
Ada sebuah warung yang sangat istimewa, terutama bagi temen-temen Komunitas Andong. Warung ini sangat istimewa selain karena hidangannya yang mantab, di tempat inilah Komunitas Andong lahir. Warung itu adalah Warung Bakmi dan Tengkleng “Mak Zam”.
Banyak sisi menarik yang bisa dikupas dari warung ini. Kali ini saya akan mencoba mengupas satu persatu keistimewaan warung ini, tentunya dari sudut pandang yang berbeda. ![]()
Pertama, tentunya adalah namanya. Karena ada kesamaan nama antara saya dan pemilik warung ini, maka saya sangat bersemangat ketika mengulas warung ini. Halah. ![]()
Nama “Mak Zam” merupakan nama yang langka, unik, dan tiada duanya. Biasanya nama-nama warung yang digunakan antara lain, “Lumayan”, “Nikmat”, “Pak Kumis”, “Pak Gendut”, “Cak Kelik™”, “Mbak Sri”, dan sebagainya. Di sinilah letak keunikan nama “Mak Zam” tersebut.
Warung ini milik ibunda dari salah satu dedengkot Andong juga, yaitu Mas Is. Nama “Mak Zam” diambil dari nama Zamrona, beda-beda tipis lah sama nama saya. ![]()
Kenapa menggunakan kata “mak”, dan bukan “bu”, “yu”, atau “mbah”? Karena “mak” yang merupakan kependekan dari kata “emak” merupakan nama panggilan yang biasa dipakai. CMIIW ya Mbak Unai, ![]()
Baik, mari kita lupakan soal nama ini. Sekarang kita berlanjut ke masalah lokasi. Lokasi warung ini juga bisa dibilang strategis. Terletak di daerah Ngabean, di mana dulu lokasi ini merupakan Stasiun Ngabean. Hal ini bisa dilihat dari sebuah bangunan tua yang terletak tidak jauh dari warung ini, yang menunjukkan tanda-tanda bekas stasiun kereta api.

Lokasi ini kini menjadi tempat parkir bagi kendaraan para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kraton Yogyakarta. Karena lokasi ini memang tidak jauh dari kraton, yaitu di sebelah barat dari kraton.
Soal menu, ada yang unik. Biasanya warung-warung bakmi selalu bergandengan dengan nasi goreng, dan makanan cina semacam cap cay, fuyung hay, dan sebagainya. Begitu juga dengan tengkleng, biasanya gandengannya adalah gule, tongseng, dan sate kambing. La di warung ini, menunya justru menggabungkan antara bakmi dan tengkleng. Sebuah kombinasi unik.
Kali ini yang akan kita bahas adalah tengklengnya. Tengkleng warung ini sedikit berbeda dengan tengkleng yang biasa saya temui. Kalo biasanya tengkleng yang berisi tulang-tulang bersama sedikit daging kambing ini kuahnya mirip dengan kuah gule atau gulai, tengkleng Mak Zam cita rasanya mirip-mirip sop kaki kambing.

Tengkleng ini berisi berbagai bagian tulang, mulai dari iga, kaki, kepala, tulang punggung, dan bagian-bagian kambing lainnya. Bagian paling nikmat dari tulang-tulang ini tentunya adalah sumsumnya.
Disedot-sedot, dan ketika sumsum ini meleleh di mulut, ada sensasi tersendiri. Nikmat!
Bagian daging yang paling enak konon adalah daging di bagian iga. Bagian ini sangat empuk, sehingga kita bisa dengan mudah memisahkan tulang iga ini dari dagingnya. Dan dalam sekejap lidah kita segera dimanjakan.
Bagi yang doyan “bersusah-susah”, bagian kaki merupakan bagian yang pantas dicoba. Bagian ini berisi urat dan otot-otot yang akan menguji kekuatan gigi kita. Bagian ini terasa keras-keras-empuk, sehingga memberikan sensasi rasa tersendiri.
Keunikan dari berbagai bagian tulang dan daging inilah yang membuat sebuah tengkleng menjadi santapan yang penuh variasi. Ada bagian yang lembut dan nikmat, lunak dan empuk, hingga bagian yang alot pun ada.
