2723 items (2158 unread) in 65 feeds

Hanya sebuah bokeh amatiran dengan kamera saku digital
Kalau tidak dimulai kapan akan terjadi
Kalau tidak diniati kapan akan mulai

Pukul 5 pagi hari kemaren, sayah yang blom tidur baca plurk dari abang Ray Astho.
Michael Jackson meninggal dunia. 
Dan sayah tiba-tiba merasa kehilangan. Padahal sodara bukan, mantan sayah juga bukan, apalagi sopir sayah.. Sayah ndak kenal dia. Dia ndak kenal sayah. Tapi sayah kok kehilangan ya.. 
Satu hal di luar segala kontroversi tentang Michael Jackson, entah isu sodomi kek, ribut bab operasi idung kek, vitiligo kek, utang dan Neverland-nya yang harus dijual kek, sayah selalu kagum dan suka pada setiap lagu-lagunya.
Apalagi video klipnya.
Bayangkan, di era 80′an, ketika musisi lain hanya bernyanyi atau bergaya berjalan-jalan dalam video klipnya, dia memulai era video klip musik yang bercerita. Koreografi tari yang 5 jempol diangkat semua (darimana asal jempol itu bisa dipikir belakangan
), kalo memang ndak bisa dikatakan sempurna.
Buwat yang pernah merasakan era video Thriller pas lagi booming, pasti tau rasanya kecanduan niruin gaya nge-dance Moonwalk si Jacko. (Siyalnya, satu-satunya video Thriller yang versi lengkap di youtube kok ya ndak bisa dicolong..
Pelit..)
Dirilis tahun 1983, dan disutradarai oleh John Landis. Thriller disebut-sebut sebagai video yang paling berpengaruh sepanjang sejarah. Video ini hampir ndak dirilis karena si Jacko katanya diancam kalo sampe nekat ngeluarin Thriller.
Siapa pula yang ndak ngakuin kalo video Black and White itu keren?
Video ini dirilis tahun 1991, kembali disutradarai oleh John Landis, dan menghabiskan biaya sebesar $4juta. Dibintangi oleh sejumlah artis beken saat itu, kayak Macaulay Culkin, dan Tyra Banks.
Dan single Black and White sendiri diklaim sebagai penjualan lagu rock paling besar di dekade 90′an.
Salah satu video kontroversial yang pernah dibuat oleh si Jacko sepanjang karirnya. Banyak pujian dialamatkan untuk koreografi tari yang dipadukan dengan berbagai kebudayaan seperti Afrika, Rusia, bahkan Thailand.
Dan sederet video memukau lainnya. Entah bagaimana ceritanya video klip si Michael Jackson bisa dibilang melompati jamannya.
Lagu-lagu lawasnya seperti Heal The World, Earth Song, You Are Not Alone, Will You Be There, dan lainnya masih sangat digemari dan menginspirasi jutaan orang untuk backsound persuasif perdamaian atau pemutaran adegan perang.
Bahkan lagu Ben yang dibawakan waktu si Jacko umur 15 tahun, sempat menjadi hits nomer 1 di US di tahun 1972 juga masih sering diputar. Ada pertanyaan menarik tentang siapa sebenernya si Ben dalam lagu itu.
Hehe.. Ben adalah nama tikus yang ada dalam pilem WIllard (1971). Dan “Ben” adalah soundtrack yang muncul di akhir cerita, dibawakan Michael Jackson yang kala itu masih bergabung dalam Jackson 5.
Seluruh belahan dunia rasanya serentak bereaksi dan berduka atas kepergian Michael Jackson.. Hollywood Boulevard dipadati teman, fans, dan bahkan media untuk sekedar menyematkan bunga pada Hollywood Walk of Fame milik Michael Jackson.
Youtube langsung memasang special spotlight bertema “RIP Michael Jackson” di halaman depan situsnya. Jutaan media massa diisi poto-poto si Michael Jackson. Gerbang Neverland dipenuhi bunga oleh para fans. Twitter dipenuhi ucapan belasungkawa untuk sang almarhum. Dan tak perlu menunggu lama wikipedia update tentang kematiannya. Time online langsung memajang iklan penjualan cover majalah Michael Jackson edisi tahun 1984. Dll. Dsb. Dkk.
Waaww…
Lihat video iklan konser Michael Jackson yang rencananya akan diadakan di London pada tanggal 13 Juli besok. Terasa banget aura kejayaan si Raja Pop ini.
Ah. Yasudahlah.. 
Toh semua memang pada akhirnya akan kembali ke tangan-Nya..
Tapi kok, kenapa sayah sedih ya.. 
……………………………………………………….
Referensi :

Seperti biasa dapat tugas dari kantor untuk jalan-jalan haha…Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau Belitong dengan tujuan ke Pelabuhan Tanjung Pandan. Perjalanan ke Belitong ternyata mudah, ada beberapa varian penerbangan dengan harga yang cukup murah. Ada 3 kali penerbangan dengan pilihan jasa penerbangan Sriwijaya dan Batavia Air, jadwal dari Jakarta :
1. Pukul 07.15 Sriwijaya Air
2. Pukul 10.00 Batavia Air
3. Pukul 13.15 Sriwijaya Air
Kebetulan pas saya kesana sedang musim liburan anak sekolah harga tiket lumayan tinggi sekitar Rp 400 ribu, katanya kalau untuk hari biasa cukup merogoh kocek Rp 300 ribuan. Perjalanan kesana memakan waktu 55 menit, dan saat sampai di Bandaranya jangan kaget dengan teriknya sinar matahari pooolll lebih panas dari matahari Jakarta.
Mungkin dengan terkenalnya Belitong sebagai pulau Laskar Pelangi kunjungan wisatawan pun meningkat, dan perhatian Pemerintah Belitong cukup besar juga. Bandara telah direnovasi dan di sepanjang jalan dari Bandara ke Tanjung Pandan sedang banyak proyek pelebaran jalan dan drainase. Kotanya cukup bersih, jalan umum pun terpelihara dengan baik. Penginapan juga lumayan banyak dengan harga bervariasi. Kebetulan saya menginap di Hotel Billiton, hotelnya cukup baru dan bagus fasilitasnya.
Hari pertama saya kerja dulu monitor Dermaga dan lapangan, hari kedua diajak makan siang di daerah Tanjung Tinggi. Perjalanan kesana kurang lebih 45 menitan. Dan saat terlihat garis pantainya….kamu pasti takjubb!! Wow..wow..WOWW !

Dengan langit yang cemerlang biru dan air laut yang berkilau jernih dengan pasir putihnya dan batu-batu granit yang berkelompok. Darimana datangnya batu??
Sayangnya, setelah terkenal sebagai tempat shooting Laskar Pelangi, pengunjung banyak dan di dekat area tempat makan sampah-sampah banyak bertebaran
Dan yang lebih buruk lagi batu nya dicoret-coret
bener-bener Kampungan! Tapi tenang untuk beberapa spot masih bersih dari tangan-tangan iseng kok.
Pasirnya putih dan lembut, berbeda dengan pasir di Pulau Pramuka, dan akibat adanya gerombolan batu granit membuat air di pantai menjadi tenang. Sebenarnya sudah ingin berenang dan berjemur tapi gak bisa secara cuma lihat sebentar dan harus balik ke kantor.
Satu lagi yang tidak bisa dilupakan dari Belitong adalah makanannya, buat yang tidak suka seafood kasihan banget, karena seafoodnya seger tenann. Kepitingnya dagingnya tebal ditambah bumbunya yang gurih, belum lagi udang dan ikan bakarnya yummy!
Yang menarik lagi adalah orang-orangnya ramah hehe…tapi disana selepas jam 19.00 toko-toko di pasar sudah banyak yang tutup jadi sepi. Sulitnya di sana banyak yang berprofesi sebagai tukang bensin, terkadang cari bensin di POM Pertamina susah, ngantri, banyak yang nimbun sepertinya dan mau tidak mau membeli di eceran dengan harga Rp 500,- lebih mahal.
Pengen kesana lagi, berenang, snorkling dan berjemur
Catch the Other link : Tanjung Tinggi
Catch The Other picture : Tanjung Tinggi Photos
Note : Saya lupa ternyata saya belum memasukkan memori card ke kamera, jadinya cuma bisa moto sedikit…hikksssss

Gambar di atas adalah statistik salah satu website mainan saya, pernah melejit naik namun tiba-tiba anjlok. Pertanda terlalu sibuk atau terlalu malas?

Kurang lebih sudah genap 3 bulan ini, Bu sumiarti [45th] terbaring di ranjang. Rumah terbuat dari papan yg letaknya dibelakang pasar temanggung. Bu sumiarti salah satu korban yang lapaknya terbakar pada 8 desember 2008. Ga ada yg terselamatkan dari perabotan yg ada dikiosnya,semua habis ludes ga berbekas. Hingga penyakit stroke yg akhirnya menamaninya saat ini.
Mau tehe ?
Hampir sebagian besar kasus pasar kebakaran tidak pernah tuntas masalahnya. Di kota magelang,madiun,bandung dan bahkan kota sekecil temanggung. Jelas,pasar adalah pusat ekonomi yang banyak orang menggantungkan.

Dan dengan terbakarnya pasar,secara ostosmastis memutus mata rantai ekosistem dari perekonomian. Itu sudah mutlak!
Nah,di bawah ini analisa dangkal saya soal terjadinya pasar terbakar.
•Human error : Jelas,ini biasanya adalah hal2 simpel yg biasa terjadi di pasar2. kalo ga konslet listrik,bisa juga karena pembakaran sampah yg akhirnya kobaran api ga terkendalikan dan membakar isi pasar. Hal2 seperti ini sudah sering dan pernah terjadi di beberapa pasar yg kebakaran. Tidak adanya hidrant dan lambannya pemadam kebakaran,membuat pasar habis ludes.

•Kalah Nyalon : Pemilihan lurah,kades adalah salah satu pemicunya. Biasanya dalam pencalonan lurah,ada yg kalah maka untuk menebar kebencian dan membuat rasa tidak nyaman dengan pemerintahan yg baru.Maka membakar pasar adalah trik yg klasik dilakukan. Meskipun ini belom ada bukti yg mengarah ke situ,tapi..pasar kebakaran biasanya terjadi setelah ada pemilihan kades atau lurah.

•Rebutan Proyek : Yah,apalagai kalo bukan membakar pasar ?untuk mendapatkan proyek baru ? simpelnya,klo ada pasar kebakar kan otomatis ada proyek atau hal yg bisa di kerjakan. Hal ini masih belom terbukti juga kebenaranya. Tapi,orang2 yg saya temui di area pasar ada yg meng”IYA”kan prihal itu.
Effek
Bu sumiarti adalah salah satu dari sekian warga temanggung yg hartanya habis terbakar. Dulu,setiap hari berjualan kupat tahu dan menafkahi ke 4 anaknya. Renovasi pasar yg belom juga di lakukan,membuat para penjual mengelar dagangan di trotoar dan bahu jalan. Jangan di tanya omset ! buat balik modal saja sudah lumayan.
Tukang parkir juga mengalami hal yg serupa,karena lokasi parkir tidak tersedia..maka banyak motor dan mobil asal parkir. Menambah ruwet warna kota! Tapi,yg jelas..sektor ekonomi yg menghantram mereka tanpa ampun! Pengemis hampir setiap sudut jalan pasti ada.

Pasar termanggung terbakar pada 8 desember 2008,tepatnya pas idul adha. Dimana para penjual lagi tidak kepasar! Sampe saat ini,belom ada titik terang soal kasus pasar terbakar. Entah di bakar atau terbakar.Tapi,jelas..motif politik busuklah ada di balik itu.
Dipolitik itu tidak ada kawan sejati,yg ada kepentingan abadi?
Setujukan anda jika pelaku pembakar pasar dipenggal batang lehernya?
Salam
Pepeng
eScoret
nb : foto2nya pas kejadian

Bulan Juni merupakan bulan ulang tahun Jakarta. Biasanya banyak acara yang diadakan untuk menyambut ulang tahun Jakarta ini. Acara tahunan yang biasanya diadakan adalah Jakarta Fair yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran.
Bila bosan dengan acara Jakarta Fair yang itu-itu saja, ada sebuah tempat wisata alternatif untuk melihat lebih dekat kebudayaan asli Betawi, yaitu Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan, yang terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Situ Babakan sendiri sebenernya nama sebuah danau buatan yang luasnya mencapai 32 hektar. Namun karena letak perkampungan ini sangat dekat dengan danau ini, orang lebih mengenal perkampungan ini dengan nama Situ Babakan.
Lokasi yang diresmikan menjadi kawasan wisata cagar budaya pada bulan Desember 2001 ini menggantikan perkampungan Betawi di Condet, Jakarta Timur, yang tergerus zaman.
Di kawasan ini kita bisa melihat kehidupan masyarakat Betawi asli lengkap dengan tradisi dan keseniannya, mulai dari bentuk arsitektur rumah, makanan khas, hingga kesenian ada semua di sini.
Saya menuju ke kawasan ini dengan menggunakan bus Kopaja S.616 jurusan Blok M-Pasar Minggu-Cipedak dan turun tepat di gerbang utama yang diberi nama Gerbang Bang Pitung.

Dari pintu gerbang ini saya berjalan kaki melalui jalan Moh. Kahfi II yang berpaving-blok sejauh kurang lebih 300 meter untuk mencapai danau, kemudian dilanjutkan dengan berjalan lagi sejauh 300 meter dari danau untuk mencapai Perkampungan Budaya Betawi.
Rumah-rumah di sekitar tempat ini sebagian besar berarsitektur Betawi. Memang ada aturan kepada warga di sini untuk membentuk rumahnya dengan arsitektur Betawi. Bahkan ketika saya mampir di masjid At-Taubah untuk melakukan sholat, saya terkagum-kagum dengan arsitektur masjid yang juga bercorak Betawi.
Mungkin karena akhir pekan, kawasan ini sangat ramai. Motor yang kebanyakan berisi pasangan muda-mudi banyak lalu lalang. Di lapangan tanah saya melihat anak-anak kecil sedang bermain sepak bola seperti melontarkan saya ke sisi lain Jakarta yang lebih membumi.
Saya pun mencapai danau. Wuih, rame banget! Para pengunjung pun terlihat asyik menikmati pemandangan danau yang bersih ini. Di tengah danau rupanya ada orang sedang bermain kano dan di pinggir-pinggir danau tampak beberapa orang sedang memancing.
Pengunjung juga bisa menyewa perahu bebek yang harus dikayuh untuk menggerakannya. Ongkosnya lima ribu rupiah per orang.
Berbagai makanan dan jajanan khas Betawi banyak dijajakan di sini. Hampir setiap 5 meter saya menemukan penjual Kerak Telor. Selain Kerak Telor, makanan lain yang bisa dijumpai adalah Soto Betawi, Bir Pletok, Roti Buaya, Dodol Betawi, dan lain sebagainya.

