19 September 2018 • Selamat Siang

dolan

Pesona Tamansari

Tim Liputan Tamansari

Berkunjung ke Kraton Yogyakarta, rasanya tidak lengkap kalau belum mengunjungi Tamansari.

Jumat, 23 February 2007 lalu, kembali kru CahAndong bersama Mas Dendi (Loenpia) dan Mbak Nishikawa Miwako (tamu dari Jepang) menelusuri satu persatu bagian dari Tamansari.

Tamansari yang terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta ini dibangun pada masa pemerintahan Sultah Hamengku Buwono I dan diselesaikan pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono III.

Tamansari yang arsitek bangunannya berasal dari Portugis ini dimaksudkan sebagai tempat beristirahat, menentramkan diri, dan tempat wisata keluarga raja. Namun pada masa pemerintahan Hamengku Buwono IV, Tamansari tidak dipergunakan sebagai tempat peristirahatan tetapi digunakan sebagai benteng pertahanan karena Belanda waktu itu telah masuk dan menjajah tanah Jawa.

Tamansari sendiri sebenarnya terdiri atas beberapa obyek, yaitu Pasar Ngasem, Pulo Pasanggrahan, Pulo Panembung, Masjid Bawah Tanah, Lorong Bawah Tanah, dan Umbul Binangun. Luas area ini sekitar 12 hektar.

Bila kita masuk dari arah utara melalui pemukiman penduduk, kita akan menemukan situs Pulo Pasanggrahan yang terletak tepat di belakang kompleks Pasar Ngasem. Bangunan ini hancur pada saat gempa 27 Mei lalu dan masih dalam tahap renovasi. Bangunan ini sesuai dengan namanya, digunakan untuk tempat peristirahatan raja dan tempat pertemuan dengan para tamu dari Portugis.

Di salah satu bagian dari situs Pasanggrahan ini, terdapat bangunan yang disebut dengan Pulo Kenanga yang berfungsi untuk tempat peristirahatan putri-putri kraton.

Situs Pasanggrahan

Pulo Pasanggrahan ini dulunya dikelilingi oleh laut buatan. Lautan ini digunakan oleh raja untuk berkeliling dengan menggunakan perahu. Kini, laut buatan tersebut telah berubah menjadi pemukiman penduduk.

Di sebelah selatan Pulo Pasanggrahan, terdapat beberapa bangunan, yaitu Pulo Panembung dan terlihat ventilasi dari Lorong Bawah Tanah.

Lokasi yang dulu merupakan laut buatan

Fungsi utama dari Pulo Panembung adalah untuk meditasi Sultan. Meditasi ini dilakukan di bawah tanah dengan kedalaman 10 m.

Ada sebuah batu yang berbentuk seperti muka raksasa. Batu ini sebenarnya adalah hiasan pada bangunan bagian atas yang merupakan simbol dari penolak bala (kala). Batu ini terjatuh dari tempatnya akibat gempa bumi terbesar yang terjadi tahun 1814 di Pulau Jawa.

Patung kepala Kala yang jatuh

Berjalan ke barat, kita akan menemukan situs yang konon merupakan masjid bawah tanah. Situs ini berbentuk bangunan melingkar seperti donat bertingkat dua yang digunakan sebagai tempat ibadah/sholat. Lantai bagian bawah yang berada di dalam tanah digunakan sebagai tempat sholat jamaah wanita, sedangkan lantai atas digunakan sebagai tempat sholat jamaah pria.

Untuk memberikan aba-aba gerakan sholat, sang imam akan menepukkan tangannya sehingga suaranya akan menggema di seluruh ruangan. Karena ajaran Islam pada masa itu belum sempurna, maka di tiap lantai ada tempat imamnya sendiri. Sampai sekarang tempat Imam masih dikeramatkan, oleh karenanya tiap Jumat selalu ada sesaji yang ditempatkan di tempat tersebut.

Lorong menuju Masjid Bawah Tanah

Ruangan Masjid Bawah Tanah

Di tengah lingkaran yang mirip donat ini, terdapat bekas mata air yang berfungsi sebagai tempat wudlu. Di atas mata air ini terdapat 3 buah anak tangga untuk menuju ke lantai 2.

