28 April 2017 • Selamat Malam

kegiatan - kopdar

Trip Sarasehan Blogger Solo

Pada hari minggu 30 Desember, CahAndong mendapat undangan istimewa untuk mengikuti Sarasehan bersama teman-teman Blogger Solo. Dengan semangat mblasuk-mblasuk ala Jeng-jeng Matriphe, tiga jelata CahAndong—Wisnu, Anto, dan saya—dikirimkan dari Stasiun Tugu Jogja untuk mendarat di Stasiun Purosari Solo.

Soto Triwindhu
Sampai di Solo waktu masih menunjukkan jam delapan pagi, sementara acara sarasehan masih nanti jam 13. Maka kami memutuskan untuk menuju istana Mangkunegara naik becak. Sampai disana, Mangkunegaran memang belum buka, jadi kami blasukan dulu untuk mencari soto ngetop yang katanya sangat dekat dengan kompleks Mangkunegara. Namanya Soto Triwindhu, karena dekat dengan Pasar Triwindhu, pusatnya barang tribal di Solo.

Soto Triwindhu

Warung soto itu sederhana, tapi emperannya dijejali mobil-mobil bagus (sebuah indikator popularitas tempat makan). Citarasa sotonya memang unik. Walaupun labelnya soto sapi, tapi kuahnya yang hangat ada aroma amis ikan. Seperti soto gagrak Jogja, Soto Triwindhu terasa segar dan ringan, cocok untuk sarapan. Kami juga mencicipi empalnya, tapi tidak terasa istimewa dan sepertinya bukan andalan warung ini.

Kraton Mangkunegaran
Kenyang oleh Soto, kami bergegas menuju ke Mangkunegaran. Jangan tertipu dengan tampilan pintu masuk Istana Mangkunegaran yang seperti SD Inpres. interior dalamnya sangat cantik. Berbeda dengan Kraton Jogja yang rata-rata menggunakan ornamen tradisonal Jawa, Kraton Mangkunegaran banyak mengakulturasi ornamen dan bentuk-bentuk barat dan oriental. Warna yang dominan adalah turquoise cerah dengan aksen emas. Penggunaan warna yang bukan warna dasar adalah sebuah pilihan yang sangat modern untuk jamannya.

Keindahan arsitektur istana ini dilengkapi dengan display koleksi keluarga kraton, seperti cincin emas, kristal, senjata yang sebagian besar pemberian dari banyak negara seperti Belanda, Ceko, dan Jepang, beberapa abad yang lalu. Saya takjub, raja-raja itu bisa menjalin komunikasi ke luar negeri sedemikian baik, padahal mereka cuma punya moda transportasi kapal. Kita yang bisa mengakses blog, email, dan instant messaging; seharusnya bisa lebih hebat daripada mereka.

Berkunjung di Mangkunegaran pada hari Minggu bukanlah waktu yang tepat, karena pada hari itu tidak ada pertunjukan gamelan (pertunjukan tari diadakan tiap hari Rabu). Tapi tanpa hiburan itupun, kami sudah sangat terhibur oleh narasi ibu pemandu yang sangat personal dan tidak textbook, sangat klop dengan suasana istana yang kasual dan tidak kebanyakan aturan. Di akhir tur, kita juga berfoto-foto sepuasnya di taman belakang yang sangat homy dan asri.

Batik & Radyapustaka
Usai tur Mangkunegaran, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Batik Laweyan. Sebelum ke sana, kami menyempatkan untuk mencicipi sebuah hidangan benama Cabo Rambak. Konon ini adalah makanan orang miskin, terbuat dari irisan kupat tipis2 yang diberi bumbu pecel dari biji wijen, lalu dimakan dengan kerupuk rambak.

Kampung Batik Laweyan ternyata tidak begitu mengesankan, walaupun sign-systemnya sangat bagus, tapi isinya lebih banyak toko batik. Selain toko, kami tidak menemukan aktivitas yang membuat turis betah berlama-lama di situ. Maka kami melanjutkan perjalanan ke Museum Batik Danar Hadi. Di sana kami juga kecewa, karena pada hari Minggu tidak ada demo membatik. Nampaknya hari Minggu bukan waktu yang tepat untuk mengunjungi Solo.

Oleh karena waktu sudah hampir menunjukkan jam 12, kami memutuskan untuk menuju tempat sarasehan (di Solo Grand Mall) berjalan kaki sambil menikmati suasana Solo yang merupakan saudara kota Jogja. Di tengah jalan kami melewati museum Radya Pustaka yang koleksi arca-nya pernah dicuri.

