28 March 2017 • Selamat Malam

kegiatan

Ruwatan Bumi Tamansiswa

Ruwatan Bumi

Ruwatan bumi/kebangsaan yang dijadikan agenda utama pada malam kamis (2 Mei 2007) bertepatan dengan hari pendidikan nasional di Pendopo Tamansiswa ternyata tidak sepenuhnya berkaitan dengan HARDIKNAS tersebut.

Ruwatan pada dasarnya adalah usaha spiritual untuk menghilangkan “SUKERTO” yang bias terdapat pada diri perorangan, keluarga maupun organisasi/lembaga. Dan pada kesempatan tersebut majelis luhur persatuan taman siswa mengadakan ruwatan bumi untuk organisasi taman siswa dan bangsa Indonesia agar terhindar dari “SUKERTO”.

Sukerto yang dimaksud adalah Tantangan, Ancaman, Hambatan dan Gangguan didalam organisasi Taman Siswa pada khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Diselenggarakannya Ruwatan Bumi ini untuk memohon ridho Tuhan YME agar organisasi Taman Siswa / Bangsa Indonesia terhindar dari TAHG dan mendapatkan tuntunan, petunjuk dan kemudahan untuk mencapai “Kejayaan” dari Nya. Taman siswa dapat mencorong kembali ke ajaran-ajaran yang dicita-citakan Ki Hajar Dewantara, sedang bangsa Indonesia terhindar dari segala bencana/musibah juga agar bumi Indonesia kembali Lestari.

Ruwatan Bumi dilaksanakan oleh dalang Ki Sutedjo yang merupakan alumni Taman Siswa dengan pagelaran wayang semalam suntuk dengan lakon Dew Ruci. Sebelum pagelaran wayang dimulai, terlebih dahulu dilakukan serah terima Wayang antara pihak pengurus majelis Taman siswa dengan Ki Sutedjo sebagai pertanda Ki Dalang yang memimpin acara ruwatan bumi tersebut.

Pagelaran wayang terbagi atas tiga babak. Babak pertama adalah babak pembukaan, babak kedua adalah acara inti dari ruwatan bumi dan babak ketiga adalah penutup. Setelah itu pagelaran wayang akan dilanjutkan kembali.

Pada babak kedua, Ki dalang akan membaca “mantra” dan melakukan Pathok Bumi. Pathok bumi disini yaitu, ki dalang akan menanam kayu (sebagai pathok) ke dalam tanah di lima penjuru (barat, timur, utara, selatan dan ditengah). Kayu yang digunakan sebagai pathok adalah kayu wali kukun yang didapatkan dari imogiri. Kayu tersebut menjadi pilihan karena kuat, dan diharapkan setelah bumi dipathok organisasi Taman Siswa dan bangsa Indonesia menjadi lebih kuat dalam menghadapi TAHG (Tantangan, Ancaman, Hambatan dan Gangguan) serta dalam bertindak dan berniat untuk kebaikan pun menjadi kuat, tidak mudah menyerah. Seperti dalam kalimat bahasa jawa “a teteken tekun tumuli bakan tekan” yang artinya dengan ketekunan, semangat yang kuat dan pengorbanan semua niat/tujuan akan kita dapatkan”.

Sedang cerita yang dilakonkan yaitu “MURWOKOLO”. Satu cerita yang biasa dilakonkan pada saat ruawatan. Berisi kebaikan melawan kejakatan. Hal ini dimaksudkan agar segala kejahatan, kejelekan dapat dihapus dan kesengsaraan dapat dihilangkan sehingga yang muncul adalah sikap yang baik, seperti budi pekerti, pengabdian, bijaksana dan lain sebagainya. Lama tidaknya acara ruwatan berlangsung merupakan hak Prerogatif dari sang dalang.

Kaitannya dengan HARDIKNAS

Sekarang banyak yang mempertanyakan kebijakan pendidikan nasional seperti ujian nasional (UNAS), Standar sekolah internasional (SSI), Standar sekolah nasional (SSN), kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dll yang lebih menonjolkan profesionalisme, kompetisi dan kompeten. Sehingga menghasilkan orang pintar namun egois, tidak bijak, tidak sopan dan mementingkan diri sendiri.

Hal tersebut jauh dari pendidikan ala Ki Hajar Dewantara yang lebih menonjolkan sikap pengabdian, kesederhanaan, kerja sama, budi pekerti, toleransi, dan kejujuran. Pendidikan yang sederhana namun mampu menghasilkan orang-orang bijak, sopan, nasionalisme dan patriotisme.

Dan dengan ruwatan bumi ini, diharapkan pendidikan di Taman Siswa khususnya dan pendidikan nasinal pada umumnya dapat kembali ke ajaran-ajaran Ki Hajar Dewantara yang selama ini diabaikan dan dilupakan.


5 Komentar

  1. DIDITJOGJA

    yuwk!!

    kok lama postingannya…….

  2. KaiToU

    Hai Om-Om/ Tante-Tante…, numpang mampir… ngabisin bandwith :)
    lagi nyari orang djogja buat ditumpangin rumahnya antara kamis-jumat-sabtu-minggu ini…
    pengin ke djogjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa =P~

    jawabanna tolong langsung ajah ke shoutboxna Kai…
    OksD.
    tenQ

    *cari calon tumpangan lagi :P*

    yuhuu…

    (selamat hari rabu)

  3. healmypain

    Sehingga menghasilkan orang pintar namun egois, tidak bijak, tidak sopan dan mementingkan diri sendiri.

    aku meragukan hal ini…. masih banyak banjiran soal pas UN.. so, mungkin :

    Sehingga menghasilkan orang [tidak] pintar [juga] egois, tidak bijak, tidak sopan dan mementingkan diri sendiri.

    ah.. tetap saja, tidak semua siswa nakal2 seperti itu… :"> *kabuurrrr*

  4. kenz

    dari dulu saya kagum dengan Ki Hajar Dewantara, beliau memang tokoh pendidikan Indonesia yang memang patut diteladani.

    saya tidak setuju dengan UN atau sejenisnya, banyak persaingan tidak sehat, orang yang jujur kadang malah kalah sama orang-orang yang curang :(
    siswa hanya mengejar nilai.. bukan penguasaan atas pelajaran itu sendiri… makanya mental siswa sekarang sampai jadi pejabat diragukan kejujurannya.

    HAPUSKAN PEMBODOHAN UJIAN NASIONAL !!!

  5. hamdun

    :d sekolah taman siswa adalah sekolah yg sangat diakui seluruh indonesia….dan karna itu….taman siswa sekolah yang sangat…….bagus


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

karanggayam