Kadang saya merasa terganggu saat melewati daerah Ngasem atau Kotagede. Bukan hanya karena jalan-jalan yang sempit, cuaca yang panas, dan lalu lintas yang padat, tapi juga karena ‘noda-noda kuning’ yang membercak teng blenthong di atas aspal.
Kotoran kuda, yang sebagian besar berasal dari kuda-kuda yang menarik andong, sering kita temui di ruas-ruas jalan di kota Yogyakarta. Selain di daerah Ngasem dan Kotagede, jalan-jalan besar seperti Jalan Brigjen Katamso atau Jalan Parangtritis kerap kali jadi korban. ‘Noda-noda kuning’ yang berada tepat di tengah jalan mengganggu pemandangan dan juga menimbulkan bau tak sedap.
Kebanyakan memang terdapat di daerah selatan, karena andong biasanya berada di daerah Pasar Ngasem, Shopping, dan Pasar Kotagede. Tapi beberapa waktu lalu saya juga menemui ‘noda-noda kuning’ itu di dekat bundaran Masjid Kampus UGM, dalam keadaan masih hangat-hangat mbenyek alias fresh from the oven. Saya tak bisa membayangkan bagaimana baunya jika kendaraan saya tak sengaja melindas ‘bom’ itu. Dan saya merasa, akhir-akhir ini jumlah ‘bom’ itu malah semakin bertambah saja. Tentu hal ini sangat memalukan bagi Kota Yogyakarta yang disebut-sebut sebagai tujuan pariwisata kedua di Indonesia setelah Bali.
Kita mungkin tak bisa menyalahkan kuda-kuda yang nge-’bom’ seenaknya saja di tengah jalan. Dan Pemkot Yogya sendiri tampaknya belum ngeh pada hal sepele ini. Saya tak tahu bagaimana caranya membersihkan kota Yogya dari ‘noda-noda kuning’ itu, tanpa harus memusnahkan andong dan kuda-kudanya. Mungkin harus dibuat popok khusus untuk kuda? Atau mungkin dibuat WC Umum khusus kuda?
Hmm,,, what do you think?
Blog
Dari Jelata
8 November 2006 16:58:11 pakai
la itu, plastik yang berada di antara andong dan kudanya itu buat apa? la itu kan “popok” super besar gitu, tapi mungkin karena konfigurasinya *halah* ndak pas, jadinya itu bomâ„¢ tetep jatuh gitu..
iya, memang bikin ndak nyaman. sama ndak nyamannya dengan asap knalpot bus-bus kota yang maikn hari makin hitam itu..
8 November 2006 17:05:18 pakai
bener… di pusat perkotaan seperti jalan malioboro pun begitu membahana tlethong.
pake po2k? kayaknya bisa banyak yg naksir nanti…
8 November 2006 17:09:02 pakai
hmm ojo .. ojo popok je.. ga ngaruh. makanya tho.. kuda ne diajari sing bener .. hlah jarene kota pelajar ngunu looo
*kabooorrrrrrrrrr*
eehh.. balikmeneh
yg srius siy…. kusir andong ne itu looo.. kan mestinya ngerti kapan jam2 privasi sang kuda ga bisa diganggu gugat .. ya jng maksa gitu loo 
9 November 2006 12:10:50 pakai
gimana kalo kudanya dipakaikan diapers…yang anti kerut dan anti bocor.
16 November 2006 17:02:44 pakai
Skalian itung2 latihan menghindari ranjau darat, sopo ngerti sesuk melu perang Iraq.
24 December 2006 01:14:17 pakai
halah monik ki isone mung komentar, ga ngasi solusi.,.,,
jarene cah psikolog???
jadi secara psikologi, kuda itu… bla bla bla….
21 March 2007 22:57:20 pakai
seperti apa kata mbokde “gimana kalo kudanya dipakaikan diapers…yang anti kerut dan anti bocor.” Huehehehehe, pake diapers apa pempers
lebih sexy. apalagi kuda betina 
Semoga untuk kedepannya Pemkot Yogya lebih memikirkan masalah kecil kayak gini. Walaupun merupakan masalah yang bisa dibilang sepele, tapi akan berpengaruh besar terhadap keindahan dan kebersihan Yogya. Sehingga warga masyarakat ataupun pendatang/turis yang berlibur ke Jogja merasa nyaman.
Sori brooo kepanjangan komentarnya. Salam kenal.