujan saat itu lagi puncak2nya. Dan aneh, kurang lebih 7 kilo dari tempat bioskop yg sebagai center point kita bertemu. Tidak sama sekali ada hujan..!!!!
Aspal bener2 kering dan bahkan muncul juga matahari siang itu..sungguh aneh.
Orang2 yg pengendara bersebrangan dengan saya,[red-beda arah].mereka menatap dengan mata aneh,Mungkin mereka berkata” Ga hujan kok pake jas hujan”..!!
Dalam hati saya misuh..” HANCUKKK..!!! daerah atas hujan CUK.”..!!!”
Sesampenya di parkiran,tukang parkir berkata “wah,wilayah atas hujan ya mas..??” dan aku menjawab “iya mbak,wilayah atas hujan deres banget”,sambil mengulurkan uang buat bayar parkir.

Moral cerita :
Jika anda terkena masalah,Problem,atau apapun itu yg mempengaruhi pikiran anda.Percayalah dengan apa yg ada di jidat anda..percaya apa yg di LOGIKA anda.
Hujan atau masalah emang akan selalu dan selau timbul, tapi jangan pernah berhenti atau menunggu masalah itu selesai hanya duduk berdiam diri..!!! Lakukan Action..!!! atau selalu ber-rotasi.
Dan percaya,hujan hanya turun pada wilayah tertentu…masalah itu hanya pada titik tertentu,jika anda bertidak lebih cepat,saya yakin masalah akan cepet teratasi.
“Deje el mundo cambiarle y usted puede cambiar el mundo”
Biarkanlah dunia akan merubahmu,maka hal sebaliknya.. kau akan bisa dunia sesukamu..!!!
Salam
Pepeng
eScoret
nb : terinspirasi dr film the argentine
Suatu sore di dalam bajaj pada perjalanan pulang dari hari kerja kantoran yang melelahkan. Bajaj yang gw tumpangin bersama seorang teman tengah ber-zigzag ria di tengah kemacetan Taman Patung Pak Tani ketika supir bajaj memberikan pertanyaan yang membuat pikiran kami berpikir ulang mengenai “kebanggaan terhadap nilai luhur ketimuran” yang sering diagung2kan masyarakat bangsa ini.
Pak Bajaj : Mas, mas tau gak gedung yang ada Satpamnya itu gedung apa?
Matahari : Gedung yang mana, Pak? Gedung yang menghadap ke Gambir itu Kedutaan Besar Vatikan.
Pak Bajaj : Bukan itu, Mas. Yang itu tuh (nunjuk ke gedung di sebelah Disnakertrans). Yang dijaga Satpam.
Matahari : Ooo, orang bilang sih itu Gudang Arsip Kedutaan Besar Amerika. Emang knapa, Pak?
Pak Bajaj : (konsentrasinya tetap kearah jalanan walopun kliatan jelas dia agak gusar) Satpamnya belagu. Masak saya mogok di sana disuruh cepet nyingkir. Suruh maju-maju terus. Akhirnya malah disuruh ngeluarin KTP.
Matahari : Terus, Pak?
Pak Bajaj : Ya saya bilang saya gak ada KTP. Emang sapa dia suruh2 ngliatin KTP? Gak liat apa saya lagi kesusahan mogok.
Matahari : Mogoknya tadi, Pak?
Pak Bajaj : Iya, waktu itu saya nganterin penumpang ke Atrium Senen. Pas saya bilang saya gak ada KTP, Satpamnya bilang ‘Dasar lu pribumi gembel’.
Matahari : Dia bilang gitu, Pak? (mlongo dengan ekspresi ‘what the f**k did you say?’ yang sempurna)
Pak Bajaj : Iya, emang gak liat kalo dia juga pribumi? Hampir aja dia saya pukul pake besi starter yang ada di bajaj. Emang kalo sudah kebanyakan dikasi makan sama orang asing jadi kaya gitu ya, Mas?
Matahari : ….
Yang mana yang pribumi?
Dalam darah gw mengalir darah Bapak yang berasal dari Banyumas dan Ibu dari Kendal. Brarti gw memang gak isa dibantahkan dikelompokkan pribumi Jawa. Tetapi ngeliat leluhur Ibu yang ada di Pesisir Jawa Bagian Utara kok gw gak yakin kalo tidak ada dari mereka yang berasal dari Tanah Sabrang Lor. Atau malah kalo liat dari kuatnya pengaruh Islam di Kendal, gw jadi agak ragu kalo dibilang gak ada dari leluhur gw yang datang dari daratan Tiongkok.
Gw yakin pulak bahwa gak sedikit yang ngalamin kerancuan serupa. Katanya Batak tetapi ibunya orang Semarang dan lahir di Semarang tetapi gede di Bali. Katanya Padang tetapi lahir dan gede di Bandung, lebih lancar bilang “peuyeum” daripada ngomong “ayam pop”, malah lebih apal jalan ke Ciumbuleuit daripada ke Limapuluh Koto. Trus, bagaimana dengan mereka yang punya Bapak orang Jerman plus Ibu Jogja tetapi lahir di Washington DC?