Konon Roti Buaya merupakan salah satu syarat makanan yang harus ada pada upacara penganten Betawi. Buaya sendiri merupakan hewan yang paling setia. Mungkin sikap kesetiaan inilah yang disimbolkan dalam Roti Buaya yang disuguhkan pas acara penganten. 
Selain makanan, saya juga menemukan penjual suvenir lucu dan unik. Kaos-kaos bergaya Betawi dan bergambar wajah legenda Betawi, alamarhum Benyamin S. juga dijual di sini. Lantunan lagu Kompor Mleduk yang dinyanyikan Bang Ben lantang terdengar dari VCD player yang diputar dari lapak penjual VCD lagu-lagu Bang Ben.
Untuk masuk kawasan ini gratis, hanya saja bagi pengguna motor akan diminta membayar biaya parkir sebesar seribu rupiah.
Sayang sekali jalanan paving blok hanya berakhir hingga ke danau. Mungkin jalan menuju ke kawasan perkampungan budaya ini masih dalam tahap pembangunan karena ketika saya ke sana, jalanan masih rusak berbatu.
Ndak berapa lama, saya pun sampai di gerbang perkampungan budaya. Sebuah tangga pendek dengan sebuah gerbang menyambut saya. Di sekitar gerbang nampak beberapa pemuda berpakaian hitam-hitam plus peci dengan berkalung kain sarung di leher ala si Pitung.

Ada beberapa rumah yang berada di kompleks ini. Semuanya bercorak Betawi modern, karena rumah asli Betawi semua terbuat dari kayu, sedangkan rumah Betawi modern sudah menggunakan semen.
Rumah-rumah Betawi ini sebenernya ndak jauh berbeda dengan rumah Joglo. Rumah-rumah ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu wilayah publik (beranda untuk menerima tamu), wilayah semi publik (ruang keluarga), dan wilayah privat (kamar tidur dan dapur).
Ciri masyarakat Betawi yang terbuka dan gemar bergaul dituangkan dalam bentuk beranda rumah yang dipakai untuk menerima tamu. Seperangkat meja-kursi kecil nampak tertata rapi di beranda. Di beberapa rumah nampak juga sebuah lincak lebar yang kadang juga dipakai untuk menerima tamu, umumnya tamu yang sudah dekat semacam kerabat.
Duduk di atas lincak ini mengingatkan saya adegan Bang Benyamin yang suka tiduran di atas lincak bambu di sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Karena semua rumah yang ada di kompleks ini adalah rumah pribadi, saya ndak dapat masuk lebih ke dalam dan cuma bisa masuk sampai beranda.
Bila memperhatikan, pola-pola ornamen dan hiasan yang ada di rumah-rumah Betawi ini sangat terpengaruh dari berbagai corak, yaitu Arab, Portugis, Cina dan Belanda.
Bentuk pintu dan jendela berdaun sirip-sirip horisontal merupakan pola khas yang ada di rumah Betawi. Daun jendela yang dibuka ke samping kanan-kiri dengan teralis kayu bulat bertirai separo di bagian dalam, selalu ada di samping kanan dan kiri rumah.
Di beberapa rumah yang memiliki halaman cukup luas, berbagai pohon buah yang tumbuh di halaman juga menjadi ciri khas rumah Betawi. Pohon belimbing, nangka, rambutan, melinjo, duku, kecapi, jambu air, bisa ditemui di beberapa halaman rumah.

Sayang sekali, saya melihat beberapa motor nampak parkir seenaknya sehingga menggangu kerapihan yang ada.
Di kawasan ini terdapat sebuah panggung yang sering dipakai untuk pertunjukkan seni, mulai dari tari-tarian, pencak silat, Lenong, Gambang Kromong, dan Topeng Betawi, setiap hari Minggu jam 2 siang sampai jam 5 sore. Pada hari-hari tertentu, wisatawan juga bisa melihat latihan tari anak-anak dan remaja.
Karena saya datang kesorean, saya kelewatan berbagai acara seni yang menarik tersebut. 
Pada bulan-bulan tertentu, terutama bulan Juli, wisatawan bisa melihat ritual budaya seperti upacara pernikahan, akekahan, sunatan, khataman Quran, dan sebagainya.
Perkampungan ini juga terbuka bagi wisatawan yang hendak menginap dan merasakan kehidupan masyarakat Betawi. Ada sekitar 67 homestay (rumah penduduk) yang siap ditinggali wisatawan. Bahkan pada bulan Ramadhan, wisatawan juga bisa merasakan suasana berpuasa hingga Lebaran di kampung ini.

Namun ada satu hal yang menjadi pemikiran saya. Mengingat lokasi yang cukup “terpencil” ini, apakah ini menandakan bahwa masyarakat Betawi mulai “tersingkir” dari kawasan pusat Kota Jakarta yang makin dipadati oleh pendatang, sehingga harus “dikumpulkan” di suatu kawasan? 

Setiap kali jeng-jeng atau keluyuran, saya sering menemukan tempat-tempat menarik yang pantas untuk diabadikan. Namun hanya dengan sebuah foto hasil jepretan kamera digital rupanya ndak cukup untuk menunjukkannya.
Seringkali terlintas keinginan untuk mengabadikan momen atau lokasi-lokasi tersebut dengan menggunakan kamera video, namun sayangnya saya belum memilikinya. Apalagi era blogging sekarang ini konon akan memuat lebih banyak konten multimedia (video) seperti yang dibahas pada acara FreSh pada bulan Juni 2009 di JaCC beberapa waktu yang lalu.
Lalu, ketika terlintas keinginan untuk memiliki kamera video, kamera seperti apakah yang sekiranya cocok untuk dijadikan teman perjalanan dan gadget yang tepat untuk merekam momen-momen berharga tersebut?
Setelah gugling sana-sini untuk mencari produk yang asyik, saya tertarik dengan kamera Sony Camcorder HDD DCR-SR45E. Kenapa saya tertarik dengan kamera ini?
Pertama adalah bentuknya yang mungil (panjang 113 mm, lebar 76 mm, tinggi 77 mm) dan ringan (350 gram) membuat kamera ini mudah dan praktis dibawa dalam perjalanan. Desainnya yang kompak membuatnya mudah untuk dioperasikan dan nyaman ketika digunakan.
Media penyimpanan berupa hardisk dengan format MPEG-2 yang mampu mencapai resolusi 1920 x 1080 pixel lebih saya sukai karena memudahkan dalam memindah melalui koneksi USB 2.0 High Speed dan mengolah hasil rekaman tanpa perlu melakukan konversi tanpa kehilangan kualitas gambar.
Apalagi kapasitasnya yang cukup besar, 30 GB ditambah kemampuan HYBRID yang memungkinkan perekaman gambar ke dalam penyimpan tambahan berupa Memory Stick Duo membuat kita ndak kehilangan momen-momen berharga.
Didukung lensa Carl Zeiss Vario-Tessar berdiameter 30 mm membuat kualitas gambar yang jernih dan bersih. Setiap sudut gambar bahkan yang jauh dan detil bisa diabadikan karena kamera ini memiliki kemampuan zoom optikal sebesar 40x plus 2000x zoom digital.
Situasi perjalanan yang biasanya bergoncang dan banyak bergerak ndak mengurangi ketajaman gambar karena fitur image stabilizer Super SteadyShot. Bahkan momen-momen perjalanan di malam hari pun masih bisa diambil dengan baik karena adanya fitur Super NightShot Plus.
Hasil rekaman pun bisa langsung dilihat melalui layar 2.7” Wide Hybrid LCD berresolusi 123K pixels (rasio 16:9). Naigasi pun bisa dilakukan dengan mudah melalui tombol yang ada di layar.
Mengenai harga, cukup terjangkau apalagi melihat fitur-fitur yang diusung kamera berkelas pemula ini. Setelah melakukan gugling, saya menemukan produk ini dijual dengan harga kompetitif di Alnect Computer.
Rusli Zainal Sang Visioner, satu lagi kontes optimasi mesin pencari yang sedang hangat akhir-akhir ini. Dengan adanya tanda tanya di akhir judul, mungkin bisa dibilang saya mempertanyakan mengapa Rusli Zainal bisa dibilang seorang visioner. Tapi tulisan tidak ada tendensi apa-apa, hanya sekadar membantu Kak Cya menyebarkan informasi lain tentang tokoh tersebut saja. Hahahaa…
Maka dengan ini izinkan saya untuk–ikut-ikutan–berbeda pendapat tentang seorang Rusli Zainal.
Rusli Zainal Sang Visioner. Yakin?
[...]
Apakah puja-puji itu layak?
Hingga saat ini, pengusutan bekas Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus dugaan korupsi penerbitan izin kehutanan masih belum tuntas. Saat terakhir kali saya menanyakan kelanjutan kasus ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mereka menyatakan masih terus menelusuri dugaan keterlibatan Rusli dalam kasus yang merugikan negara triliunan rupiah ini.
Kalangan aktivis lingkungan Riau, seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jaringan Pekerja Penyelamatan Hutan Riau dan Greenpeace juga telah mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Rusli diduga mengeluarkan surat izin penebangan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Akibat kasus ini, Bupati Kabupaten Pelalawan Riau, Azmun Jaafar telah dihukum 11 tahun penjara oleh Pengadilan Tingkat pertama. Saya mengikuti sidang vonis itu dan mendengar pernyataan Azmun yang meminta agar Rusli ikut bertanggung jawab. Menurut Azmun, Rusli yang ikut mengesahkan Rencana Kerja Tahunan harus turut dinyatakan bersalah.
[...]
Pranala Luar:
» KPK Kembangkan Kasus Pelalawan
» KPK Diminta Tuntaskan Pengusutan Rusli Zainal
» KPK Diminta Tetapkan Rusli Zaenal Sebagai Tersangka
» Bupati Pelalawan Divonis 11 Tahun Penjara*dikutip dari “Rusli Zainal Sang Visioner. Yakin?“
Sedikit sorot balik awal-awal ngeblog dulu, seorang teman yang pebisnis di internet pernah berujar, “SEO itu, selain memperkaya jumlah konten yang bisa kita temukan di internet, kadang–tidak sering memang–juga berakibat jelek ketika konten-konten yang bagus justru terkubur di halaman belakang.”
Terlepas dari keliru atau tidak, entah, itu hanya pesimisme atau ada hal lain yang menyebabkan ia berkata seperti itu. Toh saya tidak menggeluti bidang optimisasi mesin pencari tersebut, lebih-lebih bisnis di internet, hanya otomatis terlibat secara tidak langsung karena ngeblog. Semoga saja suara yang berpendapat beda tidak tersingkir, atau lebih ekstrim lagi: dibungkam.
Sayup-sayup teringat wejangan seorang pakdhe, “penyeragaman adalah pengkhianatan.”
Manusia bisa lupa, tapi Google tidak pernah lupa. Semua yang pernah ditulis tentang seseorang atau suatu hal akan tersimpan rapi dalam jaring-jaring mesin pencari paling mumpuni itu. Jumlahnya, ribuan, jutaan, tak terbatas. Orang-orang berlomba untuk muncul di halaman pertama pencarian, antara lain dengan Search Engine Optimization atau SEO.
Saya baru tahu bahwa ada sebuah lomba SEO dengan tema, Rusli Zainal Sang Visioner. Saya ragu, para peserta lomba mengerti apakah Rusli Zainal visioner atau tidak. Pokoknya, pemenang lomba adalah laman yang akan berada di urutan puncak daftar pencarian Google saat kata kunci itu diketikkan, lebih lanjut bisa dibaca di laman [seo.bertuah.org].
Benarkah Rusli Zainal seorang visioner? Mudah saja menemukan jawabannya di Google. Ketikkan namanya dan akan muncul 158 ribu hasil telusur Google.

