Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home1/andong/public_html/wp-includes/cache.php on line 105
Kondisi Psikis Setelah Gempa Padang » CAHANDONG.ORG


22 November 2014 • Selamat Pagi

kegiatan

Kondisi Psikis Setelah Gempa Padang

Keceriaan murid korban gempa Padang

Jika di postingan pertama kami diajak untuk melihat kondisi fisik Padang pasca gempa, maka di postingan kedua ini lebih banyak bercerita tentang kondisi psikis masyarakat Padang.

Hari Rabu 17 Maret, agenda CahAndong adalah menuntaskan agenda. Masih diantar oleh Pak Buya dan ditemani oleh Mbak Alfi dari Oxfam, kami diajak berkunjung ke salah satu SD di Pariaman. Salah satu kegiatan Oxfam di Padang-Pariaman adalah Public Health Promotion dan pembangunan sanitasi di sekolah-sekolah dasar. Sepanjang perjalanan, Mba Alfi, banyak bercerita mengenai apa itu Public Health Promotion. Cerita lebih detail mengenai kegiatan Oxfam bisa dilihat langsung diblog mereka.

Public Health Promotion bertujuan untuk mengkampanyekan kebiasaan personal hygiene seperti mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya. Sasaran utamanya adalah para murid SD dengan alasan lebih mudah membentuk perilaku anak-anak daripada orang dewasa. Selain itu, akibat gempa adalah rusaknya fasilitas sanitasi seperti kamar mandi. Hal ini tentu saja berbahaya, karena dalam keadaan darurat bencana tanpa fasilitas sanitasi yang memadai, penyakit akan menyebar jauh lebih cepat.

Kami akhirnya sampai di SDN 01 Lima Koto Timur, Pariaman. SD ini terletak di pinggir jalan raya. Jangan membayangkan bangunan sekolah dengan gedung dengan halaman upacara. SDN 01 Lima Koto Timur ini berdiri dengan tembok dari tripleks dan beralas tanah. Tidak ada lapangan untuk upacara maupun olahraga. Sebagian dindingnya terbuka dan beratap seng. Bisa dibayangkan ketika proses belajar mengajar berlangsung, suara dari kelas tetangga pasti akan masuk bercampur dengan kelas lainnya.

Kami sempat berbincang-bincang dengan Ibu Wakil Kepala Sekolah, yang sayang sekali kami lupa namanya. Dari bincang-bincang tersebut terungkap bahwa akibat gempa sudah bisa ditangani dengan baik, dengan bantuan maupun swadaya. Anak-anak sendiri, walau kadang masih dihantui oleh trauma gempa tetapi sekarang mulai pulih dan proses belajar telah berlangsung lancar. Untuk anak-anak yang pada saat tersebut sedang menjelang Unas, persiapan berlangsung seadanya. Tapi dari pengamatan kami, wajah guru-guru tersirat optimisme. Begitu pula, optimisme itu terpancar dari anak-anak murid sekolah dasar tersebut.

Mengenai program Public Health Promotion, dari Oxfam sendiri hanya sekali datang ke SD 01 untuk mengajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada murid-murid. Selebihnya, beberapa kali datang untuk mengingatkan anak-anak dengan lagu-lagu, sehingga lebih mudah terinternalisasi. Kamar mandi umum yang dibangun pun, diakui oleh guru setempat sangat membantu. Sayang, dalam penggunaannya terpaksa dibatasi aksesnya, karena jika tidak maka masyarakat sekitar juga turut menggunakan tapi tidak merawatnya. Setelah dipakai oleh umum, biasanya kamar mandi menjadi kotor, karena itu kamar mandi tersebut dikunci dan tiap guru memegang kuncinya.

Karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat mengunjungi satu sekolah. Kebetulan sekolah yang kami kunjungi aksesnya mudah, karena terletak di pinggir jalan raya. Bagaimana dengan sekolah-sekolah yang akesnya sulit, apakah seberuntung SDN 01 Negeri Koto Lima. Mengingat lokasi pengungsian yang kami kunjungi sebelumnya.

Sepulang dari SD 01 Negeri Koto Timur Pariaman, agenda terakhir adalah bertemu dengan teman-teman dari Kelompok Kerja Gender (KKG). Seperti yang telah disebutkan diatas, Oxfam menggunakan pendekatan gender dalam disaster management. Pemberdayaan perempuan di Padang dalam penanganan gempa dilihat masih perlu, walau di Padang sendiri kulturnya adalah matrilineal. Hal ini diakui oleh uda Ikhsan dan uni Yati dari KKG. Walaupun di Padang potensi perempuan sangat besar menilik dari kultur matrilenial mereka, tetapi seiring dengan perkembangan politik mengalami pengkebirian sehingga peran perempuan diakui hanya diwilayah domestik. Masih banyak terjadi, bias gender, apalagi dalam penanganan gempa ini. Teman-teman dari KKG berkeinginan, supaya perempuan lebih bisa berperan dan turut serta dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategis.

Yang dilakukan KKG di Padang adalah:

  • Mengakomodir kerja yang terkait dengan gender
  • Mengintevensi keputusan-keputusan untuk mengakomodir hak-hak terkait gender

Dari ngobrol-ngobrol dengan teman-teman dari KKG cukup membuka mata kami beberapa hal mengenai gender. Beberapa pencerahan yang saya dapet, diantaranya, lelaki dan perempuan memang berbeda. Untuk itu harus dibedakan, tetapi itu bukan alasan untuk kemudian meng-inferiorkan perempuan. Kedua, ternyata bias gender masih sangat kental bahkan di budaya yang matrilineal. Misal, contoh paling sederhana, dapur. Umumnya dapur dibangun di bagian paling belakang rumah, dan Cuma ada satu pintu keluar/masuk. Jika gempa/bencana melanda, perempuan sebagai pihak yang paling banyak menghabiskan waktu di dapur, akan mengalami kesulitan.

KKG Ikhsan dan Yati

Teman-teman di KKG sendiri mengakui, walaupun bias gender masih kental di Padang, tetapi falsafah dan modal budaya membuat kerja mereka sedikit lebih ringan. Paling tidak selama waktu mereka di Padang, banyak perempuan yang berpotensi yang tampil di setiap acara yang diselenggarakan Oxfam.

CA Go West diakhiri di Padang dengan diajak Pak Buya, mengunjungi Masjid Ganting, masjid tertua di Padang yang dibangun akhir tahun 1800. Selumnya kami diajak sarapan khas Padang, katupek pitalah. Tak lupa kami menikmati kopi talua atau kopi telur, kopi yang diolah dengan cara khas Padang. Setelahnya, agenda berlanjut menjadi agenda pribadi. Oia, selama di Padang, kami banyak ditemani Desti Utami, blogger Padang. Terimakasih sekali ya Des :D.

—ditulis oleh Medina


4 Komentar

  1. b43r

    :( trauma itu susah di hilangkan… semoga mereka tetep sabar disana :(

  2. husin

    semoga para korban selalu diberi ketabahan ya…

  3. gendowor

    semoga mereka di beri kekuatan untuk bangkit lagi

    watch vampire diaries online

  4. wendyachmmad

    Ijin buat nimbrung dan ngambil isi artikel ya …:)>-


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

mrican