Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home1/andong/public_html/wp-includes/cache.php on line 105
Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia » CAHANDONG.ORG


24 October 2014 • Selamat Malam

dolan

Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarahnya. Salah satu cara kita untuk menghargai sejarah dan kebudayaan kita adalah dengan mengunjungi museum. Ada berbagai jenis museum, tetapi tahukah kamu museum tertua di Indonesia?

Museum Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Museum ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Kompleks Sriwedari, Kota Surakarta (Solo). Tak banyak orang yang mengetahui tentang museum yang menyimpan benda-benda peninggalan sejarah Kraton Surakarta dan kebudayaan Jawa ini.

Museum yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 1890 Masehi atau pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maulud 1820 Ehe (tahun Jawa)ini menyimpan berbagai koleksi dari R.T.H. Djojohadiningrat II, sang pemrakarsa Perkumpulan Paheman Radya Pustaka ini, didirikan oleh K.R.A. Sosrodiningrat IV yang saat itu menjabat sebagai patih pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana IX.

Awalnya museum ini berada di salah satu ruang di kediaman KRA Sosrodiningrat IV di Kepatihan yang bernama Panti Wobowo. Kemudian atas prakarsa Paku Buwana X, museum lantas dipindahkan ke Loji Kadipolo pada tanggal 1 Januari 1913. Gedung Loji Kadipolo yang menjadi lokasi museum sekarang ini tanahnya dibeli oleh Sri Susuhunan Paku Buwana X dari seorang Belanda bernama Johannes Buselaar seharga 65 ribu gulden Belanda dengan akta noktaris 13/VII tahun 1877 nomor 10 tanah eigendom.

Museum Radya Pustaka Surakarta

Di depan gedung, kita akan menjumpai patung Ranggawarsito, salah satu pujangga terkenal yang cukup disegani di Jawa. Patung ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 11 November 1953.

Patung Ranggawarsito

Begitu masuk dengan membayar biaya Rp. 2500,00 per orang, di teras gedung kita akan menemukan koleksi arca dan meriam serta beberapa batu peringatan ulang tahun museum ini. Ada 3 ruang utama pada gedung ini. Di ruang pertama kita akan menemukan patung Sosrodiningrat IV sang pendiri museum tepat berada di depan pintu masuk. Di ruang utama ini kita akan menemukan berbagai macam koleksi wayang. Ada wayang gedhog, wayang purwo, wayang krucil, wayang golek, topeng, dan koleksi senjata.

Patung Sosrodiningrat IV

Koleksi wayang

Menyusuri lorong yang menghubungkan ruang pertama dengan ruang kedua, pada ruang sisi kiri kita akan menemukan ruangan dengan berbagai koleksi piring, gerabah, dan sebuah piala porselen yang merupakan hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Sri Susuhunan Paku Buwana IV.

Koleksi senjata

Koleksi piring dan gerabah

Pada ruang di seberangnya, kita akan menemukan berbagai koleksi senjata pusaka berupa tombak dan keris, serta almari penyimpan keris. Di ruangan ini kita juga akan menemukan miniatur rumah-rumah penduduk pada jaman dahulu kala, mulai dari rumah rakyat biasa yang terbuat dari gedhek (anyaman bambu) hingga rumah pejabat berbentuk joglo.

Lemari keris

Masuk lebih dalam kita akan menemukan ruang perpustakaan yang menyimpan berbagai koleksi buku sejarah dan di seberangnya terdapat ruangan yang ditutup di mana di dalamnya terdapat koleksi Relung Rambut Budha yang terbuat dari perunggu.

Memasuki ruang kedua, kita akan disuguhi koleksi gamelan lengkap untuk sebuah pagelaran wayang kulit lengkap. Menengok ke kanan, kita akan mencium bau kemenyan dan dupa yang sangat tajam. Ternyata di sudut ruang terdapat benda paling sakral yang ada di museum ini, yaitu sebuah cantik (hiasan pada kapal) bernama Kyai Rajamala.