Sekali lagi, pribumi itu yang mana?
Amerika saja punya Presiden blasteran keturunan Kenya yang pernah tinggal di Indonesia. Ya, negara mulia yang tempat arsip kedutaannya dijaga oleh Satpam itu sekarang punya Presiden berkulit hitam. Padahal penduduk asli (native) Amerika adalah bangsa kulit merah. Sekarang masih zaman ya ngomong “pribumi”?
Atau mungkin bener kata Adi Andojo Soetjipto, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kehilangan harga diri (Kompas/13 November 2008)? Apakah penderitaan dijajah bangsa lain, pahitnya dikhianati para pemimpin bangsa, himpitan ekonomi, dan kenyataan bahwa warisan penjajahan ternyata masih dilestarikan oleh bangsa sendiri adalah hal2 yang menyebabkan bangsa ini kehilangan harga dirinya? Bagaimana mungkin sebuah bangsa lebih permisif terhadap bangsa lain tetapi represif terhadap rekan sebangsa dan setanah airnya? (polos mode: on!)
Kalo tuh Satpam udah terdoktrinasi atau udah dicuci otaknya sama yang ngasih duid perbulan buat ngejagain gerbang Selamatangkep beserta jalan masuknya, itu jadi masalah yang lain. Kalo ngerasa gak punya utang sama Negara ini walopun masih isa bebas bernafas, lepas berkentut, tiap malem kalo gak kena jaga malam masih isa ng*nt*t di dalam kamar rumah hasil kreditan KPR di Perumnas, pergi tugas jaga dari rumah lewat jalan mulus naik motor kreditan yang diisi pake bensin subsidi, makan minum masak pake minyak tanah subsidi, nyolok tivi isi sinetron pake listrik murah meriah, anak2nya masih isa sekolah di SD Inpres dengan fasilitas sekadarnya tetapi tentunya juga subsidi, dan guru2nya walopun dibayar murah tetapi statusnya PNS itu sih jadi masalah yang beda lagi.
Masalahnya bukan cuma “kehilangan harga diri kebangsaan” tetapi udah jadi masalah gak tau diuntung. Karena yang subsidi2 tadi gak lain dan gak bukan diambil dari pajak kristalisasi perasan keringet kuli2 yang dikatain “pribumi gembel” tadi.
Hiduplah Indonesia Raya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.

Hiyaaaa, bisa update blog ini. Jadi begini, sebulan ini saya praktis hidup bersama koper saya itu. Ada Dili, Kupang, Jogyakarta, Brisbane, Townsville, Great Barrier Reef, Singapura dan tentu saja Bali. Ada banyak cerita sebenarnya yang menurut seorang kawan semestinya ditulis. Tetapi toh pada akhirnya tidak ada yang ditulis. Tidak tentang cerita orang-orang Lamalera dan Boti, tidak tentang cerita pemandangan bawah laut The Great Barrier Reef yang masih kalah indah dibandingkan dengan Taman Nasional Wakatobi, juga tidak tentang mengayuh sepeda dari pasar Cebongan ke Warak. Semua cerita tadi akhirnya hanya diceritakan secara lisan saja kepada orang-orang yang tertimpa kemalangan karena duduk di depan saya dan harus mendengarkan saya ngoceh.
Mungkin karena saya lelah (kok ndak pernah lelah ngoceh ya?), atau memang sedang malas saja menulis. Semua itu akhirnya hanya tersimpan di ingatan saya yang sudah dari dulu memang lemah dan terserak di ingatan beberapa orang saja. Karena saya berkeyakinan selalu ada hal baik dari semua kejadian, perkara sepele dan ndak penting semacam jarang update blog begini juga ada berkahnya. Saya jadi punya bahan obrolan jika bertemu dengan kawan. “Ada cerita apa, blogmu sepi cerita”. Lantas, mengapa ini perlu?
Dua hari lagi akan ada kumpul-kumpul besar para blogger di Jakarta. Konon katanya laris manis, ada banyak yang akan datang nanti. Saya berencana untuk datang walaupun tampaknya akan terlambat. Kepada sang manusia kursi hajatan ini saya sudah berkabar, “dengan sangat menyesal, tampaknya saya tidak akan bisa mengikuti acara pidato-pidato”. Dia tidak berkeberatan, karena toh saya bukan salah satu orang yang akan memberikan pidato. Saya hanya ingin bertemu dengan banyak kawan yang sudah lama tidak saya jumpai, dan lantas bertukar cerita. Jika waktu yang tersedia di perhelatan besar itu belum cukup, masih ada warung seorang kawan yang ingin saya sambangi. Betapa sedapnya bertukar cerita sembari menyeruput wedang yang kata sang juragan warung akan diberikan gratis untuk saya. Sampeyan mau ikut? Saya ada banyak cerita.