Bekas mata air untuk wudlu

Di kompleks ini ada sebuah lorong yang menurut mitos masyarakat, tembus hingga ke laut selatan dan merupakan jalan bagi Sultan Yogyakarta bertemu dengan Nyi Roro Kidul. Tetapi mitos ini tidak benar, sebenarnya lorong tersebut hanya menghubungkan ke bagian selatan dari laut buatan. Lorong ini pernah mengalami renovasi 3 kali, yaitu pada tahun 1949, 1973, dan 2004. Lorong ini berfungsi sebagai jalan keluar jika tiba-tiba ada serangan musuh.

Lorong tempat melarikan diri ke laut buatan bagian selatan

Keluar dari masjid dan menuju ke selatan, kita akan memasuki lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Tamansari dengan Keraton Yogyakarta. Lorong ini digunakan para abdi dalem untuk mondar-mandir dari Tamansari-Kraton untuk mempersiapkan segala kebutuhan raja.

Lorong Bawah Tanah

Ventilasi Lorong Bawah Tanah

Semua bangunan di kompleks ini dibuat dengan tanpa rangka besi maupun semen. Sebuah karya arsitektur yang bila diterapkan di masa kini adalah sangat tidak mungkin. Setiap pembangunan bagian-bagian ini, ada makna filosofi tersendiri.

Contohnya adalah pada semua pintu bangunan ini ukurannya lebih rendah dari pintu biasa yang menyebabkan kita harus menunduk pada saat masuk. Makna filosofi yang terkandung yaitu berkaitan dengan kesopanan dalam bertamu. Kita harus selalu merunduk bila berjalan atau memasuki ruangan.

Pintu masuk menuju Lorong Bawah Tanah

Akhirnya sampailah kita pada obyek utama dari Tamansari ini, yaitu Umbul Binangun. Bangunan ini terakhir direnovasi tahun 2004 dengan bantuan dari Yayasan Calouste Gulbenkian Portugal karena arsitek awal bangunan ini adalah dari Portugal. Renovasi ini diresmikan pada tanggal 22 Agustus 2004 oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Jose Blanco dari Yayasan Calouste Gulbenkian.

Sebelum memasuki kompleks ini, kita harus membayar tiket sebesar Rp. 2.500,00 per orang dan bila kita membaw kamera, dikenakan biaya Rp. 2.000,00 per kamera.

Gerbang utama Umbul Binangun

Memasuki gerbang utama, kita akan disambut oleh 4 buah bangunan yang berada pada suatu taman. Kompleks ini dinamakan Gedung Papat (Empat) karena jumlah bangunan di sini ada 4 buah. Bangunan ini digunakan untuk beristirahat para putri kraton setelah berenang.

Gedung Papat

Kita pun akhirnya sampai di kompleks utama umbul ini. Ada 3 buah kolam yang ada di sini membujur dari utara ke selatan. Kolam paling utara digunakan untuk anak-anak, kolam yang paling tengah (kolam utama) digunakan oleh para putri. Sedangkan kolam paling selatan merupakan kolam khusus untuk raja. Air kolam keluar dari pancuran mata air yang berbentuk bintang.

Di antara kolam utama dan kolam khusus raja ini ada sebuah bangunan yang digunakan oleh raja untuk melihat para putri. Ketika ada seorang putri yang menarik hatinya, raja ini akan melemparkan bunga dari atas bangunan ini. Putri yang terkena lemparan bunga ini diperkenankan mandi di kolam khusus bersama raja yang berada di sebelah selatan bangunan.

Bangunan utama di Umbul Binangun

Kolam utama di Umbul Binangun

Kolam untuk anak-anak

Kolam khusus raja

Bangunan yang menjulang di antara kolam ini adalah bangunan yang digunakan oleh raja. Di sini terdapat ruang ganti, ruang untuk melihat ke arah kolam utama, dan ruang peristirahatan yang memiliki fasilitas aroma terapi.

Ruang istirahat raja

Jendela untuk melihat ke kolam utama

Selain obyek wisata, Tamansari juga memiliki potensi lain yaitu Batik Lukis. Seperti Batik pada umumnya, pembuatan batik lukis ini pun menggunakan alat canting, malam, pewarna, dan perebusan. Sedang kainnya menggunakan kain khusus yaitu kain Birkolin. Harga batik ini tidak ditentukan oleh ukuran, tetapi oleh lamanya penggarapan, dan rumitnya desain. Semakin rumit dan lama pembuatannya maka harganya pun semakin mahal.