Seperangkat gamelan lengkap

Konon, Kyai Rajamala ini merupakan “penunggu” dari museum ini. Pada hari-hari tertentu, benda ini harus diberi sesaji guna mencegah hal-hal aneh yang mungkin terjadi. Hal yang paling sering terjadi jika penjaga lupa memberi sesaji adalah akan muncul bau busuk menyebar pada seluruh ruang museum. Kyai Rajamala juga sering “berulah” jika ada sesuatu yang menyalahi aturan, salah satunya adalah ketika diadakan wilujengan (peringatan ulang tahun) Museum Radya Pustaka yang ke-116 pada tanggal 31 Oktober 2006 lalu. Karena peringatannya “telat” 3 hari, Kyai Rajamala berulah dengan membuat suara-suara gaduh tepat pada acara peringatan museum ini berdiri.

Cantik Kyai Rajamala

Di seberang ruang tempat Kyai Rajamala berada, ada sebuah ruang memorial kantor K.G. Panembahan Hadiwijdaja. Ruangan ini juga tak kalah suasana mistisnya dengan ruang Kyai Rajamala, terbukti dengan ditemukannya sesaji di dalam ruangan ini.

Ruang memorial Panembahan Hadiwidjaja

Di ruang kedua ini, selain gamelan kita akan menemukan berbagai benda-benda khas kraton. Ada tandu untuk mengangkut sesaji, alat transportasi tradisional, koleksi uang kuno, koleksi songkok raja dan para pejabat kraton, dan berbagai benda peninggalan lainnya.

Tandu tempat sesaji

Koleksi songkok

Memasuki ruangan terakhir, kita akan menemukan miniatur Menara Sangga Buana yang terletak di Kraton Surakarta dan dianggap sakral tepat di pintu masuk ruangan ini. Di sisi kiri kita akan menemukan miniatur Astana Imogiri, yaitu kompleks makam raja-raja Mataram, yaitu dari Kraton Surakarta dan Kraton Yogyakarta. Di sebelah kanan kita akan menemukan miniatur masjid agung Demak. Di bagian belakang ruang ini kita juga akan menemukan berbagai koleksi arca peninggalan Hindu. Bila kita keluar ruangan, kita akan mendapati kantor pengurus museum ini serta beberapa sisa-sisa arca.

Miniatur Sangga Buana

Miniatur Astana Imogiri

Miniatur Masjid Agung Demak

Koleksi Arca

Secara umum museum ini cukup menarik untuk dikunjungi. Walau terkesan sepi dan “singup” tetapi museum ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang menyukai wisata budaya dan kesenian. Walau gedungnya merupakan gedung tua dan terletak di antara kemegahan gedung-gedung lain di kompleks ini, tetapi gedung ini terlihat cukup dirawat dengan baik.

Tertarik mengunjungi?


33 Komentar

  1. mbakyu

    huh ra ajak ajak :D

  2. templank

    aduh museum gmn ya?? klo disuruh milih makan makan ma pegi ke museum mending makan makan… ga ngarti sih soalnya

  3. joni jontor

    wah, nights in the museum.. sereem

  4. ekowanz

    hooh ki…ra ngejak2 :(

  5. bebek

    dengaren ra ono acara narsis bersama-ne?? opo wedi dianggep properti museum nek sampe poto2 narsis?? :p

  6. bodi

    wedi kualat kui mulane ra do narsis …

  7. kenz

    ke solo kan lewat klaten tuh.. nah di klaten itu ada duren gede2… hehehe… kemaren malam kukira kalian mabok duren.. ternyata merencanakan berpergian ke museum tooo… :D

  8. chocoluv

    hmm,,, klasik… klasiknya indonesia :)

  9. diditjogja

    iyoh….menarik! lebih menarik jika ada pemandunya…sayang arca dan keterangan sejarah lain kurang begitu ditampilkan oleh pengelola…
    btw, nice experince on solo

  10. Jaka

    Kapan2 melu yo? *nek ndi to?*

    Museum sek nek YK urung yo? hehe..

    keycode: mantrijeron ?!?