Lantas itu foto koala di atas apa hubungannya dengan tulisan ini? … Ndak ada hubungannya.

Sejak jam 15.00 WIB tadi halaman web My Opera Community tidak bisa diakses karena sedang dilakukan perubahan besar-besaran. Selain tampilan, kabarnya ada beberapa fitur tambahan. Salah satunya adalah penambahan kapasitas penyimpanan file dari 300 mb ke 1 gb.
Saya berharap salah satu fitur baru di My Opera nantinya adalah kemudahan meninggalkan komentar bagi non anggota. Saat ini non anggota My Opera hanya bisa meninggalkan nama pada komentarnya, tanpa URL blog.
Kabarnya pembenahan ini memakan waktu 4 jam, semoga tidak ada halangan teknis yang berat yang bisa membuat downtime menjadi lebih lama.
Gw denger dari orasi dan gw baca dari tulisan tuan-tuan serta nyonya-nyonya yang intelek nan berpikiran luas. Dari mereka yang mencoba menbangkitkan sejumput rasa kebanggaan atas bangsa ini maupun yang hanya berbual berharap mendapat tempat di Senayan.
“
Bahwa negeri ini sebetulnya tidak kekurangan energi sama sekali. Indonesia memiliki banyak sumber-sumber energi yang beragam jenisnya. Mulai dari minyak, gas, batu bara, panas bumi (geothermal), sampai nuklir. Belum lagi energi terbarukan lainnya seperti angin, air, matahari, biofuel, dan biogas.
Semuanya tersebar merata di hampir seluruh wilayah Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Tak sejengkal pun tanah di bumi Nusantara ini yang tidak mengandung karunia Tuhan. Semuanya dapat menghasilkan sesuatu bagi kebutuhan dan perkembangan manusia Indonesia. Bahkan bagi kebutuhan umat di dunia! Tongkat ditancapkan tumbuh pohon. Bukan lautan hanya kolam susu.
”
Gw yang apatis ini hanya bisa menggantungkan tanda tanya dalam kepala. Kira2 mereka semua itu menggunakan data yang berasal dari Biro Pusat Statistik ataukah dari Buku Dongeng Pengantar Tidur Anak, ya? Mungkin ide bagus jika menambahkan “dan akhirnya semua orang berbahagia selamanya” pada bagian akhir (mungkin) orasi keilmuan atau (sepertinya) essai ilmiah tersebut.
Kata orang pintar, data dapat mencerdaskan bangsa.




siipp :p
Mendung masih bergayut di langit Gamping. Aku sedang menghitung hari-hari baruku ke depan bersama si kecil dan suamiku. Banyak, terlalu banyak bahkan, asa dan angan yang kutitipkan pada rinai hujan yang lalu tersapu ke tanah atau sesekali bisikan lrih yang menelusup menelisik jemariyang terpangku diatas kain hijau bersulamkan gambar masjid madinah. Ahh, inilah har-hariku. Tiada dapat kuhindari pun kutolak jua. Telah lahir buah hati maka bersamanya hadirpula sederet tanggung jawab. Lihatlah, setiap pagi suamiku pergi menuju tempatnya bekerja meski kutahu sangat masihlah ingin dia berbaring barang beberapa saat lagi. Aku, yang dahulu sangat hobi bangun siang,kini tak ayal sirna sudah. Hariku sudah dimulai meski ayam jago milik tetangga belum lagi berkokok. Subhanallah, begitu besar hikmah yang setiap saat hadir dalam biduk rumah tanggaku.
Karenanya, kuharap, tak ada yang mencibir perjalananku mengayuh biduk bersama suamiku. Kalaulah ada prahara, biarkan kami mencerna,karena ini memang perahu kami,kecil memang tapi tetap milik kami, sah.
Hujan sepertinya akan mulai turun. Aku harus segera berkemas, mengangkati cucan yang belum kering betul lalu kembali mendekap si kecil, menemaninya berceloteh dan membacakan isi dunia ini padanya
hhihihihi… isi dunia, ada-ada saja. Lihatlah,menatap matanya yang masih bersinar polos seakan tak ada dusta yang mampu tercipta. Semalam, si kecil sempat menangis keras, tak jua reda meski kupeluk erat.Rupanya, diamengert ibunya sedang kesal padanya
heheheh.. sebentar sajakok, sesudah disodori nenen maka dia pun terlelap 
Ibu. Mudah saja mungkin bagi yang memang memilki ibu dan tinggal bersama ibunya sebelum menjad Ibu. Bagiku, tidak gampang meski bukan tidak mungkn juga. Aku, yang sedari umur 5 tahun sudah tidak merasakan kehadiran seorang ibu,tidak tahu rasanya bergayut manja di dada dandipelukan seorang ibu..kini harus bisa melakoni dan menjalani peranku sebaga seorang .. IBU. Duhai, besar harapku pada sang pemilk segala memberkan diriku bekalan sabar yang tada bertepi hadir dalam relung hatku..untuk kini, esok hingga selammanya..karena.. kini, esok bahkan selamanya, aku adalah seorang IBU.