Klik gambar untuk memperbesar, gambar diambil 22 Juni. Dari 158 ribu entry itu, laman terdepan telah dipenuhi oleh puji dan puja para peserta lomba terhadap pak Rusli tentang ke-Visionerannya. Tapi coba gali lebih dalam sisi lainnya.
Apakah puja-puji itu layak?
Hingga saat ini, pengusutan bekas Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus dugaan korupsi penerbitan izin kehutanan masih belum tuntas. Saat terakhir kali saya menanyakan kelanjutan kasus ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mereka menyatakan masih terus menelusuri dugaan keterlibatan Rusli dalam kasus yang merugikan negara triliunan rupiah ini.
Kalangan aktivis lingkungan Riau, seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jaringan Pekerja Penyelamatan Hutan Riau dan Greenpeace juga telah mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Rusli diduga mengeluarkan surat izin penebangan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Akibat kasus ini, Bupati Kabupaten Pelalawan Riau, Azmun Jaafar telah dihukum 11 tahun penjara oleh Pengadilan Tingkat pertama. Saya mengikuti sidang vonis itu dan mendengar pernyataan Azmun yang meminta agar Rusli ikut bertanggung jawab. Menurut Azmun, Rusli yang ikut mengesahkan Rencana Kerja Tahunan harus turut dinyatakan bersalah.
Kebenarannya, memang masih harus dibuktikan secara hukum, itu urusan KPK. Tapi kita sebagai blogger, setelah mengetahui dua sisi tersebut, bisa memilih. Mengutip buku Mas Ndoro, blogger harus tetap bersandar pada hati. Monggo. Kalian pilih mana?
*soal Google dan SEO, saya sih berharap tulisan ini bisa menempati halaman pertama Google juga hihihi*
ps: gambar dari webnya greenpeace saat aksi di depan KPK tentang kasus ini.
Tiba-tiba pengen bahas film yang kemarin abis ditonton, gara-gara situs yang baru dibangun Mas Iman itu. Sampeyan sudah nonton film-film hasil karya anak negeri yang diputar di bioskop akhir-akhir ini? Apa yang menarik menurut Anda? Yang menarik adalah masyarakat kita yang udah lumayan cerdas *halah sokpintar kamu Dit*. Cerdas dengan tidak lagi tertarik dengan film dengan lakon pocong, kuntilanak, wewe dan segala macam makhluk gaib itu. Lebih hebat lagi, masyarakat kita sudah bisa menertawakan film -yang bahkan belum ditontonnya- hanya dengan mendengar judulnya 
Lalu apa itu beda film bagus, lumayan bagus dan belum bagus *sekedar memperhalus dari sinonim “tidak-layak-tonton-apalagi-menghibur-bahkan-mendidik* menurut pemirsa seperti saya? Ya mudah saja, kalau itu film berakhir dengan cerita yang bikin penasaran alias ditunggu sekuelnya, Anda pantas menyematkan label bagus, meski kadar bagus itu bertingkat. Kalau baru sepenggal film yang Anda tonton itu sudah dapat ditebak bagaimana akan berakhir, lalu kursi bioskop mulai terasa makin sempit dan tanpa CTM pun anda merasa ngantuk, terlelap, ngorok bahkan ngiler
, sebaiknya jangan sekali-kali Anda mencoba menonton sekuelnya, dan itu yang patut anda cap sebagai film belum bagus -yang juga kadarnya bertingkat,menurut saya yang serba sok ini. 
Film Liburan Sekolah
Garuda Di Dadaku. Film yang awalnya sempat membuat wajah saya berseri-seri sambil berucap, “Whaa ini..gak boleh kelewatan..”, ternyata mampu membuat saya garuk-garuk kepala di dalam bioskop *meski rajin keramas*. Judul film yang menumbuhkan rasa penasaran saya sewaktu teman saya berujar “Ah, aku sih nunggu Garuda Di Dadaku ajah..” saat mengajaknya nonton film sebelumnya, kini menghilang tanpa bekas, sama sekali. Alur cerita yang mengalir amat cepat dengan sinematografi yang biasa-biasa aja untuk ukuran layar lebar telah membunuh antusiasme saya menunggu jalan cerita dan scene-scene berikutnya.
Mengangkat cerita seorang bocah SD yang keranjingan bola (inipun tidak tersampaikan dengan “cantik”) bernama Bayu. Dikisahkan besar dalam keluarga kecil di Jakarta bersama Kakek dan Ibunya (Maudy Koesnadi), cukup memberi warna dalam jalan ceritanya. Bagaimana didikan Kakeknya yang ketat cukup jelas menjadi dasar cerita berikutnya, menarik. Lalu apakah sosok Bayu sebagai anak bengal yang gila bola sudah disampaikan dengan baik? Nampaknya harus diperbaiki dalam jenis “film liburan sekolah” yang berikutnya. Lho bukannya sudah jelas terlihat bagiamana di sepanjang cerita si Bayu ini menyembunyikan sepatu dan bola sepaknya? Benar, tidak ada yang cacat dengan itu. Lalu di bagian mana film ini terlihat wagu (aneh, cenderung tidak masuk akal dalam ungkapan Jawa
) ? Ali “Johan” Sihasale yang tiba-tiba muncul di lapangan parkir dan menawari Bayu masuk SSB-nya karena bisa (atau tidak sengaja?) menyepak bola masuk ke bis rombongan pemain bola yang sedang melaju itu yang mengawali ke-wagu-an ceritanya.
Bagaimana dengan pembawaan bocah 12 tahun bernama Bayu ini sebagai pemain bola? Cukup layak dipuji di film pertamanya. Tapi rasanya ada yang kurang. Hanya dengan menggiring bola melewati gang sempit tiap pagi mampu membuatnya memiliki skill dribble yang menawan? Ah, itu dia ternyata yang belum dapat dijelaskan film ini. Sepertinya tidak banyak (atau bahkan tidak ada) adegan yang menunjukkan Bayu bermain bola dengan teman sejawatnya. Rasanya ketrampilan menggiring bola di lapangan hijau sekolah sepakbola Arsenal itu perlu ditampilkan di awal cerita dengan latar belakang yang berbeda. Sepertinya pendapat miring saya akan sedikit berkurang jika di awal film ditunjukkan bagaimana Bayu bermain bola dan mencetak gol di sela-sela kesibukan lesnya.
Bayu atau Bang Duloh?
Bayu kurang bengal. Hehehe..maaf, bukannya ingin mengajarkan hal yang tidak terpuji. Cerita akan menjadi lebih dinamis, dramatis, realistis *dengan gaya ngomong muncrat-muncrat ala Tukul Arwana
* dan tidak datar jika Bayu digambarkan sedikit lebih bengal atau kontradiktif dihadapan kakeknya. Mungkin si pembuat cerita masih ragu atau takut bakal ditegur Kak Seto kali ya jikalau memang Bayu digambarkan lebih bengal? 
Teman setia Bayu adalah Heri dan Bang Duloh. Nah, tokoh terakhir itu lebih sering saya tunggu dibandingkan cerita si Bayu. Gaya bicaranya yang asal, tingkahnya yang kocak mampu membuat seisi bioskop ketawa. Ramzi memang memerankan dengan baik peran yang diberikan padanya. Lalu, selepas film berakhir, siapa yang saya tunggu muncul dalam film berikutnya, Bayu atau Bang Dulloh? Kok saya pilih Ramzi a.k.a Bang Dulloh aja ya 
Cukup entertaining lah..*sok banget Didit ni*
. Film yang seharusnya tidak saya komentari berlebihan dalam blogbodoh ini
memang patut disimak anak-anak usia belasan yang merasa perlu melawan orangtuanya dengan mbolos les melukis dan maen bola, kaya Saya yang mbolos ngaji trus maen layangan
*gak penting*. Yaweslah..selamat menikmati Garuda Di Bioskop.

Kata Bung Pitra Satvika (bukan Bu Prita Mulyasari
) di bukunya tentang e-Narcism, bahwa internet itu memang ajangnya eksis dan gaul asal tau caranya.
Sekian social networking macam Facebook, Friendster, Multiply, Flickr, atau bahkan sekedar microblogging kayak plurk dan twitter pun sebenernya adalah ajang narsis biar bisa eksis. (katanya begitu..)
Tapi Paman Tyo pernah protes tentang penggunaan istilah narsis. Narsis itu cinta pada diri sendiri. Tapi pamer poto dan pose biar bisa diliat banyak orang, kata Paman sih itu bukan kelakuan narsis, tapi eksebisionis.. 
Bahkan sampai jamur di pantat pun bisa dipake buat eksis dan nampang di internet lewat kontes poto.. 
Joytea bikin kontes poto melalui webnya di tenangkandirisejenak.com. Hadiahnya? Notebook. 3 biji pula.
Hoho.. Para eksebisionis pada akhirnya diuber buat ajang marketing produk.
Caranya ngikut gampang banget, sekedar bikin pose dua kali, upload, dan kamu bisa ajak orang sekampungmu, se-RT dan se-RW buat melakukan voting ke potomu.
Trus? Kamu ikut, Tik?!!
Demi macbook sayah yang semakin hari semakin sekarat, sayahpun rela berbagi cerita derita hidup.

Aib pertama dibuka

Aib kedua digebyah.

Kalo sodara ndak suka jamur hinggap di pantat sodara, boleh voting poto sayah.. 
(He..?! Hubungannya, Tik?!!)
SiMbah Ed yang lewat di belakang sayah, ngintip sayah ngutak-atik poto. Lalu cengengesan. Lalu ngeloyor pergi ke rumah tetangga (pasti ngecengin pembantunya yang sungguh bahenol ituh
) sambil ngomong, “Walah, Nduk.. Jamuran kok bangga.. Makanya mandi itu mbok ya tiap hari..”
Huh. Genit kok bangga.
Jadi, silahken..
*vote akan dihitung setelah sodara mengkonfirmasi email dari joytea di inbox sodara, begitu..*

Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata komodo? Seekor reptilia purba yang dipercaya sebagai turunan dinosaurus? Karnivora dengan ludah beracun yang bisa membunuh seekor kerbau hanya dengan sekali gigit?
Apa jadinya kalo misalnya kita berada di Pulau Komodo, dikelilingi oleh hewan “ganas” yang menjadi kebanggaan republik ini karena hanya satu-satunya di dunia?
Taman Nasional Komodo adalah salah satu dari beberapa tempat yang pengen saya kunjungi. Cerita dari Pakde Mbilung yang sering berkunjung ke sana telah mengobsesi saya untuk menginjakkan kaki di sana suatu hari nanti. Saya berjanji. 
Tentu saja, hewan purba langka ini menjadi daya tarik utama selain pemandangan alamnya yang tak kalah eksotis. Komodo Dragon (Varanus komodoensis), hewan endemik yang hidup tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan pulau-pulau kecil lain yang termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Cara Menuju ke Sana
Setelah bertanya kepada Pakde Mbilung ditambah melakukan gugling di sana-sini, saya mencoba mengumpulkan berbagai informasi untuk menuju ke sana. Selain berguna untuk saya, siapa tahu informasi ini juga bisa digunakan oleh temen-temen yang hendak ke sana dalam waktu dekat ini.
Kawasan ini dapat ditempuh dengan jalur darat, laut, dan udara. Cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan melalui jalur udara. Setidaknya ada 3 maskapai penerbangan yang melayani rute Denpasar ke Labuan Bajo setiap hari, yaitu Merpati, Indonesia Air Transport, dan Pelita Air/Transnusa.
Dari Labuan Bajo, kota pelabuhan di ujung barat Flores, barulah menyeberang ke pulau-pulau yang termasuk ke Taman Nasional Komodo dengan menggunakan perahu.

Bila Anda termasuk kaum the have, menyewa kapal pesiar dari Benoa, Bali untuk menuju ke Taman Nasional Komodo mungkin bisa menjadi pilihan. Kapal-kapal seperti ini menyediakan fasilitas yang nyaman untuk tidur dan makan layaknya hotel terapung. Selain itu kapal-kapal semacam ini biasanya juga dilengkapi dengan peralatan menyelam.
Backpackers tak perlu berkecil hati. Menuju ke Labuan Bajo melalui jalur darat sepertinya akan menjadi catatan perjalanan yang menarik. Belum lagi ketika harus menumpang kapal-kapal nelayan pengangkut barang kebutuhan untuk bisa menyeberang, atau bahkan ikut menginap di atas perahu tentu memberikan cerita tersendiri.
Kalo disuruh milih, tentu saya pengen menikmati berlayar dengan kapal pesiar! 
Komodo Dragon, Sang Penguasa

Hamparan sabana gersang yang menjadi habitat komodo tentu menarik untuk dijelajahi. Bila ndak berhati-hati, hewan yang aktif di siang hari ini bisa saja tiba-tiba nongol dari balik semak-semak dan menyerang bila merasa terganggu. Tentu rasa deg-deg-an ini memberikan sensasi adrenalin tersendiri. 
Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik kita meminta bantuan petugas jagawana Taman Nasional Komodo untuk menemani dan memandu kita mengeksplorasi keunikan dan kecantikan kawasan ini.

Biasanya komodo (dalam bahasa lokal sering disebut dengan “ora”) ini harus “dipancing” dahulu supaya keluar dengan cara menyajikan daging yang sudah membusuk.
Ketika komodo datang berbondong-bondong dan berebut makanan, wisatawan pun berbondong-bondong mengabadikan momen yang ditunggu-tunggu ini.
Namun cara memanggil komodo seperti ini sudah jarang dilakukan karena akan membuat komodo manja, demikian kata Pakde Mbilung. Selain itu komodo memang mudah untuk ditemui, terutama di Pulau Rinca.
Selain sabana yang gersang, pemandangan bukit-bukit di Pulau Komodo memang layak dipujikan. Maklum saja, pulau ini sangat unik.
Pulau ini terbentuk dari aktivitas letusan vulkanik purba plus aktivitas tektonik yang membuat dasar laut terangkat. Makanya ndak mengherankan kalo pantai-pantai di sini berbeda dengan tempat lain, hamparan pasir pantai yang dibentengi bukit-bukit.
Hamparan pegunungan yang membentang dari utara ke selatan dengan tinggi rata-rata 400-500 meter dpl dengan puncak tertinggi bernama Satalibo (735 m dpl) menjadi pemandangan eksotis lainnya.
Di dataran yang agak tinggi, hamparan pohon Lontar dan hutan hujan merupakan pemandangan yang ndak boleh terlewatkan!

Hwaa!! Makin penasaran aja nih dengan Pulau Komodo!
Kekayaan Bahari Taman Nasional Komodo
Jika Anda penggemar olah raga air semacam snorkeling dan diving, keindahan laut di taman nasional ini patut diselami. Namun arus yang kuat harus menjadi perhatian tersendiri. Arusnya yang kuat terjadi karena laut ini merupakan pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan.
Ada beberapa titik penyelaman yang bisa dijelajahi di sekitar Pulau Komodo.

Salah satu titik yang sering didatangi adalah Pantai Merah. Disebut pantai merah karena pasirnya yang terdiri dari pecahan-pecahan koral dan cangkang hewan laut lainnya sehingga berwarna kemerahan.
Pantai ini menjadi pantai favorit para wisatawa asing maupun lokal karena hanya dengan ber-snorkeling saja, keindahan bawah laut di pantai ini bisa dinikmati, apalagi bila mencoba diving.
Dengan kedalaman hingga 30 meter, situs penyelaman Pantai Merah didiami berbagai jenis ikan, seperti ikan scorpion yang dikenal memiliki sengat beracun, siput tak bercangkang dan hewan molusca lain.
Penyelaman di malam hari juga sering dilakukan di situs Pantai Merah untuk melihat kehidupan malam hewan laut di situs ini. Selain karena jarak pandang, banyaknya organisme laut yang mendiami situs ini tentu menjadi daya tarik.
Selain Pantai Merah, situs penyelaman favorit adalah Batu Bolong. Batu Bolong adalah situs penyelaman terbaik di Komodo yang berupa “pulau” karang di selat antara Pulau Tatawa dan Pulau Komodo.
Dengan topografinya yang berbentuk tebing curam membuat situs penyelaman ini menawarkan pemandangan bawah laut yang sangat alami karena nelayan lokal ndak bisa menggunakan bom atau racun sianida untuk menangkap ikan di sekitar lokasi ini yang tentunya berakibat merusak ekosistem di bawah laut.
Karena topografinya pula, arus di situs penyelaman ini menjadi sangat berbahaya, sehingga penyelaman disarankan dilakukan saat laut sedang surut.
Berbagai jenis ikan dan biota laut dapat ditemui di lokasi ini. Biota ini hidup di sekitar tebing karang dan pada kedalaman tertentu bisa ditemukan ikan hiu.
Jika ingin melihat berbagai ikan besar, menyelam di situs Batu Tiga sangat disarankan. Disebut Batu Tiga karena situs penyelaman yang terletak di sebelah tenggara Tanjung Kuning di Selat Linta ini terdapat tiga buah batu karang yang merupakan “perpanjangan” dari bagian bawah Pulau Komodo.
Primadona dari situs Batu Tiga adalah ikan pari Manta (Manta birostris) yang lebarnya bisa mencapai 8 meter! Selain itu di situs yang berarus sangat kuat ini menjadi habitat berkembangnya terumbu karang yang cantik-cantik dan segerombolan ikan-ikan kecil.
Sayangnya situs-situs penyelaman di Taman Nasional Komodo ini arusnya terkenal sangat kuat sehingga ndak disarankan untuk diver pemula apalagi yang belum pernah diving seperti saya..
Lokasi Eco-Wisata Terunik di Dunia
Melihat berbagai potensi kekayaan alam Taman Nasional Komodo, memang pantas kalo lokasi yang pada tahun 1991 masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ini dinominasikan ke dalam New 7 Wonders of Nature dan kita harus mendukungnya dengan memberikan suara untuk lokasi ini! 
Harapan saya, selain bisa jeng-jeng ke Taman Nasional Komodo sekaligus mendukung tahun kunjungan ke Indonesia (Visit Indonesia Year 2009) ini, saya berharap kita bisa menyadari betapa pentingnya pelesatarian alam Indonesia, terutama fauna langka seperti Komodo. Bahkan ajang Bubu Awards tahun ini pun ikut mengangkat isu Taman Nasional Komodo untuk masuk ke dalam daftar New 7 Wonders of Nature.
Jadi, kapan kita ke Komodo? 
Gambar ilustrasi diambil dari Google Images.
jengjeng matriphe!
Saya baru saja mendapatkan informasi mengenai Opera Unite hari ini dan dengan semangat ingin tahu kemudian mulai mengunduh dan mencoba sesuatu yang oleh Opera disebut sebagai penemuan kembali dunia web.
Menurut saya pribadi setelah mencoba beberapa saat, ide yang dikembangkan oleh Opera dalam Unite ini lumayan beyond the edge alias tidak biasanya. Opera Unite mencoba merevolusi cara berselancar di internet dari yang biasanya hanya sebagai client saja dengan mengunjungi web server pihak ketiga menjadi client sekaligus server yang menjadikan file lokal di komputer kita dapat diakses oleh client yang lainnya.
Untuk menikmati layanan Opera Unite, kita perlu membuat account di my.opera.com yang kemudian akan menjadi username dan password kita untuk masuk ke layanan Opera Unite. Setelah login kita dapat mengaktifkan fitur-fitur yang disediakan seperti File Sharing, Fridge, Media Player, Photo Sharing, The Lounge dan Web Server.
Untuk dapat diakses oleh user yang lain maka setiap user Opera Unite akan mendapatkan alamat web dengan format http://namafolder.username.operaunite.com/. Dalam kasus saya saya mendapati halaman web saya [home.wedhouz.operaunite.com]
Karena file dihosting sendiri di lokal komputer maka setiap akses terhadap file yang kita share akan menjalankan proses upload pada koneksi kita. Dengan kondisi yang demikian, maka perlu diperhatikan untuk yang tidak menggunakan koneksi unlimited karena layanan ini tentu saja akan sangat memakan bandwidth.
Opera Unite dilengkapi dengan akses kontrol yang memungkinkan file yang kita bagi dapat kita atur menjadi private, akses dengan password atau publik. Hal ini menjadikannya cocok untuk saling berbagi file antar teman daripada harus mengupload ke layanan penyimpanan file seperti Rapidshare atau Mediafire.

