20 November 2017 • Selamat Sore

umum

Kambing Ceria Season 3

Bertepatan dengan Hari Raya idul adha yang jatuh pada tanggal 8 Des 2008 kemarin, CA kembali menyalurkan hewan kurban. Kegiatan ini sengaja kami namakan “kambing ceria season 3″, karena untuk ketiga kalinya CA mengadakan kegiatan serupa. Yang mana, dana/uang pembelian hewan kurban didapat dari swadaya jelata/jelatawati. Untuk tahun ini dana yang terkumpul diatas 5 juta, dan pada tanggal 4 des 08 bertempat di Alkautsar terbelilah 7 ekor kambing yang siap disalurkan. Sebagai Quality Control kambing yaitu saudara Annots.


Jam 5 sore tanggal 6 Des 08, kembali saya, annots, mas hadi, kang dodong, mas sandal dan mas pengki berkumpul untuk mengantarkan kambing ke rumah mba memeth didaerah sitisewu dan dusun depok, gilangharjo, pandak, bantul. Gerimis menemani perjalanan kami sore itu ke dusun depok. Medan yang gelap, jalanan yang berkelok, tak rata dan berbatu serta tanjakan dan turunan yang sedikit curam nan licin membuat adrenalin kami terpacu dan membangunkan jiwa adventure kami. Sekitar 1/2 8 malam, sampailah kami di rumah Pak Aris . Dari beliaulah saya mendapatkan informasi tentang dusun ini. Tak lama kemudian datang Pak Tukijo, takmir masjid sekaligus penanggung jawab penyelenggara kurban. Setelah serah terima kambing yang diwakilkan pak tukijo dari pihak dusun dan saya dari pihak CA, kami memutuskan untuk segera balik ke yogya.

8 des 08. cuaca pagi itu tak mendukung. Awan kelabu bergelayut tanpa malu-malu. Namun, mendung yang tak bersahabat dan rintik gerimis yang mulai jatuh ke bumi tak menyurutkan langkah serta semangat dari para Jelataers (saya, Alle, Annots, Nico, Choro, Mas hadi, Bang Kailani, kang dodong, Sandal) yang berkumpul di KM 0 untuk eksekusi kambing di Dusun Depok. Agenda hari itu adalah Dokumentasi dan tentu saja jeng-jeng.

pada kunjungan sebelumnya, dari Pak Tukijo kami mendapatkan informasi bahwa dusun ini mempunyai tempat yang bersejarah yang pantang dilewatkan. Dan demi melihat pemandangan yang menarik, asik lagi eksotik, ditemani Pak Aris kami menelusuri setiap jengkal tanah dusun tersebut. dan Semakin sempurnalah euforia kenarsisan tim kambing ceria.

capek jalan-jalan, kami dipersilahkan menikmati sajian makanan yang membuat cacing cacing diperut kami kekenyangan.

setelah itu baru kami pamit pulang.


4 Komentar

  1. Menkopul

    Iiih, sayangnya saya alergi kambing *halah*

  2. funkshit

    loh.. kowe melu tok ???
    masakane enak mana sama masakannya ibunya annots kurban sebelumnya ?

  3. ngodod

    hore…, akhirnya selesai juga tulisannya…
    hidup mbak amma…

  4. j0n

    ternyata kompak juga yak


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

tamansiswa