Mengundang rekan-rekan untuk hadir pada meeting OpenSolaris User Group - Indonesia [OSUG-ID] yang kali ini diadakan pada:
| Hari, tanggal | : | Selasa, 25 November 2008 |
| Waktu | : | 18.30 WIB - 20.30 WIB |
| Tempat | : | Sun Microsystem IndonesiaWisma Metropolitan I 13th floor Jl Jend Sudirman Kav #29-31 Jakarta Selatan |
| Pembicara | : | Sonny Hastomo (IT Architect Sun Microsystems Indonesia) |
| Materi | : | - Integrating Application with OpenSolaris Service Management Facility - Deploying Cool Web Stack on OpenSolaris |
Ada beberapa goodies menarik bagi yang hadir dalam acara ini, seperti dalam gambar dibawah ini:
Acara ini terbuka bagi siapapun, jadi pengumuman ini sekaligus undangan bagi anda, tapi sebelumnya tolong lakukan konfirmasi untuk datang dalam acara ini dengan mengisi komentar dibawah ini. Ada hidangan khusus bagi yang datang dan melakukan konfirmasi sebelumnya.
Wahai cintaku…
Untuk kesekian kalinya ku minta maaf padamu…
kutahu ini bukan kali pertama ku meminta maaf padamu…
aku tahu kalau aku bukanlah manusia yang sempurna…
penuh dengan kekurangan dan kesalahan…
Wahai cintaku…
Yang kucintai dengan sepenuh hatiku…
ku tak pernah ingin membuatmu terluka…
walaupun kadang, ada perkataan atau perbuatanku…
yang melukai hatimu…
Ku meminta maaf padamu wahai cintaku…
kuingin kau selalu tahu…
bahwa ku selalu ingin membahagiakanmu…
tak ada sedikit pun niatan di hatiku tuk membuatmu menangis…
melukai hatimu…
Tak kuasa hati ini berkata…
Kala mendengarmu menangis…
Rasanya dunia seakan runtuh…
Jangan kau menangis lagi wahai cintaku…
Karena janjiku padamu…
Tuk selalu membahagiakanmu…
Mungkin hari ini ku masih membuatmu menangis…
Namun ku Berjanji…
Tuk selalu memperbaiki diri…
I love you so much Honey…
I promise you that i will always try to make you happy…
eventhough today i still make you cry…
But i promise you that i will always make you happy…
I love you…

Akhirnya BlackBerry hasil lomba blog beberapa waktu yang lalu saya aktifkan layanannya. Selama ini, BlackBerry cuman saya pake untuk nelpon dan sms. Sayang sekali, bukan?
Alasannya, jelas karena soal tarif. Namun beruntung karena adanya layanan BlackBerry One dari XL yang mengenakan tarif harian flat, membuat saya tergoda untuk mengaktifkan layanan yang mulai booming di Indonesia ini.
Berbeda dengan tarif layanan BlackBerry yang reguler, yaitu harus berlangganan dan ngurusi ini-itu, layanan BlackBerry One memberikan kemudahan yang selama ini saya cari.
Dengan tarif flat harian 5 ribu rupiah, kita bisa dengan mudah mengaktifkan atau menonaktifkan layanan ini dengan mengirimkan sms dengan format BB (spasi) ON dan BB (spasi) OFF yang dikirimkan ke nomor 568.
Saya pun mencobanya. Namun ternyata BlackBerry saya tidak serta merta berfungsi. Rupanya ada setting yang harus diterapkan di handset BlackBerry kita.
Saya pun mencoba googling, namun kesulitan untuk mendapatkan informasi yang saya inginkan. Namun akhirnya saya menemukan sedikit pencerahan dengan metode coba-coba. Hasilnya, BlackBerry pun aktif dan bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Horray!! 
Saya menggunakan handset BlackBerry Pearl 8100 dengan kartu Paksa-Bayar Xplor reguler. BlackBerry One juga bisa diterapkan ke kartu XL Prabayar. Untuk syarat dan ketentuan, silakan baca informasinya di website XL.
Pertama, aktifkan layanan BlackBerry One dengan mengetikkan sms BB ON dan kirim ke 568. Kita akan mendapatkan balasan seperti berikut:
Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan layanan XL BlackBerry. Untuk mengaktifkan layanan BlackBerry One, ketik YA kirim ke 568.
Kemudian ikuti perintah tersebut dengan mengetik perintah YA dan mengirimkan ke 568. Kemudian akan ada balasan seperti berikut:
Anda telah mengaktifkan layanan BlackBerry One dari XL. Layanan BlackBerry One akan aktif dalam waktu 1×24 jam.
Dan setelah menunggu, tak lama kemudian ada notifikasi bahwa layanan BlackBerry One sudah aktif.
Layanan BlackBerry One Anda sudah aktif, selamat menikmati layanan BlackBerry One dari XL. Informasi lebih lanjut www.nyambungterus.com.