Secara default mozilla firefox 3.x telah menyediakan fasilitas download manager. Sehingga tanpa kita menginstall add on seperti flashgot, downthemall, dll pun tidak masalah. Default download manager firefox memiliki fitur pause and resume download, sehingga kita bisa menghentikan sejenak aktifitas download, lalu menutup firefox, dan mematikan komputer. Setelah menghidupkan kembali komputer, kita masih bisa meneruskan download yang terputus tadi.
Akan berbeda hasilnya apabila karena sesuatu hal download tiba-tiba terputus (failed), bisa karena koneksi yang tiba-tiba down, jaringan terputus, atau mati secara tiba-tiba yang tidak memungkinkan kita untuk menekan tombol pause pada download manager. Jika keadaannya demikian maka tombol resume firefox tidak akan berfungsi, mau tidak mau kita harus mendownload dari awal (start from scratch). Jika file yang kita download berukuran kecil memang tidak masalah, lain cerita bila kita sedang mendownload sebuah ISO file yang berukuran 2,5 GB (misal) dan kita baru mendapatkan 1,2 GB terputus. Jika harus mendownload dari awal tentu akan membuang waktu dan juga quota bandwidth (bagi pengguna internet langganan limited)
Ada cara yang cukup mudah untuk meneruskan hasil download yang failed tadi, yaitu menggunakan WGET. WGET adalah free utility yang digunakan untuk mendownload file dari sebuah web yang secara default telah tersedia di linux. WGET merupakan non-interactive download, yang memungkinkan kita mendownload di background tanpa menharuskan kita login. Untuk me-resume download yang failed caranya cukup mudah. Secara default firefox download manager akan membuat sebuah file berekstensi .part ketika proses download sedang berjalan. Nama file tersebut sama dengan nama file yang sedang kita download, hanya belakangnya ditambahin ekstensi (.part). RENAME file .part tersebut menjadi aslinya (hilangkan ekstensi .part nya)
Contoh: eeebuntu-3.0-standar.iso.part rename menjadi eeebuntu-3.0-standar.iso
Setelah di rename, buka console (terminal), arahkan ke direktori dimana file yang kita download tersimpan. Gunakan opsi -c (continue downloading) untuk melanjutkan download
wget -c http://alamat_file.download/nama_file.iso
WGET akan meneruskan file yang kita download tadi (tanda plus + menunjukkan yang telah kita download). Bagi pengguna Sistem Operasi Windows, bisa juga menggunakan WGET. Download WGET for Windows ada disini.
Semoga bermanfaat.
Wah dah lama ga posting2 kesini ….. sampe2 lupa passwordnya ….. apakah blog sekarang dah mulai larut dalam boomingnya facebook ……. ????
Sebagai sesama blogger dan warga yang pernah merasakan ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit ….. aku ikut senang atas dilepaskannya Prita Mulyasari dari tahanan kota. Kenapa siy udah tau salah tapi tidak dengan besar hati untuk mengakui dan memperbaiki kesalahannya …. piss!!
Aha. Sekian lama aku membiarkan lembaran digital ini tak terjamah. Melalui berbulan-bulan tanpa menyapa sudut “dunia” ini rasanya memang beda. Beda karena sejak mengenalnya, belum pernah ku membiarkannya mengonggok selama ini. Now, I just wanna say: Hello Wor(l)d!
Ihiiiy mereka berdua … sejak hari ini mereka menjadi suami - istri. Selamat.
Jam sudah beranjak dari angka 12 dan membuka hari baru, Jumat 12 Juni 2009. Setelah pencernaan diguyur oleh kopi maka kantuk pun kemudian sedikit menjauh meninggalkan mata yang terbuka lebar.
Ketika jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari, semua orang sudah terlelap dalam hangatnya selimut dan buaian mimpi yang kemudian menyisakan sendiri karena tiada lagi kawan yang dapat diajak untuk bercengkrama dan berhaha-hihi.
Finder kemudian dibuka dan mencari-cari apa yang sudah pernah diunduh dan disimpan untuk kemudian dinikmati. Ternyata update iDeneb 10.5.7 sudah terunduh beberapa waktu yang lalu namun belum sempat dicoba untuk diinstall.
Maka dengan berbekal komputer titipan bermesin AMD Athlon yang sebelumnya sudah diinstal Hackintosh XxX x86 10.5.6 maka dilakukanlah ngoprek sederhana untuk mengupdate versi Leopard terbaru.
Update dari versi 10.5.6 ke versi 10.5.7 dapat dilakukan dengan mudah dan tiada masalah sama sekali karena iDeneb upgrade 10.5.7 memang bisa untuk distro Hackintosh selain iDeneb sendiri.
Hanya yang menjadi masalah adalah ketika prosesor yang dipakai adalah AMD dan menggunakan kernel Voodoo 9.5.0, maka akan terjadi ketidaksesuaian versi antara seatbelt.kext dan versi dari kernel Voodoo 9.5.0.
Kernel Voodoo 9.5.0 perlu seatbelt.kext versi 10.5.5 sedangkan update iDeneb 10.5.7 akan mengupdate seatbelt ke versi 10.5.6.
Ketidaksesuaian versi kernel dengan seatbelt.kext ini yang kemudian akan menjadikan kernel panic ketika melakukan proses mount file dmg.
Tapi seperti kata pepatah, dimana ada masalah maka disitu ada solusi.
Dan hasilnya sebuah mesin Hackintosh versi 10.5.7 yang bisa menjalankan Safari 4. (Karena Safari 4 tidak bisa diinstal pada Leopard 10.5.6)
*Gambar yang ditampilkan tertulis prosesor Intel Core Duo tapi sebenarnya prosesor adalah AMD Athlon 64 X2, saya malas mengganti detailnya*

15 years of browser innovation.
On June 16th at 9:00 a.m (CEDT), we will reinvent the Web.
Kira-kira apalagi yang akan dibuat Opera? Mari kita tunggu ![]()
Undangan Pernikahan:
Fany ‘faniez.net’ dengan Yudistira ‘tukangkopi.com’.
Sabtu, 13 Juni 2009.
Pukul 11.00 - 13.00 WIB.
Di Convention Hall MAJT, Semarang.
Kalau merasa kenal saya atau si tukangkopi, silakan hadir jika sempat, dan silakan konfirmasi di:
www.janjihati.com
*gaksempatpostingpanjang2.sibukberatz*
addthis_url = 'http%3A%2F%2Fblog.faniez.net%2F2009%2F06%2F10%2Fundangan%2F'; addthis_title = 'Undangan'; addthis_pub = '';

Opera Software in Computex Taipei 2009 © Kevin Su
Ala Kadarnya. Jika berkenan harap dibaca, jika tidak toh tak apa-apa, sayangnya tidak bisa diraba.
Seandainya–ya, memang sejarah tidak mengenal kata ’seandainya’, namun fantasi senantiasa berkutat dengan kata tersebut–ada fitur seperti itu, bukan bualan semata kalau para peretas pengguna Rubah Hangus pasti akan beralih ke peramban Opera.
Dan sekali lagi saya diskriminatif terhadap para fakir lebar-pita dan peramban lincah. Tabik.

Pukul 5 sore,layaknya kota besar pasti rame karena hirukpikuk orang-orang yg bubaran kantor atau pulang kerja. Tapi,hal itu beda banget dengan kota wonosobo. Jam 5 hirukpikuk kegiatan kota sudah mulai kendor. Lapak2 mie ayam,konter Hp juga sudah mulai ditutup. Sebentar lagi kabut datang.
Tepat pukul 7malem, kota ini sudah sepi senyap. Orang tidak canggung mengenakan sarung atau syal di leher untuk menahan embun dingin yg menusuk hingga tulang.
Wonosobo ga hanya itu..
Mau tehe..???
Kurang lebih saya sudah menghabiskan 4 bulan dikota ini,kota yg kecil. Kita muter pake motor 2jam juga sudah puas dengan warna kota wonosobo. Aneh juga,saya punya kantor dibali dan mumbai..tapi semua di lakukan dibilik salah satu warnet di wonosobo. Dan saya ga habis pikir,orang malah bondong2 keluar dr kota wonosobo..hahha. Kota wonosobo punya beberapa hal yg unik….semoga ulasan saya bisa jadi referensi sampeyan buat main-main ke wonosobo.
Alun-alun wonosobo
Kata orang,klo main kejogja ga main kemalioboro itu namanya belom ke jogja. Nah sama juga kalo ke wonosobo,kalo ga mendarat atau makan jagung bakar sambil minum wedang jahe..itu namanya belom ke wonosobo. Sebagi catatan saja,alun-alun wonosobo adalah alun-alun yg paling bersih yg pernah saya jumpai. Rumputnya masih terawat secara profesioanl dan dilengkapi tempat duduk2. Tidak hanya itu,buat netter..lokasi alun-alun wonosobo free hostspot 24jam nonstop. Bahkan jika beruntung,banyak sekali wi-fi yg bocor. So…internet di wonosobo turah2…!!!

Carica
Banyak orang menyebutnya dengan pepaya,tumbuh hanya di daerah tropis. Beda dengan pepaya,buah ini hanya tumbuh dan bisa berbuah didaratan tinggi. Nah dieng adalah kawasan dataran tinggi cocok banget tumbuh dan berkembang. Anehnya,sampe saat ini aku belom nemu carica yg di budidaya. Carica hanya tumbuh bak rumput dan dibiarkan begitu saja. Carica tidak kurang enak jika di makan dalam kondisi matang seperti layaknya pepaya. Orang wonosobo meng-angkat buah ini dengan bungkusan yg lebih kreatif,maka munculah “manisan carica”. Oleh2 khas wonosobo yg bisa dijumpai dipusat2 oleh2 atau toko2 klontong diwonosobo. So,klo ente lihat manisan carica..semoga inget postingan saya ini.


Teh curbang
Kota ini emang aneh,dimana hal sulit adalah menemukan es teh ! diwonosobo emang es teh tidak di haramkan,tapi bener2 susah menemukan minuman yg bisa menyegarkan tenggorokan ini. Nah,paling sering dijumpai adalah Teh Curbang [red-mancur langsung abang/mancur langsung merah]. Rasa teh curbang bener2 beda,agak2 sepet,pait dan legit. Teh ini di produksi dari kawasan perkebunan teh tambi. Di warung atau pos ojek,teh curbang dan tempe kemul adalah menu wajib untuk menghangatkan badan. Sebab tahu sendiri,kabut di wonosobo bisa turun kapan saja. So..sebelom kamu mati..atau meninggal dunia…cobalah teh curbang..!!


Kentang
Selain pangalengan yg punya produksi kentang yg bisa ton2an, daratan tinggi dieng adalah salah satunya. Gunung2 di sulap jadi lahan kentang,boleh percaya boleh ga…jumlah produksi kentang dr dieng kurang lebih 100ton/hari. Kentang dari dieng punya daya tahan yg cukup dibanding kentang dari wilayah lain,karena kadar air yg tinggi dan juga kentang dari dieng ukurannya relatif besar2. Dan jenis kentang ini di sebut kentang granola. Ini saya sertakan foto saat masa nanam,itu di daerah garung-dieng bawah.


Candi dieng & Telaga warna :
Ga seperti candi-candi pada umumnya,kita kalo main ke candi pasti puanass. Beda dengan suasana candi didieng,kabut yg turun2 di lembah2 dan area perkebunan kentang membuat suasana berada di atas awan. Tidak jarang,kabut jam 12 siang langsung mendarat dengan sukses.
Candi di sini ada beberapa dan letaknya pisah2,maap..saya bukan ahli candi..jadi kurang etis kalo ngasih info soal candi. Tapi,pada dasarnya..keran kok. Ndak hanya itu,kawasan ini juga ada bbrp sumber gas alam yg digunakan untuk pembangkit listrik. Dan ada juga semburan gas yg ada muncul di kawasan danau,maka akan terlihat airnya ijo. Maka di sebutlah telaga warna. Asli..rugi banget kalo ga main ke sini.


Mitos :
Kebudayaan dieng juga aneh dan unik,contoh simpelnya..saat masa panen,ada bbrp hari pantangan.Misal hari selasa wage itu dilarang manen kentang. Atau rabu kliwon itu dilarang nanam kentang. Hal2 seperti itu masih bertahan sampe sekarang. Dan lucunya,di daerah kawasan candi dieng ada 7 orang yg bertapa [red-topo/semedi]. Kata warga di situ,orang yg semedi tadi kurang lebih sudah 27 tahun. Dan ada yg lucu,ada orang yg sedang semedi di pinggir jalan. Akhirnya pihak warga setempat memberi tenda [red-lihat gambar].


