
Pada hari minggu 30 Desember, CahAndong mendapat undangan istimewa untuk mengikuti Sarasehan bersama teman-teman Blogger Solo. Dengan semangat mblasuk-mblasuk ala Jeng-jeng Matriphe, tiga jelata CahAndong—Wisnu, Anto, dan saya—dikirimkan dari Stasiun Tugu Jogja untuk mendarat di Stasiun Purosari Solo.
Soto Triwindhu
Sampai di Solo waktu masih menunjukkan jam delapan pagi, sementara acara sarasehan masih nanti jam 13. Maka kami memutuskan untuk menuju istana Mangkunegara naik becak. Sampai disana, Mangkunegaran memang belum buka, jadi kami blasukan dulu untuk mencari soto ngetop yang katanya sangat dekat dengan kompleks Mangkunegara. Namanya Soto Triwindhu, karena dekat dengan Pasar Triwindhu, pusatnya barang tribal di Solo.

Warung soto itu sederhana, tapi emperannya dijejali mobil-mobil bagus (sebuah indikator popularitas tempat makan). Citarasa sotonya memang unik. Walaupun labelnya soto sapi, tapi kuahnya yang hangat ada aroma amis ikan. Seperti soto gagrak Jogja, Soto Triwindhu terasa segar dan ringan, cocok untuk sarapan. Kami juga mencicipi empalnya, tapi tidak terasa istimewa dan sepertinya bukan andalan warung ini.
Kraton Mangkunegaran
Kenyang oleh Soto, kami bergegas menuju ke Mangkunegaran. Jangan tertipu dengan tampilan pintu masuk Istana Mangkunegaran yang seperti SD Inpres. interior dalamnya sangat cantik. Berbeda dengan Kraton Jogja yang rata-rata menggunakan ornamen tradisonal Jawa, Kraton Mangkunegaran banyak mengakulturasi ornamen dan bentuk-bentuk barat dan oriental. Warna yang dominan adalah turquoise cerah dengan aksen emas. Penggunaan warna yang bukan warna dasar adalah sebuah pilihan yang sangat modern untuk jamannya.
Keindahan arsitektur istana ini dilengkapi dengan display koleksi keluarga kraton, seperti cincin emas, kristal, senjata yang sebagian besar pemberian dari banyak negara seperti Belanda, Ceko, dan Jepang, beberapa abad yang lalu. Saya takjub, raja-raja itu bisa menjalin komunikasi ke luar negeri sedemikian baik, padahal mereka cuma punya moda transportasi kapal. Kita yang bisa mengakses blog, email, dan instant messaging; seharusnya bisa lebih hebat daripada mereka.

Berkunjung di Mangkunegaran pada hari Minggu bukanlah waktu yang tepat, karena pada hari itu tidak ada pertunjukan gamelan (pertunjukan tari diadakan tiap hari Rabu). Tapi tanpa hiburan itupun, kami sudah sangat terhibur oleh narasi ibu pemandu yang sangat personal dan tidak textbook, sangat klop dengan suasana istana yang kasual dan tidak kebanyakan aturan. Di akhir tur, kita juga berfoto-foto sepuasnya di taman belakang yang sangat homy dan asri.
Batik & Radyapustaka
Usai tur Mangkunegaran, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Batik Laweyan. Sebelum ke sana, kami menyempatkan untuk mencicipi sebuah hidangan benama Cabo Rambak. Konon ini adalah makanan orang miskin, terbuat dari irisan kupat tipis2 yang diberi bumbu pecel dari biji wijen, lalu dimakan dengan kerupuk rambak.

Kampung Batik Laweyan ternyata tidak begitu mengesankan, walaupun sign-systemnya sangat bagus, tapi isinya lebih banyak toko batik. Selain toko, kami tidak menemukan aktivitas yang membuat turis betah berlama-lama di situ. Maka kami melanjutkan perjalanan ke Museum Batik Danar Hadi. Di sana kami juga kecewa, karena pada hari Minggu tidak ada demo membatik. Nampaknya hari Minggu bukan waktu yang tepat untuk mengunjungi Solo.
Oleh karena waktu sudah hampir menunjukkan jam 12, kami memutuskan untuk menuju tempat sarasehan (di Solo Grand Mall) berjalan kaki sambil menikmati suasana Solo yang merupakan saudara kota Jogja. Di tengah jalan kami melewati museum Radya Pustaka yang koleksi arca-nya pernah dicuri.
Dengan tiket masuk yang sangat murah (Rp 2500), memang tidak ada guide yang disediakan untuk menemani kami di Radya Pustaka. Sangat disayangkan, karena museum ini menyimpan banyak sekali barang-barang antik bisu, yang hanya bisa bercerita sejuta kisah melalui narasi pemandu wisata. Ada vas bunga dari Napoleon Bonaparte, senjata-senjata kuno, patung arca dan logam Hindu. Kami juga berkesempatan melihat arca yang dulu pernah dicuri. Saya sangat menyayangkan pengelolaan museum ini, harta karun tak ternilai itu dilindungi dengan pengamanan yang sangat minimal.