Untuk bisa digunakan, handset BlackBerry atau handset yang kompatibel dengan BlackBerry (BlackBerry Connect) kita harus terdaftar ke dalam jaringan BlackBerry milik Research In Motion, vendor BlackBerry, untuk bisa dikenali.
Untuk mendaftarkan handset kita, digunakan identitas PIN dan IMEI yang ada di tiap-tiap handset. Nomor-nomor ini unik dan bisa digunakan sebagai identitas dari BlackBerry kita.
Nah, bila registrasi melalui operator tadi sukses, maka kita akan menerima pesan melalui handset email dari BlackBerry yang berisi sebagai berikut:
Your handheld has been registered with the wireless network.
Selain itu, tulisan gprs (lowercase) akan berubah menjadi GPRS (uppercase) pada indikator sinyal.
Setelah itu baru kita daftarkan handset kita ke operator untuk bisa menggunakan layanan BlackBerry dari operator. Tiap-tiap operator beda, namun karena saya menggunakan XL, maka saya mendaftarkannya melalui website [xl.blackberry.com].
Karena saya baru, maka saya harus membuat akun terlebih dahulu. Cara membuatnya ya seperti kita membuat akun email atau layanan lainnya, namun bedanya, kita cuma diminta mengisi nomor PIN dan IMEI handset.
Untuk melihatnya, di handset BlackBerry, buka Options » Status. Masukkan kode PIN dan IMEI handset kita.
Setelah itu, kita bisa mendaftarkan email-email mana saja yang hendak kita “push” ke handset kita. Kita pun bisa membuat email baru, yang alamatnya menjadi: namakita@xl.blackberry.com. Untuk nama ini kita bisa bebas memilih, selama nama itu belum ada yang menggunakan.
Kita bisa mendaftarkan sekitar 10 email ke dalam 1 akun. Namun menurut saya, 2-3 akun email saja sudah cukup merepotkan. 
Kita pun bisa melakukan pengaturan tiap-tiap akun email. Mulai dari filtering (mana yg akan di-push dan mana yang tidak di-push) hingga mengubah pesan footer standar “Sent from my Blackberry bla bla bla”. 
Nah, setelah itu, kirimkan Service Book (semacam setting dari operator agar BlackBerry bisa berfungsi) ke handset kita. Klik saja menu Service Book yang ada di web tersebut dan klik Send.
Tunggu beberapa saat dan kita akan menerima pesan dari server aktivasi BlackBerry yang berbunyi:
Congratulations, you have successfully setup alamat@email.kamu with your BlackBerry device. You should begin receiving new messages in approximately 20 minutes.
Nah, alamat@email.kamu berisi alamat-alamat email yang telah didaftarkan tadi. Selamat, BlackBerry kamu udah aktif! Makan-makan!! 
Untuk memastikan sekali lagi bahwa BlackBerry sudah aktif, pastikan tulisan GPRS ada di bawah tanda sinyal, kemudian menu Options » Advanced Options » Service Book telah terisi konfigurasi setting.
Icon-icon baru juga otomatis muncul, antara lain icon Browser dan Instant Messaging. Nah, silakan coba dengan mengirimkan email ke alamat yang telah kamu daftarkan tadi. Jika berhasil, maka email akan dikirim ke handset setelah email diterima oleh server email kita.
Setiap hari kita akan mendapatkan sms nofifikasi dari XL yang menginformasikan bahwa pulsa kita telah dipotong 5 ribu rupiah.
Pulsa Anda telah dikurangi Rp. 5.000,- utuk meneruskan layanan XL BlackBerry One.
Jika berhenti, kirim sms dengan format BB OFF ke 568, maka akan kita akan mendapatkan notifikasi bahwa layanan BlackBerry One kita non aktif sebagai berikut:
Terima kasih Anda telah menggunakan layanan kami, saat ini Layanan BlackBerry One Anda sudah tidak aktif, Kritik dan Saran Anda mengenai layanan kami dapat disampaikan melalui www.nyambungterus.com
Untuk berikutnya, saya akan coba berbagi pengalaman selama menggunakan BlackBerry. 

OSUM Banner
Open Source University Meetup yang sering disingkat dengan OSUM, dan dibaca dengan “awesome” merupakan sebuah program yang baru saja di luncurkan oleh Sun Microsystems, untuk mendorong mahasiswa berpartisipasi dan berkontribusi dalam FOSS [Free Open Source Software]. Di web portal yang aplikasi dan fungsi-nya mirip facebook ini kita akan menemukan banyak resources untuk belajar tentang banyak teknologi dari Sun Microsystems seperti Java, OpenSolaris, MySQL, OpenOffice, NetBeans, OpenSparc, GlassFish, OpenOffice dsb. Lewat web portal ini kita bisa berdiskusi di forum diskusi, menulis blog, dan juga berinteraksi dengan seluruh siswa/mahasiswa diseluruh dunia yang telah bergabung di OSUM lewat email ataupun lewat aplikasi chatting.
