24 July 2008 • Selamat Malam

keluyuran

Berburu Kaset Bekas

Lapak penjual kaset

Anda penggemar musik? Hobi ngumpulin kaset atau CD rekaman yang asli, bukan bajakan? Anda mencari kaset-kaset rekaman band atau artis lama, yang mungkin sudah tidak dijual lagi kaset atau CD-nya di toko-toko kaset? Atau budget Anda tidak cukup untuk membeli kaset baru? Atau Anda seorang yang sangat suka menawar harga barang, dan hobi menawar itu juga berlaku saat Anda membeli kaset atau CD, tapi sayangnya hobi menawar itu tidak bisa Anda salurkan saat membeli kaset atau CD di toko kaset?

Hohohoho …. Kalau jawabannya iya, baik untuk semua pertanyaan, sebagian atau cuma satu thok pertanyaan yang saya sebut di atas, berarti jawabannya Pasar Beringharjo Jogja. Lha, ngapain di Pasar Beringharjo? Ups, sori, bukan Pasar Beringharjo-nya. Emang mau belanja bumbon? Yang saya maksud, tepatnya pojokan luar sisi barat daya Pasar Beringharjo, atau di pojokan luar tembok sisi barat laut Benteng Vredenburg.

Yup, di situ, kalau malam selepas pukul 06.30, berjejer beberapa pedagang kaset bekas, atau lebih keren disebut kaset second hand (padahal belum tentu kaset yang dijual dari tangan kedua. Bisa jadi itu third hand, fourth hand, fifth hand… hehehehehe). Ada juga CD bekas.

Nah, kalau Anda penyuka musik dan mencari kaset-kaset rekaman lawas yang sudah tidak dijual atau langka, kalau Anda beruntung, bisa jadi Anda akan menemukannya di sini. Yah, memang untung-untungan. Dan lagi, Anda harus jeli untuk memelototi deretan kaset-kaset yang ditata rapi oleh pedagangnya. Bisa jadi, kaset langka yang Anda cari terselip di antara ratusan kaset lain. Kalau tak teliti, ya sangat mungkin kaset buruan Anda terlewati mata.

Btw, meski dibilang pedagang kaset bekas, tapi barang yang dijual bisa dibilang berkelas. Hampir 100 persen barang yang dijual asli, bukan bajakan. Meski ada juga beberapa kaset bajakan yang dijual, tapi itu bukan sembarang kaset bajakan. Biasanya kaset bajakan yang dijual adalah kaset yang benar-benar langka, sudah tidak dijual lagi. Mbajaknya juga niat, tidak ecek-ecek. Nah, ini kalau si pembeli tidak jeli, bisa jadi ketipu. Karena ada juga kaset bajakan yang dijual, yang boks kaset, juga covernya, sangat mirip dengan aslinya.

Bagaimana dengan harga? Namanya kaset bekas, harga tentu lebih murah. Kalau kaset baru di toko berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, di pedagang kaset bekas Beringharjo ini harga per kasetnya biasanya ditawarkan Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, tergantung kondisi. Kalau pintar menawar, harga bisa turun lagi. Tapi untuk koleksi yang langka atau super langka, si pedagang biasanya ngeyel mempertahankan harga, tidak mau ditawar sedikit pun. Si pedagang lebih baik tidak menjual dagangan langkanya, daripada harus menjual di bawah harga bandrol yang dia tetapkan.

Omong-omong, sejak kapan to pedagang kaset bekas di Beringharjo ini ada? “Sejak sekitar tahun 1994,” jawab seorang pedagang kaset bekas yang saya tanya soal itu.

Pedagang itu – saya lupa menanyakan namanya – lalu berceloteh, dulu ada banyak pedagang kaset bekas yang mengais rezekinya di tempat itu. Tapi sekarang, hanya tinggal sedikit. “Ada yang gulung tikar. Lha sekarang sepi, Mas, nggak kayak dulu. Ada juga yang pindah. Tapi nggak tahu, pindahnya ke mana,” kata pedagang itu.

Sekitar setahun atau 1,5 tahun silam, saat saya berburu kaset di tempat itu, memang masih banyak pedagang kaset bekas berderet. Tapi sekaranga, kalau nggak salah hitung, tinggal empat pedagang yang bertahan. Yang lain entah ke mana. Dulu di sisi utara tembok Benteng Vredenburg, banyak juga pedagang kaset bekas berderet. Tapi kini, setelah tembok benteng dimajukan, pedagang itu menghilang. Mereka tergusur pembangunan tembok yang memakan badan trotoar, tempat para pedagang biasa mangkal.

Oh ya, dagangan mereka itu jumlahnya ratusan – atau bahkan masuk dalam satuan ribuan – kaset. Ditata berderet di rak, atau ditumpuk sampai setinggi satu meteran. Nggak percaya? Silakan lihat sendiri, kalau Anda dolan ke Jogja.