Wah,saya bukan orang asli dieng atau wonosobo..tapi,saya begitu suka dengan kultur dan budaya orang wonosobo..sederhana..ritme hidupnya teratur dan yg paling penting ADALAH HAWAHNYA SEJUKK..!!!
Mau traveling ke wonosobo..???
Contact2 aja ya..????
Salam
Pepeng
eScoret
Monetizing the blog adalah trend tahun 2007-2008, trend tahun ini tentu saja urusan asmara:

Anda tak percaya? Mereka mungkin salah satu buktinya. Ayuk datang ![]()
June 3, 2009 I met with James Gosling at JavaOne event in San Francisco. I did an interview with him about why the programming language that he created named Java, and above is the video. In the interview I asked James to come to Indonesia, and I hope someday he will go here. James, thanks a lot for your time, it was really nice when I met with you.
Ada yang bilang hidup, rejeki, jodoh dan mati ada di tangan Tuhan. Masing-masing manusia mendapatkan semua hal tersebut walau dalam porsi yang berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dan ada kalanya dimana ketika seseorang mendapatkan salah satu dari ke empat hal tersebut, orang lain mendapatkan salah satu hal yang lainnya.
Hari ini seorang teman telah menemukan jodoh yang diciptakan oleh Tuhan untuknya dan akan mengikrarkan serta melangsungkan janji suci sehidup semati untuk mengarungi bahagia dan sengsara bersama-sama, namun di lain pihak, ada saudara yang kemudian harus berpamitan dengan kehidupan karena waktu sudah tiada lagi bersamanya.
Untuk Kian dan Adi, maaf saya tidak bisa menghadiri pernikahan, semoga senantiasa dilimpahkan segala keberkatan atas kalian berdua sehingga dapat membangun keluarga yang penuh dengan ketenangan dan selalu terlimpahi kebahagiaan serta penuh dengan kasih sayang.
Untuk mbak Fitri, semoga Tuhan berkenan memberikan ampunan atas segala kesalahan ketika masih hidup di dunia dan diberikan jalan yang lapang serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Beliau. Dan untuk keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menjalani hari yang akan datang.
Sudahkah Anda menengok tulisan saya sebelum ini? Ya, yang tentu saja mengenai sebuah lukisan Muhammad, Yesus, dan Gautama. Tulisan yang saya maksudkan untuk bertanya saja perihal siapa pelukis lukisan tersebut.

Awalnya saya menemukan lukisan tersebut di sebuah halaman Facebook (saya lupa halaman apa dan apa alamatnya). Tidak ada keterangan jelas tentang lukisan di halaman tersebut, namun karena menarik, langsung saya simpan. Beberapa waktu kemudian saya jadi penasaran dan melihat kembali lukisan tersebut. Menarik, sangat menarik. Tokoh tiga agama besar dunia disejajarkan. Saya bertanya-tanya, siapa pelukisnya, apa motifnya membuat lukisan tersebut?
Oleh karena itu tanpa tendensi apa-apa saya merilis tulisan tentang lukisan tersebut di blog ini. Sekadar bertanya kepada pembaca apakah ada yang tahu siapa pelukisnya. Gayung bersambut, atas info dari bung leksa dan pencarian dari bung lambrtz saya akhirnya tahu siapa pelukisnya.
Lukisan bergaya Neo-Byzantium tersebut dilukis oleh Christina Varga. Dan sebenarnya bukan dalam satu kanvas, namun terpisah. Posisinya sama, Muhammad di kiri, Yesus di tengah, dan Gautama di kanan. Silakan tengok halaman berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang lukisan tersebut.
Namun banyak dari komentar yang masuk merasa tersinggung terhadap lukisan tersebut. Bisa jadi juga terhadap saya selaku pemilik blog ini, yang dengan lancangnya menghina nabi besar mereka dengan memasang lukisan tersebut. Kita memang bangsa yang mudah tersinggung, saya pun bisa tersinggung, namun itu manusiawi.
Dari respon-respon tersebut–dengan sepihak–saya menyimpulkan yang membuat pembaca tersinggung adalah karena terdapat Muhammad dalam lukisan tersebut. Sepengetahuan saya (juga dari komentar mbak dita_disini) wajah Muhammad tidak boleh diabadikan dalam lukisan. Menurut beberapa teman, dalam buku cerita bergambar pun Muhammad selalu disensor (digantikan?) dengan sebuah kristal bertuliskan Muhammad dalam bahasa Arab.
Oh ya, Christina Varga pun menulis sebuah catatan tentang ini.
Mohammed the Prophet
(peace be upon him)
stands before the green domed mosque of Medina called the Prophet’s Mosque. Because it is forbidden to represent his face calligraphy commanding all to maintain a pure body and spirit and declaring the greatness of Allah the one True God covers it. Mohammed’s hands are in a position of Surrender – the definition of Islam. His halo represents the flames surrounding his body in Islamic iconography. The hand in the sky is that of his cherished daughter Fatima and represents the five pillars of Islam: declaration of faith, formal prayer, charity, to fast in the month of Ramadan, and to perform a pilgrimage to the Ka’bah in Makkha at least once in a lifetime.
Namun ada sebuah komentar menarik dari bung bodrox, yaitu dalam Islam, ada ketentuan tidak mempresentasikan Muhammad dalam bentuk apapun, baik lukisan, patung, apalagi kartun. Saya jadi bertanya-tanya, mana yang sebenarnya BENAR dalam Islam, diharamkan melukiskan wajahnya atau dirinya seutuhnya.
…tunggu, saya juga ingin bertanya apa sebenarnya yang membuat pembaca tersinggung. Apakah karena penggambaran Muhammad (meskipun tanpa wajah), atau karena tidak sudi tokoh suci agamanya masing-masing disejajarkan dengan tokoh suci agama lain?
Tanpa banyak melengceng kesana kemari lagi, dengan ini saya meminta maaf jika tulisan saya sebelumnya menyinggung perasaan para pembaca yang sangat mencintai Muhammad.
Terkadang kita tidak sadar apa yang kita lakukan dapat menyinggung perasaan umat beragama. Dengan standar ganda, tentunya.
* gambar dicomot dari lukisan karya Christina Varga

Siang kemaren sayah ngekor si Enda Nasution ke pers conference AJI (Aliansi Jurnalis Independen), lalu ke pers conference di RS Omni Tangerang.
Di Pers Conference AJI, ada mas Anggara sebagai wakil dari PBHI, ada wakil dari blogger (si Enda tadi), dan dari YLKI. Abis itu langsung kabur ke RS Omni buat ngikutin pers conference mereka.
Sayangnya, sayah dan bang Enda telat di pers conference RS Omni, acara udah mau selesai. Sayah iseng nguping kiri-kanan menyimak pertanyaan wartawan yang semrawut sana sini dan jawaban para pengacara RS Omni, Risma Situmorang dan Heribertus.
Begini kira-kira beberapa kutipan kalimat yang sempet sayah inget.
“Kami menunggu permintaan maaf dari Ibu Prita. Tapi beliau cuma mau meminta maaf secara lisan dan tidak tertulis. Coba bayangkan kalo Bapak yang dicemarkan nama baiknya.. Begini.. Begitu.. Blabla..”
Loh??!!
Bukannya mereka yang harus minta maaf?
RS Omni mungkin dicemarkan nama baiknya, tapi Bu Prita juga mengalami kerugian.
Tapi kalo diliat di email Bu Prita, udah ada permintaan maaf secara lisan dari dokter Hengky.
Kadang sayah heran, ini Rumah Sakit sebenernya punya PR ndak ya..
Mereka agak ndak bijak menanggapi pertanyaan wartawan, dan malah bikin citra RS Omni jadi tambah berantakan.. 
Wartawan nanya, “Pak, sebenarnya ada gak hasil lab yang 27ribu itu?” Pengacara : “Ada.” Wartawan : “Lalu kenapa gak dikasih aja pak? kan itu yang diminta?” Pengacara : “Kami tidak bisa memberikan karena alasan etika kedokteran. blablabla *ndak penting* Lagipula, hasil yang 27ribu itu kabur dan gak jelas.Lebih jelas yang 180ribu. Ngapain sih ngotot minta hasil yang gak jelas? Bukannya malah lebih bagus kalo dapet hasil yang jelas ya?
Saya gak ngerti apa motivasi Bu Prita sebenernya. Dia itu ditunggangi siapa sebenernya..”
Sayangnya, pengacara Bu Prita mungkin lupa menekankan bahwa hasil lab itu adalah hak pasien.
Jadi kalo pasien yang meminta, sudah menjadi kewajiban Rumah Sakit untuk memberikan hasil tersebut ke pasien.
Kalo pengacara Bu Prita yang dulu sedikit lebih pinter, mungkin dia bisa menyinggung bahwa Rumah Sakit juga telah melanggar hak pasien.
(Duh, bukannya sayah bilang pengacara Bu Prita yang dulu bodoh ya.. Nanti sayah ikut kena pasal pula inih..
)
Lagipula, aneh kalo mereka mempertanyakan kenapa Bu Prita nagih hasil lab yang 27ribu. Lha gara-gara hasil trombosit 27ribu dia jadi harus mondok dan terima suntik macem-macem. Pengacara ini menganggap wartawan dan orang-orang bodoh semua ya?
Dan memang ada “etika kedokteran” yang melarang pasien meminta dan punya hasil lab-nya sendiri? 
Wartawan : “Besok sidangnya gimana pak? Antara Prita dan Omni? Kan gak bisa tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh institusi?” Pengacara : “Iya. Karena itu kami mengubah fokus. Jadi besok adalah sidang perdana perkara pidana antara dokter hengky dan Prita.”
Jadi, perkara pidana yang disidangkan pagi nanti di PN Tangerang adalah antara Prita dan dokter Hengky.
Lalu perkara perdata adalah antara Prita dan dokter Hengky (tergugat 1), dokter Grace (tergugat 2) dan RS Omni (tergugat 3).
Perkara perdata sendiri sudah selesai disidangkan pada tanggal 11 Mei kemaren, dan Bu Prita kalah.
Berkaitan dengan sidang pidana tanggal 4 Juni hari ini, maka tanggal 13 Mei 2009 Bu Prita dijemput untuk ditahan (dengan alasan takut Bu Prita kabur).
“Gimana tanggapan Bapak terhadap pernyataan Jusuf Kalla yang meminta Prita dilepas?” Pengacaranya pinter, jawabnya begini, ”itu bukan wilayah yurisprudensi kami untuk menjawab..” *keren.. itu jawaban bagus..*
Lalu soal utama, tentang kenapa mereka harus melakukan gugatan pidana.
Jawabannya selalu seputar,
“Bahwa kebebasan berekspresi, berbicara, mengeluarkan pikiran dan pendapat adalah salah satu pilar demokrasi. Akan tetapi, tatkala kebebasan blablablabla… Intinya kebebasan berpendapat itu harus disertai tanggung jawab moral..”
Oh, betul. Kebebasan berpendapat itu memang butuh tanggung jawab moral.
Mereka sangat pintar bermain kata-kata di wilayah normatif.
Padahal inti keluhan Bu Prita sendiri adalah tentang malpraktek.
Bang Enda sempet nanya begini,
Bang Enda : “Kenapa Bu Prita harus dikriminalkan?” Pengacara : “Karena kelakuan Bu Prita sendiri memang sudah kriminal. Dia menyebut dokter Hengky penipu.”
Sayangnya, memang ada pasal pencemaran nama baik dalam pasal pidana.
Jangan tanya sayah pasal berapa ituh. Nanti sayah cari deh.. 
Tapi yang sayah tangkep, mereka berusaha mengaburkan fokus, bahwa inti keluhan email Bu Prita adalah tentang malpraktek.
Oiya, ada pertanyaan bagus wartawan (lupa dari mana) waktu pers conference di AJI. Yaitu,
“Sebenernya musuh kita RS. Omni atau Kejaksaan sih?”
Nah.. Ini yang perlu diluruskan.. 
Menurut sayah, (dan pakdhe Ndoro pun membetulkan ini..) musuh kita adalah UU ITE.
Adanya UU ITE yang rancu membuat celah besar bagi terulangnya kasus ini.
Apalagi sayah ini blogger jeh..
Dan pekerjaan blogger ituh ya menulis, di dunia maya, online, internet, atau apapun labelnya lah..
Lha wong Bu Prita yang nulis lewat email aja bisa kena pasal perdata. Dan pidana pula.
Kenapa sih, blogger jadi rame-rame melakukan gerakan ini, Tik?
Pertama tentu untuk alasan kemanusiaan.
Kedua, karena musuh blogger dan Bu Prita (yang notabene memang bukan blogger) itu sama. Musuh kita adalah pasal-pasal karet dalam UU ITE.
………………………………………………………
Hari ini, akan ada pengadilan perdana untuk perkara pidana Prita Mulyasari. Paman Tyo udah lembur semalaman membuat badge seperti di bawah ini, buwat dipake oleh semua pendukung Bu Prita.

Jadi bila sodara berada di lokasi yang sama dengan kami nanti, bisa mencari Paman atau sayah untuk meminta badge ini buwat ditempel di baju.. :>
Tulisan ini muncul sebagai bentuk dukungan saya, sekaligus keprihatinan saya. Jelas ketidakadilan terhadap kasus yang dialami Ibu Prita menjadi perhatian kita semua. Siapa yang tega melihat seorang ibu terpisah dari anaknya karena tersangkut kasus yang ambigu demikian?
Iya, saya mengatakan ambigu. Proses hukum yang terjadi memungkinkan adanya “debat pengadilan” yang sengkarut. Rumah Sakit Omni kuat dari segi tuntutan yang didukung pengacara coorporate yang lebih handal di banding Prita yang cuma seorang kala itu. Ditambah pasal-pasal karet dalam UU ITE yang memungkinakan kurangnya pemahaman akan UU ITE oleh Jaksa dan Hakim.
Apapun hasil proses persidangan, yang tertinggal adalah sebuah empati bagaimana seorang Ibu akan berpisah dari anaknya karena “kalah debat”.
TAPI,
Saya lebih empati dengan para pendukung yang kebablasan. Belum lagi buat pihak-pihak yang berkepentingan entah atas nama kekuasaan, atau apapun lah itu. Akibatnya? Jelas ada kerugian yang lebih besar lagi buat kita, bahkan bagi publik sendiri.
Contoh kasus saja, hari ini. Rumah sakit Omni kebanjiran email, membuat jalur komunikasi mereka terganggu. Kok bisa?
BEGINI,
Saya yakin hari ini RS Omni kelabakan dengan email mereka. Bukan cuma mereka, saya sendiri juga repot mengurusi spammer setiap hari.
Dulu saya ingat, sebelum UU-ITE disahkan, bahkan jauh sebelum blog ramai membahas Undang-undang sengkarut itu, Pak Pri pernah memposting, berkomentar bahkan berkampanye soal pentingnya aturan main SPAM dalam UU-ITE.
Dan sepertinya anggota dewan cukup bijak mengabulkan perihal satu ini.
Pasal 32
(1)
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.Pasal 33
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Demikian bunyi butir diatas. Jadi tindakan SPAM yang merusak, justru menjadi tindak kejahatan dalam UU-ITE. Pasal-pasal diatas bisa saya anggap 2 diantara pasal-pasal UU ITE yang tidak sengkarut, yang justru melindungi kita sebagai pengguna, dan semua pihak yang terbantukan oleh fungsi kerja alat komunikasi, terutama internet.
Jika ada diantara saudara yang tidak mengerti SPAM, mungkin bisa cek email saudara. Saya sih lebih sering mengingatnya dengan 3 kata judul diatas.
Itu saja dari jangkauan pengetahuan saya apa dampak buruk dukungan kebablasan ini. Ibarat kata, kita sering merasa terganggu oleh kemacetan akibat demo-demo. Apalagi sampai merusak layanan publik. Nah, sekarang jika kita juga kebablasan dalam menyikapi kasus Ibu Prita, maka kita juga tidak ada bedanya dengan pendemo yang sering kita pisuhi.
Rumah Sakit Omni adalah sebuah layanan publik, yang memberikan bantuan, pertolongan kesehatan kepada masyarakat. Mereka setiap hari beroperasi dengan ratusan pasiennya. Mereka juga butuh alat komunikasi seperti email dan internet. Lewat jalur itulah rumah sakit ini bisa berhubungan dengan para supplyer obat-obata, menagtur skedul dengan pihak dokter, berkorespondensi dengan luar rumah sakit dan komunikasi dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan operasional.
Ah, saya jadi sentimentil.
Tapi tak apa-apa, toh beberapa hari ini semua orang memang cenderung sentimentil.
Tentunya sudah tau kasusnya ibu prita vs RS Omni donks. Klo belum berarti ndesa, karena banyak sekali yang sudah menulis tentang hal ini. dari blog,plurk,facebook dan twitter. Tapi klo beneran tidak tau, saya kasih tau. Ibu prita ditahan oleh polisi karena mengirimkan curhat ke surat pembaca, tentang keluhannya terhadap pelayanan rumah sakit Omni. Keluhannya berjudul Rs Omni dapatkan pasien dari hasil lab fiktif, sila dibaca-baca.