Selain kegiatan online, Sun Microsystems mendorong juga para siswa/mahasiswa untuk melakukan kegiatan offline [meetup] seperti diskusi, belajar bareng [kelompok study], conference dsb. Dukungan tersebut berupa goodies yang bisa di request ketika akan mengadakan kegiatan offline dan juga resources belajar yang bisa di-download, untuk dijadikan bahan diskusi ataupun bahan belajar bersama. Untuk kedepan-nya, akan ada juga beberapa project yang bisa dikerjakan bersama, sebagai kontribusi nyata dalam dunia FOSS.
Saat saya menulis ini, sudah ada 705 group yang terdiri dari pelajar/dosen/profesor tingkat SMU/SMK/Diploma/S1/S2 di seluruh dunia dengan 23.347 anggota. Di Indonesia sendiri, saat ini sudah ada 914 anggota dan 29 group yaitu:
Loh, kok kampus/sekolah saya belum ada? Jika kampus/sekolah anda belum ada, anda bisa membuat /mendaftarkan group untuk kampus/sekolah anda sendiri. Bagaimana cara-nya? cukup dengan registerkan diri anda terlebih dahulu ke web portal OSUM, setelah anda berhasil login anda bisa klik group –> add a group atau lewat link INI. Setelah group anda berhasil di daftarkan, kemudian undang rekan-rekan dari sekolah/kampus anda untuk bergabung di dalam-nya.
Oh iya, bagi 10 kampus/sekolah pertama yang bisa mencapai 100+ anggota dalam bulan ini, maka akan ada Pizza Party untuk kampus/sekolah anda. Sampai saat ini baru ITB dan IT Telkom yang sudah mencapai 100+ anggota. So, tunggu apalagi, segera daftarkan kampus/sekolah anda!.

Yah,saya yakin anda-anda yg sudah lama berkecimpung di dunia internet hapal,atau minimal tahu soal ekspresi klasik ini.
Yah,di postingan kali ini akan saya ulas tentang “ekspresi klasik” yg ditemui di internet,di milist2,atau forum2 yg saya familier kita jumpai.
Nah,macam apa saja “ekspresi klasik” itu…???
Mau tehe..???
Tentu saja,saya juga menghargai hak anda untuk berkomentar tentang apa ekspresi klasik” ini.
Nah,karena saya menghormati hak-hak anda untuk mengkomentari “ekspresi klasik” ini,maka saya juga punya hak untuk me-mbeberkan,ada apa di balik “ekspresi klasik” ini.
Mari saya urai..!!!
• Ekspresi tertindih Tas: coba perhatikan “ekspresi klasik” mbak yg ada di foto di bawah ini. Sungguh jelas ko ini “ekspresi klasik” yg badannnya tertindih oleh sebuah tas yg dalamnya ada sebuah selimut,bantal dan beberapa baju. Bisa di pastikan kalo beban yg mendorong tubuh mbak itu tidak terlalu berat. Lihat saja celah gigi yg terlihat,mata terpejam seolah2 ada sebuah tas yg menidihnya…ouuhh..berat-berat empuk..!!

• Ekspresi kaki ditarik : Coba,lihat secara seksama sprei yg tertarik seolah ingin tercabik dari kasur yg empuk itu. “ekspresi klasik” ini sungguh terlihat nikmat sekali,coba lihat dagu cuman menyentuh sprei hanya beberapa mili saja. Kaki di tarik,sehingga menghasilkan daya tarik menarik antara tubuh yg ditarik. Rambut dan make up juga tidak berkurang sedikitpun,jadi dalam hal ini… “ekspresi klasik” kaki di tarik adalah secara perlahan2.[red-lihat secara seksama gambar itu].

• Eskpersi klasik jemari dipijat : Baju masih menempel lengkap,aksesory yg ada di badan juga tidak terlepas. Hal ini tidak akan mengurangi nilai pemijatan jemari-jemari itu. Ekspresi klasik ini sungguh membuat mabuk kepayang. Otor2 jika dipijat, akan berdampak oleh timbulnya eskpesi klasik macam ini. Dan yg jelas,setiap pijatana di jemari bener2 di nikmati hingga titik terakhir.

Sungguh,ini bukan postingan saya untuk menggiring pikiran anda untuk masuk ke jurang sebuah “permesuman”.
Ini bener2 “ekspresi klasik” yg akan terjadi bila aksi2 macam yg saya sebutkan tadi terjadi…!!
Anda ndak percaya..???
Oh,silahkan buktikan….dengan pasangan anda tentunya..!!
Salam
Pepeng
eScoret
Saya selalu gemas melihat baju-baju bermodel simple yang dipajang di etalase-etalase mall yang harganya selangit. Saya pikir, kok bisa ya baju gitu doank harganya bisa sampe uang jajan sebulan.. *lebay*.