Sarasehan Blogger Solo
Sejenak berputar-putar di Radyapustaka, kami segera berjalan lagi menuju SGM sambil menelusuri citywalk Solo yang baru. Di SGM kami mampir dulu mencicipi Nasi Kebuli lalu bergegas ke Hik Speedy di mana acara sarasehan itu diadakan. Di sana saya bertemu Dony Alfan, Fauzan Sigma, Danoe, Mas Blontank, Mas Andy, Sha, Soraya, Pak Didi, Pak Hepi, Tyo Kecil, dan banyak lainnya.

Acara ini diadakan oleh komunitas Kentingan dan didukung oleh Telkom. Ada banyak diskusi, baik soal blog, tanggung jawab blogger, hingga bagaimana membentuk komunitas. Ada sebuah antusiasme untuk berkomunitas di antara para peserta. Antobilang dan saya yang bergantian maju ke panggung) tidak bisa banyak memberi ‘kuliah’ tentang komunitas, karena tiap komunitas memerlukan proses yang bercirikan budaya lokal. Kami hanya bisa bercerita sedikit pengalaman di CahAndong, bagaimana ‘organisasi’ kami yang tanpa struktur. Saya juga sempat bercerita sedikit tentang Cerpenista.
Tapi saya senang dan salut dengan kawan-kawan di Solo yang telah berinisiatif membuat komunitas yang lebih rekat dan memberikan manfaat. Esok hari kita perlu jalan-jalan bareng dan bikin kegiatan bareng!
Adem Ayem
Usai dari acara sarasehan kami diculik Mas Blontank untuk makan di Gudeg Adem Ayem. Berbeda dengan gudeg jogja yang kuahnya coklat tua, versi Adem Ayem menganut gagrak Solo yang kuahnya krem muda dengan rasa gurih yang lebih dominan. Konon, Gusdur kalau ke Solo selalu mampir ke resto ini. Adem Ayem sendiri sudah berekspansi ke Jogja, tapi sepertinya kurang populer di masyarakat.
Makan gudeg dan berfoto-foto sekaligus menutup perjalanan ke Solo ini. Kami pulang dengan badan lelah, perut kenyang, dan hati gembira.
—oleh Herman
1 December 2008 11:37:05 pakai
kurang skrinsut!!!
dhoif!!!
1 December 2008 11:50:31 pakai
wah aku ndak bisa mbayangin gaya momon kl jeng-jeng je….
1 December 2008 12:56:09 pakai
Terima kasih mas, kemarin sudah capek-capek datang ke Solo, sudah mau berbagi dengan komunitas blogger Solo. Mohon maaf kalau penyambutannya tidak pakai umbul-umbul atau karangan bunga
Kemarin tidak ketinggalan kereta kan?
1 December 2008 13:39:02 pakai
loh cumah bertiga tho ??
tak kira ada niko dan gunawan
1 December 2008 14:07:50 pakai
cip!
udah ada fotonya!
1 December 2008 14:22:10 pakai
Makasih buat Anto, Herman, dan Wisnu. Semoga nanti bisa bikin acara bareng. Thanks mate!
1 December 2008 14:27:56 pakai
@funkshit, aku lagi kere pras.
1 December 2008 15:00:04 pakai
weh … jalan-jalan
apalagi ya ?
(jalan, makan, kumpul)
1 December 2008 15:47:13 pakai
Thanx atas ilmu dan pengalamannya. Terima kasih sekali buat kawan-kawan di Cah Andong.
1 December 2008 16:03:42 pakai
kamu naik becak mon?
1 December 2008 19:24:22 pakai
Makasih, mas kemaren dah datang……
, maaf klo acaranya berantakan…
1 December 2008 20:33:20 pakai
wah fotoku ada, xixixixixi… yaah sayangnya mbak tika ndak ada
Padahal ngefans berat nieh ma tulisannya yang imut dan lucu ituh
2 December 2008 00:09:06 pakai
ah laweyaaan
btw itu dua orang tua dari pos langsat knp melet-melet gitu ya? padahal aslinya gak doyan melet itu
2 December 2008 01:46:54 pakai
rame ya kyk nya..
2 December 2008 09:52:33 pakai
nyesel ketinggalan kereta
2 December 2008 10:11:56 pakai
alle ahlesyan…