Di mana mereka kulakan kaset bekas sampai bisa terkumpul sebanyak itu untuk dijual? “Nggak ada tempat kulakannya. Ini ya membeli dari orang-orang yang menjual kasetnya. Lama-lama terkumpul sampai sebanyak ini,” ujar pedagang kaset yang mangkal di pojokan lor.

Yup, selain menjual, pedagang kaset bekas ini juga membeli kaset bekas dari orang-orang butuh duit yang menjual kasetnya. Nah, kalau Anda kolektor kaset dan butuh duit, silakan jual koleksi kaset Anda kepada mereka. Tapi jangan berekspektasi muluk kaset Anda akan dibeli dengan harga tinggi.

Biasanya, para pedagang ini menawar kaset Anda dengan harga yang bisa jadi membuat Anda cukup shock mendengarnya. Karena kadang harga yang mereka sebutkan rendah, tidak sebanding dengan nilai kaset Anda yang mungkin langka. Yah, namanya pedagang. Mereka kan pingin dapat untung gede juga. Tapi kalau Anda beruntung, ya mungkin juga kaset Anda dibeli dengan harga cukup tinggi.

Kalau soal laris tidaknya dagangan mereka, mungkin itu relatif. Salah satu pedagang mengaku, rata-rata sehari bisa laku 10 sampai 20 kaset. Kalau pas ramai, mungkin lebih, ya? Sayang, saya tidak tanya.

Nah, ingin berburu kaset langka untuk melengkapi koleksi Anda? Silakan meluncur ke lokasi yang saya sebutkan. Siapa tahu Anda beruntung. Selamat berburu………….


17 Komentar

  1. blueais

    Wah, aku biyen tau golek kaset asli kae album`e Michael Jackson sek … opo yo, hits e Black & White nek ra salah … tapi nek beringharjo sek dodolan iseh nek siseh duwur wetan, tingkat 2 nek ra 3 lali, pas biyen aku iseh SMP … :D

  2. chocoluv

    weh,,, kok kemaren aku ngga liat cd si mas? aku pengin cari yang klasik… tapi wingi koyone aliran rak jelas kabeh… saya punya banyak kaset yang udah ngga kepake *secara tape di rumah saya rusak semua*, tapi kayaknya ga bakal laku dijual :P

  3. bodi

    menarik juga nih ….. secara saya *sok gaul* yang suka dengan lagu2 lama juga … ntar kapan2 pengen kesana ….

  4. thestoopid

    jira2 ada mp3 bekas ga?

  5. pepeng

    sya sudah pernah berburu ke situw…hehehhe

  6. mysyam

    wah.. wis ra nduwe player e je..
    NGGAYA.. :D

  7. matahari

    @blueais: album yg dangerous ya? seru tuh album :D

    CD ada gak mas? mau berbulu labu eh smashing pumpkins nih :P mas dan mbak ada yg jual koleksi CD smashing pumpkins?

  8. tooooooooooooooooooo ooooooooooooooopics

    mungkin suatu saat nanti ada yang jual DVD bekas juga kali…

  9. bagonk

    masih setia dengan MP3 & torrent… :)>-

    kalau ada yang gratis, kenapa harus bayar? :))

  10. amma

    ndisik sering ngeterke “konco” nang kono loh..saiki wes ora pernah meneh..

    ora nduwe tape recorder je..njur nganggo opo tuku kasete..
    :P

  11. matahari

    @bagonk: kalo gw sih torent n mp3 sebagai pelengkap. punya VCD n DVD asli itu rasa senengnya gak terkirakan. seperti nemu harta karun setelah sekian lama nyari :D kalo torent buat nambah2 koleksi. misalnya aksi panggung yg gak ada di vcd asli n dvd.

  12. Anang

    wah info menarik nih

  13. templank

    dulu waktu smester awal saya sering kesitu… tp ga pernah beli sih..
    pernah nyari kaset puresaturday album pertama kesitu tp tidak menemukannya.. *emang dasar kaset paling langka..*

  14. arexelex

    dek mbiyen kerem dolan neng ngejaman, utawa luwe kondang arane “buletin malam” . aku uwes tau entuk pupen9is not a pup, ep),lan liya liyane. uwes lali…

  15. agung

    a yng punya cd atau mp3 shades apart ga yach?ku nyari semua albumnya, kalau ada yang punya bisa bantuin aku ga?

  16. iPuNk

    kAset2 mUsiK2 kLaSik sPrT MoZaRt, bEeThOven,Bach dll ada ga????????????????
    mHn kl ada hArGaNya jgn mHl2 donk……yaa….

  17. ucup

    ak lumayan sering ke situ. koleksi kaset yang asli ada nilai tersendiri dibandingkan mp3.


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

maguwo