Jadi inginnya bisa membuat baju-baju yang diinginkan dengan biaya minim. Sepertinya seru ![]()
Selain itu, kebetulan bunda juga dulunya penjahit (tapi gak bisa ngajarin), sering bikinin baju saya, sejak kecil udah liat mesin jahit di rumah, dan alasan-alasan lain. Intinya sih, saya pengen bisa menjahit, dan mudah-mudahan merancang baju sendiri.
Jadi, mulailah saya mencari info tentang kursus menjahit atau kursus rancang busana di sekitaran Semarang, sempat juga tanya Tobil dan Momon untuk sekitaran Jogja, tapi mereka gak tau.
Akhirnya nemu beberapa pilihan, tapi muahalnyaa… Gak kuat bayar, apalagi niatnya cuma buat pribadi bukan buat jadi perancang busana *sebenernya juga karena gak berani mimpi tinggi2*.
Sempat menyerah karena gak nemu tempat yang sesuai, tapi sepertinya Tuhan memang merestui saya buat belajar menjahit. Tiba-tiba teman baik saya, si Olip, mengabarkan kalau dirinya baru saja mendaftar les menjahit. Ya kursus sederhana sih, lebih ke penerapan gak ada teori, jadi kalau mau serius sih untuk teori harus hunting materi sendiri. Lokasinya hanya sekitar 1km dari rumah saya, biayanya teramat murah, dan yang penting jadwalnya sangat fleksibel. YAY!
Jadi, ini rok jahitan saya yg pertama.

Belum kelar di bagian pinggang, jd blom bisa dicoba. Karena hanya buat latihan jadi pakai kain yg murah-meriah seadanya dulu.
Di rumah pakai mesin jahit dinamo (listrik), tapi di tempat les pakainya mesin jahit manual. Mengendalikan mesin jahit itu tidak semudah bayangan. Tapi untungnya dari kecil udah sering liat proses menjahit, jadi pas praktek hanya latihan beberapa menit udah langsung bisa jahit langsung roknya.
Waktu SMP juga udah belajar macam-macam jahitan tangan, jadi guru lesku udah gak ngajarin lagi.
Tingkat dasar ini belajar yang simple2. Mulai dari rok, celana pendek, baju baby, blouse/kemeja, babydoll, sampe gaun sederhana. Lama kursus tingkat dasar 3bulan sampai 1tahun, tergantung rajin masuk dan kecerdasan masing2.
Targetnya sih sebelum 6 bulan udah kelar. Tapi entah, habis sering bolos.
Semoga bisa dikejar deh…
Doakan sayaa… ![]()
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar, kata Chairil Anwar. Mungkin
karena percintaan dibangun berdasarkan khayalan dan ilusi yang positif
tentang pasangan.
Ini lagi-lagi bukan kata saya, melainkan buku psikologi yang saya baca
waktu kuliah dulu. Pasangan alih-alih dilihat sebagai kenyataan,
justru digambarkan sesuai standar ideal yang diinginkan.
Ilusi dan khayalan, sifatnya sementara. Tentu saja. Capek sekali kalau
saya misalnya, terus menerus berkhayal. Cepat atau lambat, kenyataan
akan menampakkan diri. Persepsi bias tentang pasangan yang sempurna
itu berganti dengan realita.
Dia yang kamu pikir tidak suka sinetron, ternyata menunggu-nunggu
Cinta Fitri season 3. Dia yang nampak rapi, ternyata menyimpan gelas
berjamur di kamarnya. Kamu yang dia pikir sabar ternyata mudah kalap
saat cuaca panas. Kamu yang dia pikir rajin sholat ternyata agnostik.
Misalnya. Tidak ada manusia yang sempurna.
Jadi diri sendiri saja dan beri ruang padanya untuk menjadi dirinya.
Menurut pak psikolog yang saya lupa namanya (haha sumber yang
meragukan), pasangan yang paling disukai adalah pasangan yang
memberikan umpan balik tepat dan relevan dengan konsep diri. Agar tak
lekas pudar.
*menjawab sebuah surel dari kawan lama yang gelisah*

Bagi beberapa blogger, pagerank itu penting karena asap dapur mereka sedikit banyak dipengaruhi oleh ranking yang dibuat oleh Google tersebut. Berbagai cara mereka lakukan untuk menggenjot agar ranking-nya naik, bisa menggunakan cara baik-baik dan alami bisa juga menggunakan jalur kelam yang berpotensi dihapusnya domain mereka dari database Google.
Sedangkan bagi sebagian yang lain, pagerank bukanlah sesuatu yang harus dirisaukan. Toh mereka mendapatkan teman, sahabat, keluarga, cinta dan hal-hal non materi yang tak ternilai harganya dari aktivitas ngeblog tersebut. Dua golongan tersebut menurut saya sama-sama baik, toh tidak ada pertentangan di antara mereka.
Lalu kenapa dibahas? Hi.hi. cuma pengen ngasih tau saja, siapa tahu panjenengan-panjenengan penasaran dengan blog yang biasa dikunjungi tiap hari. Langsung saja koprol ke web jelek ini.