Bukan latah kalau aku juga jadi ikut - ikutan posting tentang ibu Prita dan kasusnya RS OMNI Internasional, tetapi rasa kemanusiaanlah yang patut untuk dikedepankan.
Satu yang spesial dari kasus itu adalah “keluh kesah” ibu Prita itu dilayangkan lewat email, dan langsung berbuah dipenjarakannya beliau.
Ingin membaca email yg dimaksud silahkan disini (diambil dr surat pembaca detik.com)
Dari sudut pandang saya, sepertinya RS Omni terlalu berlebihan untuk langsung memperkarakan ibu Prita hanya karena sebuah “keluh kesah” dari mantan pasien. Errr dengan dakwaan pencemaran nama baik katanya? Dan menurut tempoInteraktif ibu Prita dijerat karena kata “penipuan”.. oooh come on…
Satu hal yg lebih krusial,beliau dijerat dengan menggunakan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk pencemaran nama baik.
Btw…entah ini omni yang sama atau beda,ternyata ada kasus yang lain juga yang telah terjadi sebelumnya. Dan menurut Mas Paman itu, RS Omni itu bagian dari grup Ometraco milik keluarga Kaharudin Ongko.
Sekali lagi…apakah Undang - undang (tdk semua) yang diciptakan oleh wakil rakyat kita yang terhormat ini benar - benar untuk melindungi rakyat kah atau untuk melindungi……errr melindungi segelintir orang saja. Dan karena kita bloger yang jelas bersinggungan langsung dengan UU ITE, sudah sewajarnyalah kita semua mencermati dan mengawal kasus ini, iya to :p
Seperti apa kata ndoro..
Prita bukan seorang teroris. Ia bukan koruptor. Dia bukan pembunuh bayaran. Prita hanya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak balita yang terpaksa mendekam di penjara gara-gara menulis email.
Bebaskan Ibu Prita…..
Pranala Terkait :
ibuprita.suatuhari.com - bebaskan ibu prita
Sejak pertama mengetahuinya saya selalu bertanya-tanya, kenapa situs ini menggunakan peta Indonesia dengan beberapa titik merah di dalamnya? Tampilannya memang mirip situs yang domainnya expired dan diparkir, tetapi yang ini agak beda. Sepertinya disengaja tampil seperti itu.
Ada yang membisiki saya bahwa negara kita turunan Nabi Nuh, yang berarti adalah saudara tua mereka orang Israel yang keturunan dari Ibrahim itu. Tapi bener enggaknya saya nggak tahu, ada yang tahu mungkin?
Bunderan Hotel Indonesia Kempinski
Sudah hampir 3 bulan gak sowan dan ngikut ritual Rumat Lambe Asu. Kebetulan minggu ini sedang berada di Ibukota, maka saya menyempatkan diri untuk pergi kesana.
Sejak hari Senin 25 Mei 2008 kemaren, nemenin Bokap yang lagi “Bosan” tidur di rumah. Syukurlah pada hari senin ini (1 Juni 2008), Bokap udah “kangen” ama rumah kembali.
Sekitar jam 4 sore Jum’at 29 Mei 2008, saya berangkat menuju “Kampus Langsat“. Dari seberang RSUP Fatmawati naek Metromini 610 jurusan Blok M - Pondok Labu. Sesampai di Taman Barito saya turun dan melanjutkan perjalanan menyusuri Pasar Burung hingga Pasar Mayestik. Dipertigaan Mayestik saya belok ke Kiri arah yang menuju Radio Dalam. Hingga sampailah saya di jalan Langsat 1 tempat : DagDigDug, Rumah Web, MyIndo, dan Wetiga berlokasi.
Ditempat tersebut ketemu sama Ndoro Kakung, Zam, Pak Didi, Sahir (Cachak), Epat, & Tony. Sedangkan dari BHI, saya ditemani oleh dua orang Presiden. Yaitu : Presiden BHI (Mas Bahtiar) dan Presiden SBY (Saya Bambang Yogya). Sedangkan Juragan Gembul datang sekitar jam 09.30 malam.
Sekitar jam 10 malam saya berboncengan dengan Mas Bahtiar menuju Bundaran Hotel Indonesia. Ternyata bapak-bapak satpam masih mengusiri orang-orang yang duduk di marmer indah Plaza Indonesia. Agak malam, berturut-turut teman yang lain datang : Zen, Teguh, Bambang, Lowobiroe, Iqbal, dan Yudhi.
Setelah Mas Bahtiar pamit, Bambang dan Teguh menyusul. Sisanya : Saya, Zen, Iqbal, Yudhi, dan Lowobiroe melanjutkan “Berwisata Malam“.
Berjalan kaki kami meyusuri : Start dari BHI, menyusuri Jl. Thamrin hingga perempatan Sarinah, belok ke Timur menyusuri Jl. KH. Wahid Hasyim hingga perempatan Sabang. Disana kami menyusuri Pusat Jajan Malam Jl. Sabang hingga ketemu Jl. Kebon Sirih. Dari sini kami berbelok ke arah Timur hingga di Jl. Jaksa. Disini akhirnya saya menemukan rokok yang sudah hampir 3 bulan saya idam-idamkan (SURYA ROLAS). Setelah beli rokok dan numpang ke kamar kecil, kamipun kembali menyelusuri hingar-bingarnya jalan jaksa hingga ketemu Jl. KH. Wahid Hasyim Kembali.
Disini kami berhenti sejenak di sebuah kios rokok sambil ketawa-ketiwi membayangkan kebodohan yang barusan dilakukan (jalan gak tentu arah-tujuan). Disini Zen berpisah, lainnya melanjutkan menyusuri jalan kembali.
Di perempatan Sarinah, Iqbal memisahkan diri. Dan akhirnya Saya, Yudhi, dan Lowobiroe kembali berjalan menuju tempat kos Yudhi di Kebon Kacang (Boncang Guest Host). Sesampai di kos, kamipun terkapar dengan suksesnya hingga ke esokan hari.
Dah ah…… pegel.
Pijetin donk………!!
PS : sorry, gak punya kamera.
.::he509x™::.

Akhir Mei 2009, saya dimintai tolong Fany untuk membuatkan desain situs pernikahannya dia ama Yudis. Karena waktunya mepet banget, saya cuma mengkonversi konsep undangan cetak ke web.
Situs ini dibuat pake WordPress. Dengan hanya berbekal theme khusus, kita bisa membuat WordPress tidak lagi menjadi mesin blog namun lebih ke sebuah CMS yang fleksibel dan lengkap.
Saya akan mencoba berbagi tips saat mengerjakan desain ini. Berbekal sebuah gambar hasil kerjaan Goenrock dan Yudis, saya mulai mengolahnya di Photoshop.
Gambar dari desain undangan saya potong-potong dan disusun ulang dengan mengkoding langsung ke HTML. Saya memang lebih suka melakukan koding langsung menggunakan text editor. Dengan pengaturan melalui CSS, saya merasa saya bisa lebih “presisi” dalam meletakkan elemen-elemen HTML tersebut.
Setelah mockup desain HTML selesai, baru saya konversikan ke format theme WordPress. Kita tentu harus mengetahui aturan pembuatan theme WordPress.
Karena simple banget, saya hanya membutuhkan satu file induk index.php saja untuk menangani seluruh konten dengan bertumpu pada statemen if-else. 
Fany meminta tampilan utama tidak mengarah ke artikel blog, namun ke sebuah halaman statis. Ini bisa diatur melalui menu Settings ⟶ Reading. Kemudian pada opsi Front page displays dipilih ke static page dan pilih halaman mana yang akan ditampilkan sebagai default.
Untuk Gallery, saya ndak menggunakan plugin apa pun. Saya hanya memanfaatkan fitur Gallery yang ada pada WordPress.
Album dibuat dengan menggunakan posting artikel dan kategorinya diset “gallery”. Halaman Gallery akan memanggil semua postingan alias album yang memiliki kategori “gallery”.
Untuk Guestbook juga hampir sama caranya. Guestbook ini sebenernya hanya memanfaatkan fitur komentar. Komentar hanya diaktifkan pada halaman Guestbook ini saja.
Untuk halaman Blog, prinsipnya hanya memanggil postingan-postingan yang memiliki kategori “blog”. Mudah banget, kan?
Secara konten, wedding site Fany berbeda dengan yan lain. Selain menonjolkan diri si pengantin, situs ini cukup informatif. Di menu blog, Fany memberikan informasi tentang cara menuju ke lokasi, moda transportasi yang bisa digunakan, hingga info penginapan.
Nah, ternyata membuat sebuah wedding site dengan menggunakan WordPress itu gampang banget. Ada yang mau saya bikinkan juga? 
Selamat ya, Fan! Semoga langgeng dan bahagia! 
Berita heboh betul minggu-minggu belakangan ini, tentang korban baru UU ITE.
Orang kayak sayah yang rendah inih ya ndak mungkin melawan Kejaksaan tho ya. Maka sayah menempuh jalur lain untuk membantu Bu Prita. Dengan cara mengkopi paste bulat-bulat surat pembaca yang ditulis Bu Prita untuk ditulis ulang di blog sayah.
Kita liat, sayah ikut ditangkep apa ndak abis nulis blog ini..
Tentang seorang Ibu yang mengirim surat keluhan ke Suara Pembaca milik detik.com. Bu Prita Mulyasari menulis bahwa dia menerima perlakuan medis dari RS Omni yang bukannya bikin dia jadi sembuh dan sehat, tapi malah jadi tambah sakit dan gak jelas diagnosanya.
Bukannya menanggapi dengan bijak dan menyelesaikan persolan dengan cara komunikatif, RS Omni menggugat Bu Prita ini, dan akhirnya Bu Prita pun masuk tahanan kejaksaan. 
Bikin jengkel? Sayah sih jengkel.
Malah sebel sama RS Omni? Sayah sih jadi sebel.
Ndak adil? Buat sayah sih begitu.
Tapi hidup ini memang ndak adil kok, Tik..
UU ITE inih kok ndak jelas banget sih.. Surat pembaca yang ditulis Bu Prita sama sekali adalah keluhan semata. Perkara dia jadi jengkel dan terkesan menjelekkan RS Omni, ya memang jengkel itu yang dia rasakan.
Jadi, begini isi surat pembaca yang ditulis Bu Prita.
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab FiktifJakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600
…………………………………………………………………………..
Dulu, koh Fahmi pernah mengeluh tentang sepatu yang dia beli di Edward Forrer. Ngamuk-ngamuk di blognya, dan bahkan sampe bilang gak bakal beli sepatu bermerek Edward Forrer lagi.
Apakah koh Fahmi dituntut dan dipenjarakan oleh Edward Forrer?
Ndak.
Edward Forrer menghubungi koh Fahmi secara pribadi. Meminta maaf, berterimakasih atas kritikan koh Fahmi, dan memberikan sebuah sepatu produk baru mereka untuk dicoba dan diberikan cuma-cuma untuk koh Fahmi.
Nah.
Itu baru gentleman.
…………………………………………………………………………..
Sejumlah gerakan untuk mendukung Prita Mulyasari :
Hidup memang penuh kejutan!
***
1 Juni 2008
Seorang teman -yang belum lama saya kenal itu-, bertanya tentang letak cincin kawin di jari sebelah mana, untuk melengkapi bahan tulisannya.
Kami tidak lebih dari teman chatting (itu juga jarang), SMS-an pun tak pernah, dan tidak sedang saling mendekati satu sama lain. Setidaknya saya merasa begitu, dan dia juga bilang begitu.
Siapa sangka setahun kemudian, 1 Juni 2009:

Ini cincin kawin yang InsyaAllah akan saya dan dia kenakan akhir minggu depan.
*posting undangannya ntar aja H-7 hari deh. gak perlu slamat-slamet dulu.*
Bulan lalu saya mendapat kiriman buku dari Angel. *merasa bersalah karena baru sempat baca minggu lalu* :p
Sekilas, saya baca judul buku ini: Tak-tik Foto. Pikir saya, pasti itu bahas photo editing pakai Photoshop. Tapi pas saya perhatikan lagi judulnya dengan lengkap: “Tak-tik Foto - Panduan Mengolah Foto Online” lalu baca daftar isinya, ternyata gak ada hubungannya sama Photoshop.
Dari daftar isinya, buku ini membahas tentang fasilitas/fitur dari beberapa web yang menyediakan layanan online photo editing. Web tersebut diantaranya: picnik.com dan lunapic.com. Selain itu ada beberapa website lain..
Web-web tersebut berguna banget buat kita [terutama] yang suka narsis majang foto sana sini di situs blog ataupun website social networking. Biar fotonya gak polos aja.
Beberapa fasilitas layanan editing yang dibahas di buku ini antara lain: memutihkan gigi, menghilangkan noda di wajah (jd yg ada noda bekas jerawatan atau berkantung mata bisa tersamar), photo frame, trus teknik-teknik editing dasar seperti crop, resize, dll. Bahkan ada juga yang menyediakan fasilitas advance, seperti menggunakan layer-layer.
Beberapa fiturnya pun ada yang mirip dengan fitur-fitur software Adobe Lightroom. Makin keren aja yak online tools belakangan ini.
So, gak perlu berdarah-darah cari tutorial software image editing, tinggal cobain fitur2 di website yang ada di buku ini.
Angel -yang juga salah satu pemilik kutukutubuku.com- memberi panduan yang cukup jelas, dengan gambar-gambar ilustrasi yang menarik (sebagian gambar di buku ini berwarna). Jadinya habis baca buku ini pengen langsung nyobain edit-edit foto.
Di beberapa situs tersebut ada juga tutorial/demo-nya sih. Tapi penjelasannya tentu tak selengkap di buku. Buat yang udah familiar dengan dunia desain grafis mungkin lebih suka utak-atik sendiri.
Tapi buat yang malas browsing cari-cari tools, pemula atau orang awam yang malas install atau gak bisa ngedit pakai photoshop (atau software image editing lain), informasi buku ini berguna.
*gbr buku: dr blog kutukutubuku.
***
Judul Buku: Tak tik Foto - Panduan Mengolah Foto Online
Penulis: Angel
Penerbit: Bukune, 2009
Tebal: 95 halaman

Barusan saja saya dapat email yg agak2 aneh, ada seorang temen yg punya hoby nonton bokep. Padahal secara fisik dia sudah menikah [red-sebutlah budiono]. Dan saya punya kesimpulan premature,ternyata menikah tidak lantas menghilangkan kegiatan nonton bokep/pilm porno atau pilm saru.
Bahkan ada juga teman yg bekerja di salah satu perguruan tinggi negri,yg hobinya ngunduh pilm porno/bokep [red-dowonlod]. Bukan untuk di jual,tapi lebih sebuah kegiatan mengkoleksi pilm2nya.
Nah,ternyata ada trik dan tips yg aman nonton pilm bokep.
Mau tehe..???
Maap,postingan ini bukan pengalaman pribadi sang penulis. Jadi ini bener2 pure dari kejadian temen2 yg suka berbagi via email dan milist2.
Dulu,jaman SMP..saya pernah di racuni pilm gituan.Mulanya kita pada mbolos sekolah dan ada sedikit obrolan di kantin.Nah ada salah satu temen,sebut saja raja bokep [red-punya koleksi banyak].
Nah,raja bokep menawarkan dirumahnya lagi sepi..ayah dan ibu baru keluar kota hingga 3 hari,dan sodara2nya pada sekolah. Maka rumahnya kosong…terjadilah kita nonton tarzan. Dulu,aku pikir tarzan ya…pilm tarzan beneran…ini malah…ah sudahlah.[red-off de record].