Pengrajin sedang membuat batik

Lokasi toko suvenir ini berada tepat berada di belakang kompleks umbul ini. Toko ini dikelola oleh karang taruna penduduk setempat.

Jika kita mengunjungi kompleks ini, kita akan merasa seperti terlempar ke masa lalu. Membayangkan keindahan dan kemegahan arsitektur tempo dulu yang maju, akan membuat kita tersadar bahwa sesungguhnya bangsa kita tak kalah dengan bangsa lainnya.

Nah, tertarik mengunjungi?

Artikel Terkait:


24 Komentar

  1. ekowanz

    lengkap pol :D

  2. diditjogja

    hayyah!! photo freaks!!

  3. ambar

    ra ana sing rusak kena gempa ya?

  4. matriphe

    @ambar: ada yg kena gempa, tetapi sudah direnovasi kok.. :)

  5. dendi

    pingin kesana lagi… :(

  6. kucinglistrik

    hhmmm….. kenapa pas jalan2 kmrn tu g ketinggalan ya….. :(

  7. templank

    dah brapa taon dijogja.. kok blm pernah gw ke wonosari

  8. templank

    eh selah kok wonosari sih… ada bos sih jadi grogi.. ;)) TAMANSARI gebleg…

  9. thestoopid

    templank
    pada tanggal 28 February 2007 pukul 14:19:30 menggunakan Firefox 2.0.0.2 pada Windows XP

    dah brapa taon dijogja.. kok blm pernah gw ke wonosariTamansari

    lah, aku aja juga blum kang!

  10. amma

    wah kereeeen..hhuhuhuh..banyak diedit yaks..bagus mas :D. soalnya saya lupa arah2nya dan type bangunannya je :d..

  11. Jeki

    Duhh…

    Dadi kelingan dek jaman semono, kelingan sliramu nduk, tapi saiki kahanane wis bedo, duh …

    *Sopo sek rung tau nek wonosari mau? ooo … tak kiro wns :D

  12. Cewekaslisemarangsingmanis

    Asseeem ik, aku rung tau dijak mrono :((

  13. Hidayat

    Foto-fotonya keren abissss….!! Salut..

  14. kenz

    hehe.. ini tempat saya kuliah Fotografi 3 SKS waktu di D3 Periklanan dulu. Mungkin tempat yang paling eksotik di daerah kota Jogja. Keren!

  15. chocoluv

    halah mung cedhak omahku :P

  16. kian

    kolame kok ijo buanget ya….karena dalem po…

  17. trisna

    taman sari emang bagus sih, tapi sayang ada beberapa bagian yang ga terawat, andai bisa di pugar kaya dulu lagi, pasti kereeen bgt.

  18. escoret

    dendi di loenpia kliatan item..di sini kok juga kliatan item..???
    dasarnya item kalee…dimana aja ttp item..kekekkeke

    good post..nice bgt..!!!!!

  19. endary

    tempatnya sangat cantik, tapi sayang kok ada bangunan rmh penduduk didlm komplek tsb. aq membayangkan klau direnovasi spt aslinya pasti + cantiek lagi. tapi kapan ya…..?

  20. han-han

    Lumayan, tapi kenapa kolamnya difoto waktu banyak lumutnya? Pecinta lumut? (:p)

  21. Eddy

    Cah Andong,
    Bisa diijinkan untuk mengambil materi mengenai Taman sari untuk saya pergunakan pada http://www.panjalu.net/default.asp?topic=jogja,tamansari&speak=id, terimakasih.

  22. aditya

    :dwoiiii bagus bgtzx jepretannya..pngn bgtz ngabadi’in kyk gityu..tpi apa daya g ada ahli tuk moto,he2.. :d
    btw… q sng bgt nak nang taman sari.. neng sing dadi masalah..nak ameh nyewa taman sari sing umbul binangun…mahallllll bgtzzz 20 juta per mlm men!!! :(( tuh buat acara apa aja..huh sebell..dulu mo photo2 perspisahan ma anak2 kls gak jadi di sana deh…

  23. aeint

    baguz..baguz..
    kompLitin lg dund.hagz:d

  24. astria

    aku pernah ke taman sari…, bgs banget bangunannya.., cuma sayang kurang perawatan, sebenarnyacantikkok bangunannya…, perkampungandisekitarnya juga bersih dan rapi…,


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

cangkringan