Dengan tiket masuk yang sangat murah (Rp 2500), memang tidak ada guide yang disediakan untuk menemani kami di Radya Pustaka. Sangat disayangkan, karena museum ini menyimpan banyak sekali barang-barang antik bisu, yang hanya bisa bercerita sejuta kisah melalui narasi pemandu wisata. Ada vas bunga dari Napoleon Bonaparte, senjata-senjata kuno, patung arca dan logam Hindu. Kami juga berkesempatan melihat arca yang dulu pernah dicuri. Saya sangat menyayangkan pengelolaan museum ini, harta karun tak ternilai itu dilindungi dengan pengamanan yang sangat minimal.

Sarasehan Blogger Solo
Sejenak berputar-putar di Radyapustaka, kami segera berjalan lagi menuju SGM sambil menelusuri citywalk Solo yang baru. Di SGM kami mampir dulu mencicipi Nasi Kebuli lalu bergegas ke Hik Speedy di mana acara sarasehan itu diadakan. Di sana saya bertemu Dony Alfan, Fauzan Sigma, Danoe, Mas Blontank, Mas Andy, Sha, Soraya, Pak Didi, Pak Hepi, Tyo Kecil, dan banyak lainnya.

Sarasehan Blogger /></p> <p>Acara ini sendiri diadakan oleh komunitas blogger <a href=

Acara ini diadakan oleh komunitas Kentingan dan didukung oleh Telkom. Ada banyak diskusi, baik soal blog, tanggung jawab blogger, hingga bagaimana membentuk komunitas. Ada sebuah antusiasme untuk berkomunitas di antara para peserta. Antobilang dan saya yang bergantian maju ke panggung) tidak bisa banyak memberi ‘kuliah’ tentang komunitas, karena tiap komunitas memerlukan proses yang bercirikan budaya lokal. Kami hanya bisa bercerita sedikit pengalaman di CahAndong, bagaimana ‘organisasi’ kami yang tanpa struktur. Saya juga sempat bercerita sedikit tentang Cerpenista.

Tapi saya senang dan salut dengan kawan-kawan di Solo yang telah berinisiatif membuat komunitas yang lebih rekat dan memberikan manfaat. Esok hari kita perlu jalan-jalan bareng dan bikin kegiatan bareng!

Adem Ayem
Usai dari acara sarasehan kami diculik Mas Blontank untuk makan di Gudeg Adem Ayem. Berbeda dengan gudeg jogja yang kuahnya coklat tua, versi Adem Ayem menganut gagrak Solo yang kuahnya krem muda dengan rasa gurih yang lebih dominan. Konon, Gusdur kalau ke Solo selalu mampir ke resto ini. Adem Ayem sendiri sudah berekspansi ke Jogja, tapi sepertinya kurang populer di masyarakat.

Makan gudeg dan berfoto-foto sekaligus menutup perjalanan ke Solo ini. Kami pulang dengan badan lelah, perut kenyang, dan hati gembira.

—oleh Herman


40 Komentar

  1. zam

    kurang skrinsut!!!

    dhoif!!!

  2. meong

    wah aku ndak bisa mbayangin gaya momon kl jeng-jeng je…. :d

  3. Arief Fajar Nursyamsu

    Terima kasih mas, kemarin sudah capek-capek datang ke Solo, sudah mau berbagi dengan komunitas blogger Solo. Mohon maaf kalau penyambutannya tidak pakai umbul-umbul atau karangan bunga :D

    Kemarin tidak ketinggalan kereta kan?

  4. funkshit

    loh cumah bertiga tho ??
    tak kira ada niko dan gunawan :P

  5. zam

    cip!

    udah ada fotonya!

  6. Dony Alfan

    Makasih buat Anto, Herman, dan Wisnu. Semoga nanti bisa bikin acara bareng. Thanks mate!

  7. nico

    @funkshit, aku lagi kere pras.

  8. aGoonG

    weh … jalan-jalan
    (jalan, makan, kumpul)
    :-? apalagi ya ?

  9. ressay

    Thanx atas ilmu dan pengalamannya. Terima kasih sekali buat kawan-kawan di Cah Andong.

  10. aprikot

    kamu naik becak mon? :-?