  11. fanatiCanz

    museum….? boleh juga sih, kapan kapan deh.. !!

  12. mysyam

    tumben ra ono sing narsis, malahan Pak Ranggawarsito sing narsis dewe.. hehehe…

  13. KEN

    Meluuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  14. Cry-ep

    Boleh gabung gak?

  15. retno devil hemawati

    Radya Pustaka, asyik sii, pegawainya ramah2, kecuali..
    tp sayang ya, nggak dirawat bener2, dulu pernah tanya, kl ada yg ilang dicari apa nggak? Jawabnya nggak.. katanya nggak punya dana. Ini kan bukan museum pemerintah ya.. tapi PemKot Surakarta juga care koq. Trus.. ya datang sendiri ajalah sana..

  16. Kandar Ag.

    Saiki padha kepingin mrana ora? patung-patunge wis diijoli sing palsu… Mbah Hadi ( KRH Darmodipuro - Kepala Museum Radya Pustaka Solo) ditankep… Piye?!

    Baca Kompas
    #prihatin=mode “on”

  17. isa

    aq ra trimo dadi wong solo umpomo peninggalan nenek moyang Q dimaling, ironise sing maling wong jero musium. :((

  18. CAH2 SMA6 SKA XII S4 2007/2008

    EH besok minggu qt2 mw ksna neh,,,,,,
    qt blh kmntarkan meskipun blm mngunjungi?:)>-$-):-h:d/
    qt sbg generasi muda kota solo sangat buangga buangetzzzz punya banyak budaya di banding yang lain,,,
    orang yang ngejek budaya sendiri adalah orang yang g bisa menghargai dirinya sendiri.WARNING=d>~X(
    [-x

  19. luki

    wah koq bekas ruang kerja eyangku dikasih sesajen yah :o

  20. Marama

    Main ke Museum Radyapustaka jadi tau Kraton tempo doeloe

  21. nugroho

    :x
    jadoel bgt sih/:)/:)/:)/:)/:)/:):o:o:-?:-?:-\:-\:-t>:);;)=;b-(=:)

  22. d'Gareng

    Bagus banget, ijin share ya untuk group Njowo-Multiply
    Terimaksih

    http://njowo.multiply.com/photos/album/106

  23. nikn

    Setahun di jogja belum sempat ke radya pustaka, lagian waktu itu ditutup karena ada kasus. Kayaknya perlu diagendakan untuk 2009 nih.

  24. maulana

    :((:((:(( q sedih dengan radya pustaka sekarang

  25. To-pix

    cool tuh, museum kayak gituan. tapi khan kebanyakan remaja skarang bilangnya ” :)) ni dah 2009 tuh. ga’ keren pergi ke museum, kalo jadi arcanya baru mau :)) “.

  26. Heroew

    Mengunjungi museum itu penting jg sih… Paling gak, dari yg tadinya gak ngerti soal2 begituan, bs jd ngerti. Tp blk lg ke prinsip dasar masing2 dalam menilai penting gak nya datang ke museum..
    Salam.:)>-

  27. Rosyid

    Mas, penjenengan gadhah fotonipun Susuhunan Pakubuwana IV mboten? menawi panjenengan gadhah nyuwun tlng kirimke dhateng email kula. Niki kula nyuwun tlng sanget, matur nuwun sakderenge….

  28. adiya

    aduh,,,,,
    dapet tugas buat presentasi nie pake bahasa enggris

  29. salef

    bagus ya

  30. bagus

    wah saya sering berkunjung ke museum ini. tempatnya sangat menyenangkan dan terletak di tengah kota solo.

  31. yanuarius koli bau

    tolong jelaskan, darimana sejumlah makam betulian huruf cina yang menempel di dinding museum, dan satunya lagi di dalam bangunan kantor di belakang?

  32. ekstrak jus kulit manggis

    wah mantap mantap tuh musiem nya terimaksaih info yang sangat menarik

  33. mietha christi

    :):x(*)


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

janti