18 July 2018 • Selamat Malam

keluyuran

Mari Menonton Enam Djam di Djokja

Film buatan tahun 1951 ini menceriterakan tentang penyerbuan para laskar rakyat ke kota Jogja, dan mendudukinya selama enam jam, kemudian dikenal dengan peristiwa “Serangan Oemoem 1 Maret 1949″ atau juga “Enam Jam di Yogyakarta/Enam Djam di Djokja”.

Awalnya, kami mengira film ini akan membawa ke sebuah kisah tentang seorang bocah bernama Temon yang ikut dalam euforia laskar rakyat yang berperang. Tapi ternyata bukan, karena film yang menceritakan Temon itu berjudul “Serangan Fajar (1981)”. Perbedaan tahun pembuatan kedua film ini akan memberikan citarasa berbeda. Karena di film “Serangan Fajar” banyak sekali kemunculan Pak Harto. Hihihihi.

Film yang disutradari oleh Usmar Ismail ini memang produk lama, bunyi kemresek suara film cukup mengganggu pendengaran. Jika tidak memusatkan perhatian, maka akan banyak dialog yang lepas. Ditambah lagi dengan logat para pemainnya yang menurut saya dan teman-teman yang menyaksikannya, terdengar ’sedikit aneh’. Logat bicara tidak njawani dan medhok seperti halnya film-film bersetting kota Jogja, tapi justru lebih mirip logat ala sumatera (luar Jawa).

Film ini banyak menceritakan suasana perang di tingkat arus bawah, karena sering kali ada berita dari “pusat”. Siapa yang mereka sebut “pusat” ini? Ngarso Dalem (Sri Sultan HB IX), atau Pak Harto? Hihihihi. Kemudian beberapa scene menampilkan icon-icon kota Jogja yang hingga kini masih bisa di lihat, antara lain Benteng Vredeburg, Alun-alun Utara, Plengkung Gading, bahkan Jam di pertigaan samping Mirota Batik yang ternyata sudah ada sejak jaman dahulu. Dan bumbu percintaan pun ada diselipkan dalam potongan cerita antar tokoh dalam film tersebut.

Beberapa hal yang diperhatikan dalam film tersebut adalah penceritaan yang berusaha menyampaikan bahwa saat itu kondisi kepercayaan rakyat kepada TNI sangat lemah. Rakyat yang selalu menjadi korban dalam setiap drama penyerangan oleh TNI. TNI menyerang kemudian menyingkir pergi ke persembunyian, lalu rakyatlah yang menerima pembalasan dari Belanda. Kemudian juga beberapa putra pribumi yang menjadi antek-antek penjajah yang menyatakan bahwa mereka juga memperjuangkan nasionalisme kapada tanah air dengan cara berbeda.

Beberapa hal lainnya yang bisa diperhatikan adalah soal gaya berpakaian yang sedang gaul pada saat itu. Belum lagi gaya bicara dan idiom-idiom yang muncul, beberapa menggelitik dan masih teringat oleh para penonton. Senang sekali, dengan biaya Lima Ribu Rupiah kita bisa dibawa ke dalam euforia masa lalu, dan menyaksikan heroisme pemuda-pemuda Indonesia memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan Negara Republik Indonesia.

Yang disayangkan, ruangan audio visual Gedung F Vredeburg sore itu cuma terisi 14 orang dari sekitar 100-an tempat duduk yang tersedia. Bagi yang tertarik menyaksikan film ini, bisa mengunjungi arena Pasar Raya FKY XX 2008, tepatnya di Ruang F/Ruang Pamer Audio Visual Benteng Vredeburg pada hari Rabu 11 Juni 2008 pukul 19. 00, dan Sabtu 14 Juni 2008 pukul 19. 00.


29 Komentar

  1. Milo Panas

    Ah, kamu Antobilang tau apa… ;))

  2. Menkopul

    Kalau kamu ditangkap, maka rumah ini akan menjadi neraka bagiku.

  3. Milo Panas

    Ah, mana punya kau kehormatan, Ntok…

  4. wennyaulia

    saya gak dijak… :(

  5. Menkopul

    @ wenny : loh, kata ekowanz kamu gak bisa ikut? piye sih eko :-w

  6. wennyaulia

    weh, kapan dia bilang nak CA mo ke acara ini?
    *ngompor… :-\

  7. sandal

    Ayuk Wenny nonton ama aku aja :d

  8. antobilang

    Wenny kalau mau kopdar hubungi menkopul yaa…
    jangan mau dengan ajakan kopdar gelap lainya ;))

  9. zam

    kangen jogja!

  10. bakoelsempak

    yoe..marie disoesoen djadwalnja soepaya biesa nonton rame-rame
    MERDEKA!!! =d>=d>

  11. pengguna-internet-bosok

    saya telat baca milis :((
    lewat SMS keq!! -gabung Mr Domz-

  12. Wennyaulia

    owh iya, menkopul tenang aja..saya ndak akan kopdar gelap ama mas sandal kok
    saya kan ndak mgkn ngrebut dia dari sampeyan.. :-\
    btw, jadinya liat pantomim hari apa?

  13. Wennyaulia

    eh itu mksdnya icon siul2.. :p

  14. antobilang

    santai teman2, yang kemarin itu tim perintis, dan kami sudah menghasilkan beberapa temuan.
    parameternya bagusnya sebuah acara FKY yang layak ditonton oleh jelata adalah, berapa banyak gadis2 belia yang datang dalam acara tersebut.

  15. aGoonG

    :d kocak

  16. ekowanz

    @wenny bukannya katanya ujian :p

  17. bakoelsempak

    Yoek marie. .Jang beloem nonton film, nonton bersama ndebakoelsempak.Soalnja saya beloem nonton joega..Monggo diejaprie :D
    *toemat aja lho*

  18. asmara

    ini filem yang dulu diputer di tvri bukan ya?

  19. ngodod

    tengkyuh atas inponya.. nonton ach…

  20. jawara

    wah pengin juga nih nonton tuh film

  21. ridwan

    ikutan ahhhh :D:d/

  22. mybrainsgrowell

    kangen jogja..

  23. yuki

    :((:((:((:((:((:((:((:((. kayaknya bagus tu film………… sayang sekali dah gak bisa nonton jauhhhhhh…….:)>-

  24. Friend

    Wah..yang ngepost perlu dikasih bonus ma panitia FKY neh..
    liat aja malem minggu cuma isi 14 orang lg apa enggak…

  25. Winda

    Waaah, Rabu dan Sabtu… Rabu telat… Sabtu besok mau ke Lawu..
    Ntar kalo ada acara lagi aku diajak yaa :) ok ok:)>-

  26. antobilang

    agenda paling dekat :
    1. Jumat : Pantomim Le Mime Bizot
    2. Senin : Ballet dari Rotterdam Belande

    hayoook? sapa mau ikuudh?

  27. nonadita

    sayah nonton dari jauh..

    *membaca reportase di blog kalian saja*:)

  28. Pitad

    sayang sudah lwt waktunya padahal bulan depan mau ke jogja ke tanah airku hik sedih !

  29. diditjogja

    pengen pulang


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

demangan