Pintu : untuk para bokeper [red-para penonton bokep]. Hal yg satu ini sangatlah penting,sebab pintu adalah pelindung yg utama dari godaan di luar dugaan ketika lagi nonton pilmnya. Usahakan pintu di lengkapi dengan kunci yg aman dan lebih diutamakan adalah pintu yg bener2 bisa memberi sinyal jika ada orang yang datang,Usahakan ada bel di depan pintu atau sedikit lonceng kecil..atau lebih murah adalah di lengkapi dengan tulisan seruan “mau masuk ketok pintu dulu”..!! sebab,ga lucu ketika kamu lagi asik nonton..tiba2 ada ortu atau tamu yg ga diundang masuk..!!!

Remote control : Yah,barang yang satu ini tidak bisa di anggap enteng,sebab selama pilm di puter ada bbrp adegan yg monoton dan bosenin..Nah,dengan bantuan remote control bisa memudahkan kalian untuk nonton pilm ini. Ntah diputar ulang atau mempercepat adegan selanjutnya. Usahakan remote di lengkapi batre yg bagus,sehingga tidak terjadi hal2 yg tidak diinginkan..misal pas ada adegan seru…tiba2 tombol di remote kepejet dan CD keluar sendiri..hahah..bisa buyar deh acara nontonnya.

CD bersih : nah,hindari juga CD kotor atau tergores.sehingga mungkin ada adegan yg seru..malah terpotong2. Hal ini jelas akan menurunkan niat melanjutkan nonton pilm bokep itu. Kata kopril [red-bukan nama aslinya]. Pilm2 jangan dalam bentuk CD atau dvd..tapi donlod sendiri dari internet dan di simpen di hardis. Tapi,buat yg pilm dalam kemasan CD dan DVD sebaiknya cek dulu kondisi CD sudah bersih atau belom.
Maap,ini hanya trik dan tips yg ide2nya dari para temen2ku ..ntah lewat obrolan di YM atau ketemu langsung.
So.hindari nonton pilm bokep dengan pacar resmi atau pacara selingkuhan…
Aku yakin pembaca escoret yg budiman sedikit terobati dengan postingan ngawur saya ini.
Saya kembali hidup di dunia maya lagi..setelah menemukan tempat on line yg suport…AMINN..!!!
Salam
Pepeng
eScoret
Gambar diatas saya ambil dari tabloid PC Plus bawah gambar tersebut ada keterangan berbunyi
Toshiba dynabook SS RX2/WAJ yang telah dilengkapi SSD 512MB – kapasitas terbesar untuk saat ini
Gak salah ? 512 Mega Byte koq terbesar, mungkin maksudnya 512 Giga Byte. Seteliti-teliti seseorang, tetap tidak ada yang sempurna.
Jika tiba-tiba menu Task Manager tidak bisa kita buka, muncul keterangan bahwa “Task Manager has beed disabled by your administrator ” seperti pop up dibawah ini:
Kemudian ketika kita ingin meng-enable kan melalui registry editor ternyata REGEDIT nya tidak bisa dibuka dan muncul popup bertuliskan ”Registry editing has been disabled by your administrator” seperti popup dibawh ini:
Selanjutnya ketika kita ingin melihat file yang tersembunyi (hidden files) dari menu folder options ternyata di disable juga, dan kita tidak pernah merasa mendisable menu-menu tersebut berarti berita buruk buat kita, besar kemungkinan yang melakukan itu adalah virus, worm, ataupun trojan. Bisa jadi penyakit (virus) tersebut masih ada, bisa jadi juga sudah tidak ada (tinggal bekas-bekas settingan yang ditinggalkan virus). Jika virus masih ada, langkah terbaik adalah men-scan-nya dengan antivirus terbaik yang anda punya, tentunya dengan update terkini. Jika ternyata virus sudah tidak ada, ya tinggal mengembalikan beberapa setting yang biasanya dirubah oleh virus.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan setting seperti semula, cara pertama adalah dengan cara mendelete DisableRegistryTools secara manual dari command prompt. caranya adalah sebagai berikut:
reg delete HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools
Delete the registry value DisableRegistryTools (Yes/No)?
Dengan terbukanya Registry Editor berarti telah membuka jalan menuju perubahan setting berikutnya. Selanjutnya tinggal meng-enable-kan task manager dari registry editor. Berikut ini caranya:
Sedangkan untuk Show Hidden Files, settingnya ada di HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL . Nilai untuk REG_DWORD CheckedValue adalah 1, nilai ini biasanya di ubah menjadi 2 atau 0 oleh virus.
Selain dari Registry Editor atau REGEDIT, bisa juga kita mengubah setting PC windows kita dari menu Group Policy Editor. Cara masuknya adalah dengan mengetikkan perintah gpedit.msc di run menu. Di dalam Group Policy Editor, terdapat 2 bagian menu, yaitu User Configuration dan Computer Configuration.
Untuk disable/enable Task Manager ada di menu User Configuration > Administrative Templates > System > Ctrl Alt del Options . Pilih setting “Remove Task Manager” dan ubahlah menjadi “disable” atau “not configured”.
Sedangkan untuk disable/enable regedit ada di menu User Configuration > Administrative Templates > System. Pilih setting “prevent access to registry editing tools”. Pilih disabled supaya kita bisa mengakses regedit.
Demikian, semoga bermanfaaat.

Masih ingat ternyata

Mungkin ndak banyak yang tahu bahwa Jakarta mempunyai suaka margasatwa yang sekaligus menjadi hutan mangrove dan lahan basah yang menjadi benteng terakhir untuk melawan abrasi.
Walau suaka margasatwa yang terletak berdampingan dengan kawasan pemukiman elit Pantai Indah Kapuk ini merupakan suaka margasatwa terkecil di Indonesia, Suaka Margasatwa Muara Angke memiliki sekitar 30 jenis vegetasi berupa mangrove dan tumbuhan lainnya, 91 jenis burung air dan burung hutan, serta satwa lain seperti monyet dan biawak.
Bersama Tupic, Didit, Aad, Nila, dan Widi, saya berkesempatan mengunjungi suaka margasatwa yang sejak tahun 1939 sudah diresmikan oleh pemerintah Hindia Belanda ini.
Menuju lokasi yang secara administratif terletak di wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini cukup mudah dijangkau dengan kendaraan umum.
Dari terminal Blok M, kami naik bus PPD 37 jurusan Blok M-Muara Angke yang cuma berhenti sampai Mega Mall Pluit. Dari depan Mega Mall ini, kami naik angkot merah U11 dan turun di perempatan gerbang masuk Pantai Indah Kapuk.
Kemudian kami berjalan masuk ke arah PIK, melewati gerbang dan setelah menyeberang Sungai Angke berbelok ke kanan menyusuri trotoar di seberang kompleks ruko Mediterania Niaga. Gerbang Suaka Margasatwa Muara Angke terletak sekitar 300 meter dari jembatan ini.
Selain dari Blok M, bisa juga ditempuh dari Terminal Grogol. Dari Terminal Grogol, naik angkot merah B01 yang mempunyai jurusan Grogol-Muara Angke, kemudian turun di perempatan Pantai Indah Kapuk.

Di dalam, rupanya rombongan dari Jakarta Green Monster sedang mengadakan acara. Kru TransTV juga nampak sedang melakukan liputan.
Seorang penjaga langsung menyambut kami dengan tatapan yang kurang menyenangkan. Untuk masuk, kami ditanyai mengenai Simaksi (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) yang harus dibuat sehari sebelumnya di Departemen Kehutanan. Blah! Apa-apaan ini? 
Kami kan cuma berniat berwisata, kenapa harus menggunakan surat ijin? Belum lagi si petugas meminta ongkos untuk penggunaan kamera yang saya rasa tidak masuk akal, 100 ribu rupiah! Udah gitu si petugas meminta uang rokok.
Namun setelah melalui proses negosiasi, kami akhirnya diijinkan masuk juga. Kami bahkan tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk “uang rokok”. 
Saya sebenernya lebih sreg kalo ada semacam retribusi, dengan diberi karcis tanda masuk resmi, sehingga uang yang masuk juga jelas. Kalo pun harus ijin, kenapa harus ke Departemen Kehutanan yang lokasinya sangat jauh itu?
Kalo untuk melakukan kegiatan, boleh lah. La kalo cuma pengen berwisata biasa? Kasihan buat yang datang jauh-jauh dan tidak mengetahui adanya aturan Simaksi ini. Minimal dibuatkan Simaksi sementara di tempat gitu.
Namun untuk menghindari masalah, sebelum berkunjung ke tempat-tempat yang termasuk kawasan konservasi semacam cagar alam, suaka margasatwa, dan taman nasional, sebaiknya kita mengurus Simaksi di Departemen Kehutanan, meski hanya berwisata.
Departemen Kehutanan juga sebaiknya memberikan informasi mengenai syarat-syarat dan tata cara mengurus Simaksi ini. Bahkan ketika saya googling, saya belum nemu informasi yang oke mengenai pengurusan Simaksi ini.
Harus diakui, kami cukup beruntung bisa masuk ke sana tanpa Simaksi. Hehehe. 
Selesai urusan di pintu masuk dan Simaksi, kami pun mulai meniti jembatan-jembatan kayu yang menjadi track penjelajahan sepanjang kurang lebih 1 km ini. Di awal, track masih rindang karena banyaknya pohon Pidada (Sonneratia caseolaris) yang menaungi. Bila “beruntung”, kepala bisa kejatuhan buah Pidada dari atas, jadi berwaspadalah.
Buah Pidada menjadi makanan favorit Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang merupakan salah satu satwa penghuni suaka margasatwa ini. Pohon Pidada mempunyai ciri akar nafas berbentuk seperti tombak yang menancap ke dalam lumpur dengan air yang memiliki kadar garam rendah.

Buah Pidada berbentuk bulat dengan bagian tengah buah ada semacam tangkai, bila dimakan rasanya masam. Bunga Pidada mekar pada dini hari.
Di kawasan yang masih rimbun ini terdapat pula sebuah menara pengawas yang tampaknya sudah tidak dipakai. Warna coklat karat yang menempel di batang-batang besi mengukuhkan hal ini.
Lepas dari kawasan Pidada, kami memasuki kawasan rawa dengan vegetasi berupa Gelagah (Saccharum spontaneum) dan Eceng Gondok (Eichchornia crassipes). Di kejauhan, terlihat bangunan-bangunan megah pemukiman PIK.
Di tengah track terdapat semacam bangunan untuk beristirahat. Ketika kami tiba, tampak seorang bule yang dari perawakannya saya menduga seorang backpacker, sedang duduk beristirahat.
Dua orang fotografer sedang memotret model wanita yang sedang berpose di atas track kayu. Lokasi ini rupanya juga dipakai untuk pemotretan.
Kami meneruskan perjalanan dan di kejauhan nampak beberapa ekor burung Cangak Abu (Ardea cinerea) sedang terbang dan seekor tampak sedang bertengger yang seolah-olah sedang berdiri di atas permukaan rawa.

Di tengah penjelajahan, sayup-sayup saya mendengar suara “koak-koak” di antara rerimbunan semak. Kemungkinan itu suara burung Kowak Malam Kelabu (Nycticorax nycticorax).
Panas mentari semakin menyengat ditambah bau amis membuat keringat bercucuran dan badan terasa lengket. Setelah melewati area yang banyak ditumbuhi Api-api (Avicennia marina) dan Nipah (Nypa fruticans), kami pun beristirahat sejenak di bawah pohon Pidada besar.
Semilir angin begitu sejuk membuat kami betah berlama-lama duduk ngemper sambil menikmati bekal logistik yang kami bawa. Saya mengamati sekitar dan tampak seekor pelatuk Caladi Ulam (Picoides macei) sedang mematuk-matuk batang Pidada.

Ndak jauh dari situ, nampak burung kecil berwarna kuning, yang sepertinya burung madu Sriganti (Nectarinia jugularis) betina.

Setelah puas ngaso, kami pun beranjak untuk meneruskan perjalanan. Masih didominasi pohon Nipah, kami harus menghalau beberapa daun Nipah yang menutupi jalan hingga kami sampai di ujung jembatan.
Awalnya kami mengira jembatan ini akan mengarah kembali ke gerbang masuk, tapi ternyata tidak. Untuk kembali, kami harus melalui rute yang sama dengan rute kami tadi. Apa boleh buat, kami memang tidak bisa ke mana-mana lagi.
Ketika kami kembali, Widi berteriak karena melihat seekor Biawak (Varanus salvator) kecil sepanjang sekitar 30 cm sedang berenang di atas rawa. Kami pun segera menghampiri dan rupanya si Biawak kecil ini sedang memanjat tiang jembatan kayu. Setelah menungu sebentar, Biawak ini kemudian nongol dan nampak sedang berjemur sebentar.

Sepanjang perjalanan, saya masih penasaran dengan kehadiran Monyet Ekor Panjang yang menjadi primadona suaka margasatwa ini. Namun sepanjang perjalanan saya tidak melihatnya.
Monyet yang sering dipakai untuk pertunjukan topeng monyet ini mempunyai peranan penting dalam penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan di Suaka Margasatwa Muara Angke melalui fecesnya.

Mengunjungi Suaka Margasatwa Muara Angke memang menyenangkan. Namun sayangnya pengelolaannya yang kurang maksimal serta ribetnya jalur birokrasi membuat potensi tempat wisata edukasi ini menjadi kurang terekspos.
Beberapa sampah plastik juga menjadi keprihatinan tersendiri. Lokasinya yang memang berdekatan dengan lokasi pemukiman kumuh nelayan Muara Angke menjadikan lokasi ini kerap menjadi penampungan sampah yang mengalir dari Sungai Angke.
Padahal suaka margasatwa ini menjadi lahan basah dan benteng terakhir Jakarta dari ancaman abrasi. 

