15 November 2018 • Selamat Malam

ngudarasa

Jalan-jalan di-’bom’ Jaran

Kadang saya merasa terganggu saat melewati daerah Ngasem atau Kotagede. Bukan hanya karena jalan-jalan yang sempit, cuaca yang panas, dan lalu lintas yang padat, tapi juga karena ‘noda-noda kuning’ yang membercak teng blenthong di atas aspal.

Kotoran kuda, yang sebagian besar berasal dari kuda-kuda yang menarik andong, sering kita temui di ruas-ruas jalan di kota Yogyakarta. Selain di daerah Ngasem dan Kotagede, jalan-jalan besar seperti Jalan Brigjen Katamso atau Jalan Parangtritis kerap kali jadi korban. ‘Noda-noda kuning’ yang berada tepat di tengah jalan mengganggu pemandangan dan juga menimbulkan bau tak sedap.

Kebanyakan memang terdapat di daerah selatan, karena andong biasanya berada di daerah Pasar Ngasem, Shopping, dan Pasar Kotagede. Tapi beberapa waktu lalu saya juga menemui ‘noda-noda kuning’ itu di dekat bundaran Masjid Kampus UGM, dalam keadaan masih hangat-hangat mbenyek alias fresh from the oven. Saya tak bisa membayangkan bagaimana baunya jika kendaraan saya tak sengaja melindas ‘bom’ itu. Dan saya merasa, akhir-akhir ini jumlah ‘bom’ itu malah semakin bertambah saja. Tentu hal ini sangat memalukan bagi Kota Yogyakarta yang disebut-sebut sebagai tujuan pariwisata kedua di Indonesia setelah Bali.

Kita mungkin tak bisa menyalahkan kuda-kuda yang nge-’bom’ seenaknya saja di tengah jalan. Dan Pemkot Yogya sendiri tampaknya belum ngeh pada hal sepele ini. Saya tak tahu bagaimana caranya membersihkan kota Yogya dari ‘noda-noda kuning’ itu, tanpa harus memusnahkan andong dan kuda-kudanya. Mungkin harus dibuat popok khusus untuk kuda? Atau mungkin dibuat WC Umum khusus kuda?

Hmm,,, what do you think?


8 Komentar

  1. matriphe

    la itu, plastik yang berada di antara andong dan kudanya itu buat apa? la itu kan “popok” super besar gitu, tapi mungkin karena konfigurasinya *halah* ndak pas, jadinya itu bomâ„¢ tetep jatuh gitu..

    iya, memang bikin ndak nyaman. sama ndak nyamannya dengan asap knalpot bus-bus kota yang maikn hari makin hitam itu..

  2. Prince PriyayiSae

    bener… di pusat perkotaan seperti jalan malioboro pun begitu membahana tlethong.
    pake po2k? kayaknya bisa banyak yg naksir nanti… :D

  3. -nisa-

    hmm ojo .. ojo popok je.. ga ngaruh. makanya tho.. kuda ne diajari sing bener .. hlah jarene kota pelajar ngunu looo :D *kabooorrrrrrrrrr* :D

    eehh.. balikmeneh :"> yg srius siy…. kusir andong ne itu looo.. kan mestinya ngerti kapan jam2 privasi sang kuda ga bisa diganggu gugat .. ya jng maksa gitu loo :)

  4. mbokde

    gimana kalo kudanya dipakaikan diapers…yang anti kerut dan anti bocor.

  5. Gondhez

    Skalian itung2 latihan menghindari ranjau darat, sopo ngerti sesuk melu perang Iraq.

  6. toooooooooooooooooopics

    halah monik ki isone mung komentar, ga ngasi solusi.,.,,
    jarene cah psikolog???
    jadi secara psikologi, kuda itu… bla bla bla…. :D

  7. wiwin

    seperti apa kata mbokde “gimana kalo kudanya dipakaikan diapers…yang anti kerut dan anti bocor.” Huehehehehe, pake diapers apa pempers ;)) lebih sexy. apalagi kuda betina =))

    Semoga untuk kedepannya Pemkot Yogya lebih memikirkan masalah kecil kayak gini. Walaupun merupakan masalah yang bisa dibilang sepele, tapi akan berpengaruh besar terhadap keindahan dan kebersihan Yogya. Sehingga warga masyarakat ataupun pendatang/turis yang berlibur ke Jogja merasa nyaman. :)

    Sori brooo kepanjangan komentarnya. Salam kenal.

  8. callme hahaha

    kan masjid kampus ugm deket ma fak ku (psikologi ugm)
    jadi
    psikologi = kuda
    kuda = kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…


Silakan Berkomentar

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

kotabaru