“
2 December 2008 14:09:51 pakai
aku rombongan tertinggal
2 December 2008 17:02:49 pakai
Haiyyah, potoku kok gak ono ki pye jal???
*Salam kenal buat Cah Andong, baru kali ini saya berkunjung, Umph.. kemaren tanggal 30 ada lho Cah Pakem dolan ke Solo, kekekekek
2 December 2008 20:39:37 pakai
Wah cah anddong memang kreatif abizzzz………
Kapan ada acara kopdar lagi yah???
2 December 2008 21:04:51 pakai
Salam kanal….
wah cahandong community very good
Anak kecil kayak aku boleh ikut gak nech?????
3 December 2008 13:30:31 pakai
hmmm….pengen ke solo lagi
3 December 2008 13:48:28 pakai
wah awalnya saya pengen banget ikutan mas, tetapi ternyata ada jadwal kuliah. Jadi terpaksa lom bisa dateng. Semoga ada acara kayak gitu lagi. Solo Jogja harus guyub dan rukun. Biar jadi barometer blogger di nusantara. Hayah…
3 December 2008 16:35:07 pakai
wah, senangnya si Momon. sesenang-senangnya hati, momon tetaplah kalah dengan kebahagiaan si antobilang yang bakal dapat ‘pasar’ baru sebagai Lelanangingjagad Jr. selamat ya, Tok… (Momon jangan cembetut, donk….)
eh, aku punya bulan bagus. tengoklah di http://blontankpoer.blogsome.com/2008/12/03/senyum-damai-sang-bulan/
3 December 2008 18:26:30 pakai
Mas, gambare sing bakul cabuk rambak pareng mboten yen dipasang ning wikipedia? Yen pareng, napa njenengan mawon sing masang teng ngriku, ngge artikel “Cabuk rambak”. Soale yen kula sing masang, mangke mboten wonten keterangan sinten sing ndamel gambar.
Matur nuwun.
4 December 2008 16:43:55 pakai
wah fotoku ada diatas… narsis mode ON
” thanks untuk cahandong yang kemaren sudah berbagi ilmu dengan kita-kita di solo, banyak banget pelajaran berharga yang aq dapatkan kemaren… 
5 December 2008 04:18:10 pakai
weh kok 30 desember
5 December 2008 05:48:34 pakai
meski bukan wong jogja, boleh lah mampir kemari.
salam kenal buat cah andong!
6 December 2008 09:50:34 pakai
Bu Wali-mu yang blogger kok malah belum tahu ada cahandong.org… tolong disapa dong!!!
Silahkan kunjungi: http://www.dyahsuminar.com
6 December 2008 10:01:05 pakai
itu kok 30 Desember yah?
6 December 2008 14:20:14 pakai
semua memang salah herman !!
yang jam 7 ternyata jam 7.30
yang 75% ternyata 25%.
7 December 2008 10:43:01 pakai
salam dari blogger kalsel (http://kayuhbaimbai.org)
saoulharmony
7 December 2008 23:12:43 pakai
salam juga dari blogger jogja, tapi sekarang tinggal di bekasi..
8 December 2008 01:11:06 pakai
Halo, Jogjaaa…
Blogger Makassar sekedar berkunjung kemari…
Semoga semuanya sehat-sehat saja..
8 December 2008 02:25:23 pakai
anto, selamat ya
8 December 2008 14:37:33 pakai
ah knp saya ga diajak…??
tapi koq kyanya seru bgt ya…dpt putri solo gak nie?
9 December 2008 21:59:38 pakai
lha, foto romatisnya anto kok gak diuplod juga?
*siram bensin*
10 December 2008 21:33:50 pakai
Kapan2 Cahandong mampir ke Klaten ya?

11 December 2008 20:40:23 pakai
Sebagai orang Solo yang sedang menuntut ilmu di Jogja, saya mau memberikan sedikit koreksi Mas. Nama stasiun di Solo itu bukan Purosari tapi yang bener Purwosari.
Kurang “W” Mas.
Salam kenal dari saya.
15 December 2008 20:31:49 pakai
kapan ya aku iso melu acara2 kaya ngono……
9 January 2009 13:58:41 pakai
Wah, jadi terinspirasi nih untuk jalan2 ke solo. Udah lama bgt gak ke Solo sejak pindah ke Jogja.