  11. masHendri_cakep

    Makasih, mas kemaren dah datang……:x, maaf klo acaranya berantakan…

  12. badoer

    wah fotoku ada, xixixixixi… yaah sayangnya mbak tika ndak ada :(

    Padahal ngefans berat nieh ma tulisannya yang imut dan lucu ituh :D

  13. balibul

    ah laweyaaan :|

    btw itu dua orang tua dari pos langsat knp melet-melet gitu ya? padahal aslinya gak doyan melet itu

  14. soerdjak

    rame ya kyk nya..:D

  15. alle

    nyesel ketinggalan kereta :((

  16. ndebakulsempak

    alle ahlesyan… :-\

  17. annots

    aku rombongan tertinggal

  18. Cah Sholeh

    Haiyyah, potoku kok gak ono ki pye jal???
    *Salam kenal buat Cah Andong, baru kali ini saya berkunjung, Umph.. kemaren tanggal 30 ada lho Cah Pakem dolan ke Solo, kekekekek

  19. Ariefz45

    Wah cah anddong memang kreatif abizzzz………

    Kapan ada acara kopdar lagi yah???

  20. dian

    Salam kanal….
    wah cahandong community very good
    Anak kecil kayak aku boleh ikut gak nech?????

  21. didut

    hmmm….pengen ke solo lagi :D

  22. burhanshadiq

    wah awalnya saya pengen banget ikutan mas, tetapi ternyata ada jadwal kuliah. Jadi terpaksa lom bisa dateng. Semoga ada acara kayak gitu lagi. Solo Jogja harus guyub dan rukun. Biar jadi barometer blogger di nusantara. Hayah…

  23. blonty

    wah, senangnya si Momon. sesenang-senangnya hati, momon tetaplah kalah dengan kebahagiaan si antobilang yang bakal dapat ‘pasar’ baru sebagai Lelanangingjagad Jr. selamat ya, Tok… (Momon jangan cembetut, donk….)

    eh, aku punya bulan bagus. tengoklah di http://blontankpoer.blogsome.com/2008/12/03/senyum-damai-sang-bulan/

  24. jaka

    Mas, gambare sing bakul cabuk rambak pareng mboten yen dipasang ning wikipedia? Yen pareng, napa njenengan mawon sing masang teng ngriku, ngge artikel “Cabuk rambak”. Soale yen kula sing masang, mangke mboten wonten keterangan sinten sing ndamel gambar.
    Matur nuwun.

  25. masiqbal

    wah fotoku ada diatas… narsis mode ON :-\” thanks untuk cahandong yang kemaren sudah berbagi ilmu dengan kita-kita di solo, banyak banget pelajaran berharga yang aq dapatkan kemaren… :)>-

  26. geblek

    weh kok 30 desember

  27. syaifuddin sayuti

    meski bukan wong jogja, boleh lah mampir kemari.
    salam kenal buat cah andong!

  28. Andy MSE

    Bu Wali-mu yang blogger kok malah belum tahu ada cahandong.org… tolong disapa dong!!!
    Silahkan kunjungi: http://www.dyahsuminar.com

  29. senafal

    itu kok 30 Desember yah?:-?

  30. meong

    semua memang salah herman !!

    yang jam 7 ternyata jam 7.30

    yang 75% ternyata 25%.

  31. soul

    salam dari blogger kalsel (http://kayuhbaimbai.org)

    saoulharmony

  32. Anto

    salam juga dari blogger jogja, tapi sekarang tinggal di bekasi..

  33. Blogger Makassar

    Halo, Jogjaaa…
    Blogger Makassar sekedar berkunjung kemari…

    Semoga semuanya sehat-sehat saja..

  34. arya

    anto, selamat ya

  35. yogie

    ah knp saya ga diajak…??:(( tapi koq kyanya seru bgt ya…dpt putri solo gak nie?:D

  36. ngodod

    lha, foto romatisnya anto kok gak diuplod juga?
    *siram bensin*

  37. KlatenOnline.Com (KOC)

    Kapan2 Cahandong mampir ke Klaten ya? >:/ :d

  38. Rasyid

    Sebagai orang Solo yang sedang menuntut ilmu di Jogja, saya mau memberikan sedikit koreksi Mas. Nama stasiun di Solo itu bukan Purosari tapi yang bener Purwosari. :d

    Kurang “W” Mas.

    Salam kenal dari saya.

  39. guntur geni

    kapan ya aku iso melu acara2 kaya ngono……:((

  40. Tongkonan

    Wah, jadi terinspirasi nih untuk jalan2 ke solo. Udah lama bgt gak ke Solo sejak pindah ke Jogja.


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

kaliurang