Bug masih di mana-mana, jadi jangan protes dulu. Karena ini ibarat membuat baju dari kain perca, bedanya yang potongan-potongan di sini bukan kain melainkan waktu. Kalau ada pisuhan silahkan misuh di sini
Maaf ya Dhe, blog njenengan tak jadiin kelinci percobaan
Wah telat nih ….. blom ngucapin selamat untuk Obama karena sudah menjadi presiden US, yang cukup fantastis dari pemilihan presiden US kali ini adalah karena hadirnya Obama sebagai kandidat presiden US berkulit hitam pertama. Dan yang aku pikir lebih membanggakan lagi adalah Obama sempat bersekolah di Indonesia meskipun hanya SD, tapi setidaknya sudah cukup untuk membikin bangga para guru2 SD tempat Obama bersekolah dulu.
Dalam acara Sun Developer Day, yang telah diselenggarakan pada hari Kamis, 6 November 2008 kemarin. Sun Microsystems Indonesia, memberikan award bagi para community leader ataupun aktifis Open Source di Indonesia, khususnya untuk produk yang dihasilkan oleh Sun Microsystems. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Bapak Wibisono Gumulya, Presiden Direktur Sun Microsystems Indonesia bersama dengan Bapak Harry Kaligis selaku General Manager Business Development.
Penghargaan ini diberikan atas kerja keras rekan-rekan dalam kontribusi-nya dalam komunitas, ataupun kontribusi-nya dalam proyek open source. Dan dibawah inilah rekan-rekan kita yang menerima penghargaan tersebut:
Saya ucapkan selamat bagi rekan-rekan yang telah menerima penghargaan tersebut, semoga penghargaan tersebut bisa menambah semangat rekan-rekan untuk terus berkarya demi kemajuan kita bersama dan bangsa negara tercinta. Untuk rekan-rekan yang lain, mari kita mulai berkontribusi dalam komunitas atau proyek-proyek Open Source yang lain, sehingga mungkin anda selanjutnya yang akan menerima penghargaan tersebut.
Foto: Community Leader Award @ Picasa
Tulisan Terkait:
Sun Developer Day 2008

Pizza, ternyata ndak hanya berbentuk bundar seperti yang kita kenal selama ini. Isi atau toppingnya pun, ternyata ndak harus melulu itu-itu aja.
Di Bogor, ada pizza yang dijual dalam skala ukuran meter. Ya, seperti beli kain, namun kita ndak harus beli sepanjang beberapa meter, namun cukup beberapa centimeter saja.
Hari Ahad (9/11) lalu, saya, Dita, dan Suprie nyobain pizza meteran tersebut yang dijual di Pastel & Pizza Risttafel Pap, Jalan Binamarga I/1, Bogor. Letaknya pun cukup strategis. Berada di tepi jalan tol Jagorawi, ketika keluar dari gerbang tol Bogor, ambil arah ke Tanah Baru (Novotel Bogor).
Bangunan bercorak art-deco ini begitu mengesankan. Kanopi-kanopi yang berada di atas jendela berkotak-kotak, plus lampu-lampu gantung, serta desain interior yang bergaya campuran Eropa dan Indonesia benar-benar memberikan konsep berbeda.
Bagi yang pernah berkunjung ke DBC, Macaroni Panggang, atau Pie Apple Pie, suasana semacam ini tentunya ndak asing lagi. Tentu saja, karena pengelola keempat resto tersebut masih dalam satu grup.
Kami langsung menuju ke lantai paling atas yang diberi nama ruang “jantung pisang”. Kami memilih ruangan ini karena menginginkan pemandangan yang lebih leluasa.

Sebenernya ada beberapa ruangan yang bisa dipilih. Namun kami memilih berada di ruangan paling atas.
Kami pun memesan menu andalah resto ini, pizza meteran. Kami memesan pizza sepanjang seperempat meter yang berisi 4 slice pizza. Harganya pun cukup murah, 9 ribu rupiah per slice. Per slice memiliki panjang sekitar 15 cm dengan lebar sekitar 6 cm (25 cm / 4).
Rasa dari pizza ini begitu unik. Beef pizza yang kami pesan ini rupanya diisi dengan berbagai macam sayuran, ada wortel, kacang kapri, hingga biji jagung manis, plus irisan jamur kuping yang di atasnya diseruti keju chedar.
Rotinya pun empuk, beda banget dengan pizza waralaba semacam Pizza Hut atau Papa Ron’s. Rupanya bahan dasar roti pizza ini hampir sama dengan bahan dasar pie yang juga dijual di tempat ini. Pantas saja terasa beda dan enak.
Selain genre asin, resto ini juga menjual pizza dari genre manis. Pizza dengan topping coklat berhias strawberry sayangnya belum sempat saya coba ketika melihatnya di meja depan.
Sebuah tungku dari batu bata juga dapat kita lihat ketika kita masuk. Tungku ini masih dip