Bagi yang ingin merasakan sensasi tengkleng Mak Zam ini, dari perempatan Malioboro, bergeraklah ke arah barat menuju Wirobrajan menyusuri Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Sesampai di pertigaan Ngabean belok ke selatan meyusuri Jalan K.H. Wachid Hasyim dan masuk ke area taman parkir. Dari situ warung Mak Zam akan terlihat dengan segera.
Blog
Dari Jelata
2 November 2006 19:38:56 pakai
asyiiik yang pertama…
pokoke maju terus deh buat andong maniaaaa..
btw..di tengah postingan ada tulisan belom ada komentar tuh..menumpuk gitu mas zam…
3 November 2006 05:58:43 pakai
wah kayaknya cocok juga zam ajak anak2 marko ke warung mak zam
3 November 2006 07:23:27 pakai
@amma: internet explorer memang sedikit aneh, kok mbak.. btw.. di dari sini layout ini aman-aman saja kok.. tapi makasih masukannya..
3 November 2006 09:15:58 pakai
wedew..ulasan mendalam nih…hebat..aku bacanya jadi ngiler..kasana lagi yuk
, btw makasih sudah numpang iklan hehehe
3 November 2006 09:40:56 pakai
pengeeeeeeen……..
3 November 2006 13:48:59 pakai
tapi inget, kalo ke sana, nama zamroni ganti pake yg matriphe, biar ga salah orang.
3 November 2006 17:00:26 pakai
hmm,, kapan yah bisa ke jogja?
3 November 2006 22:23:28 pakai
wah, saya nggak hobi nyantap thengkleng …. hehehehehe. kalo ngulas bebek goreng, pasti saya “lahap” dengan semangat
4 November 2006 18:48:29 pakai
weleh… panganan super berlemak…
enak ndi ro tongseng daging?
5 November 2006 00:31:25 pakai
marai ngeleh wae iku tengklenge …….
9 November 2006 09:25:56 pakai
setuju sama Prince Priyayi. nek kesana sama Zam panggilnya matripe, gak enak sama mak nanti. kekeke….
tapi nek kesana dijamin ketagihan, mak nyuuussss…. poko’e
13 November 2006 12:55:49 pakai
Thengkleng opone thengklek yo??
18 November 2006 15:53:26 pakai
sluuurp…..
25 November 2006 20:21:20 pakai
mbenjang menawi mudik badhe mampir wonten warunge mak zam….dereng nate mriki…
30 December 2006 12:18:05 pakai
Wooooowwwww…..ini toh!
17 January 2007 15:50:46 pakai
wah.. kok dulu hampir setiap hari lewat kok ga pernah tau ada warung tengkleng yang enak di situ
30 March 2007 14:00:23 pakai
belok selatan, barat, tenggara……. huhhhhhhhh!!! rak mudeng
rak nggowo kompas, mbok belok kanan apa kiri gitu….
6 June 2007 19:20:37 pakai
SUMPAH!!! jadi bener” ngiLeeeerz Liat apa yang tertampiL di mangkuk…
secara saya pernah sampe bLusukan ke kLaten maLem-maLem untuk skaLian cari tengkLeng… kLo mau membaca siLakan disini http://arezk.wordpress.com/2007/05/03/sekelumit-catatan-perjalanan-kemarin/
(skaLian numpang ikLan…hehehe)
cari aaaach…
“Mak Zam” KuLo Ndereeeeek…
Maturnuwun
=SaLam=
13 June 2007 03:52:15 pakai
akhirnya bisa juga saia mendarat di Warung Mak Zam!
&kesampean juga mencicipi menu tengkLengnya… emang maaaknyuuuuzzzz kok!
[tapi bLom sempat ngobroL dg temen"cahAndong, makLum bLom pernah ikutan kopdar...]
sempat tanya ke anaknya Mak Zam, tapi maLah dijawab ga’ngerti ttg cahAndong… so, kemanakah diri saia ini mesti bertanya…???
terimakasih
=SaLam=
6 May 2008 09:44:46 pakai
ngeiler aku ndelok segone… ngelih banget ki, rung dahar
23 May 2008 17:25:39 pakai
ngiler brooo…