Terima kasih kepada Pakde Mbilung atas bantuan identifikasi beberapa spesies burung yang saya temui. 

Setiap mengikuti perhelatan macam pertemuan kemarin itu di Manado, barang bawaan saya selalu bertambah berat. Ada setumpuk dokumen yang harus dipilah-pilah dan ditindak lanjuti (merajang di mesin perajang dokumen termasuk salah satu tindak lanjut juga), pernak-pernik perhelatan, kartu-kartu nama dari kenalan baru (dan kenalan lama yang sudah ganti juragan/kumpeni) serta segepok tanda pengenal (id-card). Oleh-oleh juga? Ah…saya terlalu kikir dan malas untuk membeli oleh-oleh, bahkan berceritapun kadang malas.
(more…)
Hari Minggu, rangkaian memori kembali mengganggu lamunan diri. Hasrat menjadi tergoda untuk mencoba sekali lagi apa yang dulu pernah dijalani. Maka kekang kemudian ditarik, menembus hamparan horizon dan menerjang angin, berkelana entah kemana.

Berbakal bahan bakar penuh dan hasrat dalam benak, maka segera saya memacu kuda besi menyisir aspal dan setelah sekian lama absen dari aktivitas berkelana ternyata kemampuan navigasi saya menjadi agak tumpul dan salah tikungan menyebabkan saya menuju tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya.

Rute yang semula saya rencanakan berubah dan membuat saya berkelana semakin jauh dan berada di tempat-tempat yang baru. Semarang – Ungaran – Bawen – Salatiga – Boyolali – Kartosuro – Bekonang – Sukoharjo – Wonogiri – Pracimantoro – Wonosari – Jogja – Sleman – Muntilan – Magelang – Ambarawa – Ungaran – Semarang merupakan rute yang tertempuh kali ini.

Entah berapa ratus kilometer aspal yang telah terlewati dalam nglayap kali ini, namun di beberapa tempat seperti Waduk Gajah Mungkur dan hamparan pegunungan selatan antara Pracimantoro ke Wonosari menyajikan pemandangan yang bagus sekali untuk dinikmati.

Kunjungan ke tempat Bude di Wonosari dan perjumpaan dengan koncolawas di benteng Vredeburg sembari menikmati menu jamur dalam acara pameran kuliner dapat mengusir lelah.
Pada 29 Mei 2009 ini, saya berencana berangkat ke San Francisco memenuhi undangan dari Sun Microsystems Inc, untuk menghadiri acara Open HA Cluster summit 2009 + CommunityOne + JavaOne. Acara ini akan diselenggarakan mulai tanggal 31 Mei 2009 sampai dengan 3 Juni 2009. Undangan ini diberikan, karena kegiatan komunitas yang ada di Indonesia dinilai telah berjalan dengan baik dan sangat potensial untuk berkembang. Untuk itu, kami atas nama Sun Microsystems Indonesia, ingin mengucapkan terima kasih, kepada para seluruh anggota komunitas, baik itu OpenSolaris-Indonesia, NetBeans-Indonesia, MySQL-Indonesia, JUG-Indonesia, OSUM dsb, yang telah berperan aktif dalam kegiatan komunitas yang diadakan.
Back to topic, untuk bisa datang ke Amerika memenuhi undangan diatas maka syarat wajib-nya adalah Visa Amerika. Saya sempat “keder” juga ketika mendengar atau membaca cerita orang dalam proses mendapatkan Visa Amerika, banyak sekali yang bilang begitu susah-nya mendapatkan secarik surat ijin untuk mengunjungi negara adidaya ini. Dari berbagai referensi yang ada, maka saya harus melengkapi “amunisi” untuk “berjuang” mendapatkan selembar surat ini dan nothing to lose, kalau nanti gagal paling tidak sudah pernah mencoba.
Karena tujuan saya ke Amerika adalah untuk menghadiri seminar/conference maka jenis Visa-nya adalah Visa Bisnis. Syarat resmi untuk Visa Bisnis ini sendiri bisa dilihat DISINI. Tanggal 6 Mei 2009 yang lalu, saya sudah mengisi formulir DS-156, dan kemudian menjadwalkan wawancara pada tanggal 14 Mei 2009 jam 07.00 WIB, ternyata pilihan jadwal wawancara ini hanya sedikit, pada waktu saya melakukan penjadwalan tersebut, tidak banyak pilihan hari yang bisa saya ambil karena quota-nya sudah penuh, dan pilihan saya tersebut merupakan satu-satu-nya jadwal dalam minggu tersebut. Hhhm… ternyata banyak sekali orang Indonesia yang akan berangkat ke Amerika.
Akhir-nya pada tanggal 14 Mei 2009 kurang lebih pukul 06.00 WIB, saya berangkat ke US Embassy dengan membawa “senjata utama” seperti dibawah ini:
Selain syarat utama diatas, saya juga membawa “amunisi” tambahan, berdasarkan referensi dari berbagai sumber, yaitu:
Saya tiba di US Embassy kurang lebih pukul 06.15 WIB, dimana sudah banyak orang mengantri, untuk bisa masuk kedalam. Di pintu masuk ini, prioritas utama adalah bagi para Pelaut yang akan membuat Visa transit. Setelah semua Pelaut masuk, baru para pendaftar regular di persilahkan masuk. Sampai di dalam, kami mengantri untuk menyerahkan: formulir DS-156 yang sudah di tempeli foto, formulir DS-157, paspor dan membayar biaya senilai US $ 131 (Rp. 1.506.500,-). Setelah selesai membayar, kami mendapatkan nomer kelompok dan antri lagi untuk bisa masuk ruang tunggu, dimana kami harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat (semua benda elektronik dan alat komunikasi di larang masuk).
Sampai di ruang tunggu, ruangan sudah penuh oleh antrian Pelaut (kalau tidak salah ada 7 kelompok pelaut). Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kelompok kami di panggil untuk di ambil sidik jari, semua jari (kanan dan kiri) diambil sidik-nya. Proses pengambilan sidik jari ini sangat singkat, waktu yang dibutuhkan kurang lebih hanya 1 menit saja. Setelah proses pengambilan sidik jari selesai, kami duduk kembali dan menunggu panggilan interview.
Setelah lama menunggu, akhirnya kelompok kami dapat panggilan interview. Saya ada di antrian nomer 4 dari kelompok ini, dimana di depan saya semua-nya adalah wanita dan interviewer-nya juga seorang wanita cantik. Wanita pertama sukses, wanita kedua bermasalah sehingga diminta untuk menunggu lagi, wanita ketiga, yang sedang menempuh pendidikan di Amerika juga sukses. Akhirnya tiba giliran saya untuk maju dan “berjuang”.
Wawancara dilakukan dengan berdiri di depan kaca, jauh dari perkiraan saya sebelum-nya, dimana saya sempat membayangkan proses interview ini, seperti proses penjahat yang di interograsi, dengan interrogator yang berwajah sangar. Ketika saya maju, wajah hangat di balik kaca sudah tersenyum, kemudian saya balas senyuman tersebut, dan di bawah ini kurang lebih diskusi yang terjadi (I: Interviewer, A: Alex/Saya):
Ya, wawancara yang sangat singkat, mungkin hanya sekitar dua menit saja. Saktu itu saya masih belum percaya, kalau saya lulus wawancara dan akan mendapatkan Visa, syarat yang diminta-pun hanya undangan saja, berkas-berkas lain yang sudah saya siapkan, tidak diminta. Ya, mungkin saja wajah saya yang lugu ini sangat membantu sekali
*halah*.
Akhirnya tanggal 22 Mei 2009, kurang lebih pukul 15.00 WIB (tanggal 21 adalah hari libur, dan US Embassy juga libur), saya datang lagi kesana untuk mengambil paspor. Untuk bisa mengambil paspor ini, kita perlu melapor lagi di pintu masuk, setelah masuk, kita antri di loket pembayaran, dan di loket inilah paspor kita diberikan. Setelah mengantri beberapa saat, akhirnya giliran saya untuk maju. Saya menyerahkan bukti pengambilan paspor dan menyebutkan nama, akhirnya saya menerima paspor dan US Visa kelas B1/B2, multiple entry yang berlaku selama 5 tahun. Hooray!!.
Nah, ternyata nggak susah kan untuk membuat Visa Amerika? Atau jika anda punya pengalaman lain, silahkan share disini.
Jika saya mengingat masa-masa awal menggemari sepak bola dulu, maka nama klub yang muncul dibenak saya adalah AC Milan. Dan jika disuruh mengingat kaos bola AC Milan (bukan original) pertama yang saya miliki, itu tidak lain adalah bernomor punggung 3.
Lucu mengingat masa-masa itu. Saat itu memang era awal kebangkitan siaran televisi swasta di Indonesia. Dan satu-satunya siaran bola eropa hanyalah Liga Italia. Saya bersama teman-teman seumuran dulu, bisa berdebat soal kehebatan klub masing-masing. Saya yang memegang AC Milan, bisa tertawa mengejek teman yang menggemari AC Parma tatkala Nesta pindah klub ke Milan. Kalaupun dia berkelit dengan seribu alasan, satu pernyataan pamungkas menyelesaikan debat tidak penting itu, “Kalo bisa coba beli Maldini”.
Hari ini, pertandingan terakhir sang La Bandiera della Milan di Giuseppe Meazza. Pujian dan respect dari berbagai komentator bola ternama seluruh dunia disanjungkan padanya minggu-minggu ini. Seperti juga salah satu pujian komentator lepas Indonesia -Zen yang maniak MU di Detik, “Paolo Maldini bukan hanya “seseorang”, ia juga “sesuatu”. Sebagai “seseorang”, Maldini adalah seorang pemain besar, seorang legenda. Sebagai “sesuatu”, Maldini adalah suatu etik, suatu etos juga suatu simbol”. Jika boleh menambahkan potongan pujian Zen tersebut, maka saya menambahkan “Dan itu bukan hanya untuk klub AC Milan, atau sepak bola Italia saja. Tetapi juga sepak bola dunia”.
Berlebihan? Mungkin. Walaupun saat ini saya tidak begitu simpati lagi kepada AC Milan. Tetapi untuk seorang pemain kebanggan seperti Maldini, saya akan bersulang bir untuk debut terakhirnya ini. Pemain paling setia. Di saat Milan jaya maupun dalam kondisi gamang seperti 2 musim lewat, Maldini selalu “ada” untuk menjaga lini belakang Milan. Sebut saja berapa striker kelas dunia sudah dihadapinya. Dari Maradona, Van Basten, Rummenige, R.Baggio, Platini, Zico, Romario, sampai striker muda sekelas Rooney dan Cristiano Ronaldo.
Bagaimana dengan AC Milan sendiri setelah kepergian Maldini? Memang kondisi sedang buruk untuk Rossoneri. Selain ditinggal Kapten terbaiknya ini, Anceloti juga sedang gundah karena tawaran Chelsea, Ronaldinho yang digosipkan lebih sering clubbing, sampai Kaka yang bingung dengan karirnya ke depan. Milan dalam dilema. Tapi Milan tetaplah Milan. Sudah berapa kali masa jaya dan kelam dilewatinya. Namun kaos hitam merah bernomor punggung 3 masih terus menjadi favorit sampai generasi keponakan saya.
Malam ini saya menonton Milan lagi, setelah sekian lama tidak menyaksikan mereka berlaga. Aroma Milanisti lebih terasa di cafe tempat saya menonton, walaupun dipenuhi penonton berkaos Liverpool. Semua seperti tahu malam ini adalah malam perpisahan dengan sang legenda. Bahkan ketika Maldini gagal memblocking Mexes atau Menez, tepuk tangan tetap gemuruh. Begitu pula di lapangan San Siro sana. Setiap tertinggal gol dari AS Roma, pemain Milan terlihat lebih bertenaga memburu gol balasan. Seperti tidak mau malam ini berakhir mendung untuk Captain 900 mereka.
Injury time AC Milan vs AS Roma. Kedudukan 2-3 untuk Roma. Menez meliuk-liuk disisi kanan gawang Milan. Melewati baris pertahanan Milan, memotong 2 pemain bertahan. Hanya tinggal Dida di depan matanya. Tendangan keras dilepas. Sayang bola terpental keluar lapangan. Menez terpekur. Ternyata masih ada seorang tua bernomor punggung 3 mem-block tendangan kerasnya.

Bbrp hr ini sy denger istilah “Facebook haram” dr temen, TV, koran, dsb. Ada yg bilang bahwa Facebook haram krn milik Yahudi, ada yg bilang Facebook haram krn sering digunakan utk melakukan penipuan jatidiri ktika mencari jodoh, ada yg bilang Facebook haram krn …dsb. Tp disisi lain, mau tdk mau sy pun mengakuinya bahwa dg Facebook kt bisa menjalin tali silaturahmi dg teman2 yg sudah lama tdk tahu kabarnya entah teman TK, SD, SMP, SMA, kuliah ataupun yg lainnya.
Tp kl menurut sy dr segi seorang user (pengguna) biasa, kt bs mempertimbangkan Facebook sbg asumsi :

Kerjaan yg pindah2,mobile dan ga terpaku pada sebuah kantor. Itulah salah satu hal kenapa punya pikiran untuk mengakhiri ngeblog.
Ah,semoga pikiran itu hanya sesaat…
Tapi….saya tetep nunggu respon dari pembaca escoret yg bermuka-muka mesum untuk bersuara di blog saya ini.
Mau tehe..???
Ya,kerjaanlah yg tidak bisa di ajak kompromi. Dalam 2 hari 2 malam harus melintas kota2 kecil..dari pasar ke pasar dan atau harus menjamu dilobby hotel,ntah pembeli dari luar atau dari dalam negri.
Yah..hidup penuh dengan pilihan…dan ketika kita harus memilih salah satu hal…ada hal yg harus dikorbankan. Nah,berhenti ngeblog..adalah pikiran sesat yg lagi meraung2 di jidat saya.

Ah,semoga blog ini bisa saya kelola lagi..dan memposting hal2 yg saru,wagu atau membicarakan orang lain. Atau,paragraf terakhir ini..adalah batas dimana saya sudah muak dengan dunia nge-blog..????
Setujukan anda..?? escoret harus tamat..???
Salam
Pepeng
eScoret
Sketsa Cepat

Finishing

Mari Menggunting
Selanjutnya dimulailah photo session :P hal yang paling berat dari semua ini adalah membuat foto ini kelihatan natural. Si Paper Child kelihatan “ditarik” dan gw keliatan “kesal”. Butuh 50 kali penggambilan gambar sampai dengan hasil yang gw mau. Jadi tambah berat karena photo session ini gw lakuin sendiri. Harus berpose ria sambil nungging2, satu tangan pegang Paper Child, dan satu tangan lagi pencet2 kamera. Hasilnya ya begitulah. Agak2 under karena sinar matahari gak langsung sampe kamar.
Percobaan Photo Session
“Saya sudah update blog sayaaaaaaaaaa…”
Begitu jeritan girang pemilik blog ini.
Dasar orang aneh !!!